
Langkah kaki Aliyaa seperti melayang, tatapan mata pun kosong.
"Jika aku harus melakukan operasi, lalu bagaimana aku harus membicarakan ini kepada suami ku. Sedangkan dia yang mengetahui jika aku selama ini baik-baik saja."
Ketika Aliya sedang duduk untuk menunggu obat, tampa Aliya sadari ternyata Ayah dari suami adalah menjadi Dokter Umum di rumah sakit itu.
"Itu seperti Aliyaa, istrinya Fabian. Kenapa dia sampai ada di rumah sakit besar seperti ini. Apakah itu hanya sama saja seperti Aliya."
Dokter Putra pun memilih untuk pergi kembali ke ruangan nya.
Selesai mengambil obat Aliya pun berjalan menuju ke mobil nya.
"Aku seperti ingin sekali pulang ke Rumah ku yang dulu, aku merindukan semuanya apalagi Pak Denies supir pribadi ku."
Aliya pun meminta untuk di antarkan ke rumah nya yang dulu dan supir tersebut mengabulkan permintaan Aliyaa.
Aliya mengambil cermin, dia melihat wajah nya yang kelihatan pucat dan dia pun langsung mengambil bedak dan juga lipstik.
__ADS_1
"Aku harus tampil segar, aku tidak boleh membuat mereka merasa jika ada yang berbeda dengan wajah ku ini."
Aliya pun memperhatikan wajah nya, agar dia kelihatan cantik di depan para pegawai yang ada di rumah nya.
Akhirnya Aliya pun sampai di rumah megah nya, dia merasa tidak menyangka bisa kembali masuk ke rumah nya.
Aliya membuka pintu mobil nya, dan dia pun langsung berlari masuk ke dalam rumah nya.
Para pegawai yang ada di dalam rumah begitu sangat terkejut sekali dan sangat bahagia ketika melihat kedatangan Aliya.
"Nona Aliya akhirnya datang kembali ke sini."
"Iya mbak aku datang ke sini, tapi tidak untuk tinggal kembali di sini. Aku tidak lama aku pasti akan pulang kembali ke rumah ku yang sederhana tapi penuh dengan rasa cinta."
Para pegawai melihat Aliya yang kurus tidak segar seperti dulu, mereka berpikir jika Aliya yang harus berkerja keras hidup dengan kesederhanaan.
"Nona Aliya, kembali saja ke rumah ini. Kami semua sangat merindukan sekali Nona Aliyaa, karena Bu Miranda dia jarang sekali berada di rumah."
__ADS_1
Aliya begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar ibu nya yang kembali seperti dulu tidak mau tinggal di rumah nya.
"Kenapa Mama tidak mau tinggal di rumah, seharusnya Mama memang harus mendapatkan pasangan hidup nya kembali. Mama menikah kembali agar Mama tidak menjadi wanita yang kesepian."
Aliya pun berjalan menuju ke kamar nya, dia membuka pintu kamar nya.
"Tidak ada yang berubah dengan kamar ku ini, semuanya sama seperti dulu."
Aliya duduk di atas kasur nya, kasur yang sangat nyaman sekali.
"Kasur yang lembut dan nyaman sekali, kadang aku sayang merindukan sekali suasana di kamar ku ini."
Aliya pun membaringkan tubuhnya di atas kasur kesayangan nya.
"Aliya kamu adalah gadis yang manja tapi kamu bisa menjadi gadis yang kuat dalam menghadapi kenyataan kehidupan yang berat."
Aliya memandangi foto-foto kebersamaan nya yang masih tertempel di dinding.
__ADS_1
"Aku dan Mama, begitu sangat akrab sekali. Sampai kita pergi ke salon kecantikan. Kamu aku merasa Mama lebih cantik dari pada aku."
Aliya mengingat kembali masa lalunya sampai di tidak sadar tertidur pulas di kasur nya.