
Fabian menekan tombol dan Rendy pun langsung membukakan pintu tersebut, terlihat Veronica yang sudah siap untuk berangkat.
"Apa kita bertiga akan pernah bersama-sama,? Fabian mata mu bengkak sekali seperti nya semalam kamu menangis memikirkan Aliyaa."
Fabian pun langsung tersenyum manis kepada Veronica.
"Semalaman aku memikirkan mu Veronica bukan Aliyaa."
Mendengar perkataan Fabian, Rendy pun langsung memegang erat tangan Veronica.
"Tidak akan ku biarkan kamu bersama dengan Kak Vero, bereskan dahulu permasalahan mu yaa."
Rendy menarik tangan Veronica dan Fabian pun hanya bisa tersenyum manis.
Mereka bertiga masuk ke dalam mobil, Veronica yang lebih memilih untuk duduk di kursi belakang.
Fabian lebih memilih untuk melihat ke kaca mobil melihat pemandangan di jalan.
"Kenapa aku yang selalu memikirkan Siska yaa,? Kak sepertinya pembicaraan kita berdua tadi pagi terulang kembali."
Fabian pun langsung fokus pada Rendy.
"Ada apa dengan Siska,? apa yang membuat kamu memikirkan Siska?."
Tanya Fabian dengan suara yang sedikit tegas terdengar nya.
"Yaa, aku memikirkan kehamilan Siska. Bukan sebelumnya sudah aku ceritakan."
Fabian merasa ini adalah kesempatan nya untuk memberitahu Rendy.
"Karena Siska sekarang sedang mengandung anak mu Ren, sekarang aku sudah tidak mau menutupi rahasia apapun."
__ADS_1
Veronica merasa sangat terkejut sekali ketika Fabian yang dengan berani berbicara seperti itu di depan Rendy.
Sedangkan sekarang Fabian yang sebenarnya sedang membutuhkan pekerjaan di perusahaan Rendy.
"Kamu mungkin tidak akan pernah menyadari nya tapi nanti di saat kamu mulai sadar dan tidak amnesia lagi aku berharap kamu yang belum menikah dengan wanita lain, karena itu hanya akan membuat mu sakit hati."
Rendy terdiam ntah dia harus percaya atau tidak dengan perkataan Fabian tapi Rendy pun akan selalu memperhatikan Siska.
"Jika kamu tidak percaya, silahkan tanya pada Veronica."
Veronica pun seketika langsung terdiam saja dia memilih untuk membuka Handphone nya seakan tidak mau menjawab pertanyaan dari Fabian.
"Bukan aku tidak percaya tapi aku yang belum bisa mengingat nya, tapi aku akan selalu memperhatikan Siska."
Veronica pun merasa sangat senang sekali jika Rendy yang mau memperhatikan Siska.
"Akhirnya sampai juga yaa di perusahaan ku, untuk kalian berdua hati-hati yaa."
"Sebentar Randy jangan kamu nyalakan dulu mesin mobil nya, lihat Miranda yang menghampiri Veronica. Aku hawatir Miranda berbicara kasar terhadap Veronica karena dia pasti Veronica yang di antarkan oleh kita berdua."
Rendy pun mengikuti apa yang di katakan oleh Fabian, dia yang memperhatikan Veronica dari mobil nya.
"Selamat pagi Veronica."
Pandangan mata Miranda tertuju pada mobil Rendy yang masih saja terdiam.
"Selamat pagi juga Ibu Miranda."
Veronica membalikkan badannya dia melihat mobil Rendy yang tidak juga pergi.
"Kamu diantar oleh Rendy dan seperti nya juga ada Fabian, apakah kalian bertiga tinggal bersama?."
__ADS_1
Veronica dengan sangat cepat dia menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak, aku tadi malam hanya bersama dengan Rendy sedangkan Fabian dia tinggal di Apartemen nya."
Veronica pun merasa jika sikap Miranda yang mulai berlebih-lebihan dia pun seperti mulai mencurigai nya.
"Saya tidak tinggal bersama dengan Fabian, saya bukan wanita rendahan yang mau tidur bersama dengan lelaki yang begitu berstatus masih suami orang."
Verona pun memilih untuk langsung pergi begitu saja dan Miranda merasa jika Veronica yang merasa tersinggung dengan pertanyaan nya.
"Aku hanya tidak ingin Fabian mendekati Veronica hanya untuk melihat Aliyaa sakit hati nya, aku hanya ingin menjaga hati dan perasaan Aliyaa."
Melihat Miranda dan Aliya yang berjalan ke dalam kantor nya, Rendy pun langsung pergi dan melanjutkan perjalanan menuju ke kantor nya.
"Seperti nya Tante Miranda menghawatirkan hubungan kalian, Tante Miranda tidak mau jika kalian berdua bersatu kembali itu bisa membuat Aliyaa sesak nafas."
Fabian pun langsung tersenyum kepada Rendy.
"Eh, Fabian. Jangan sampai yaa kamu dan Aliya berpisah kamu malah menikah dengan Mama nya. Untuk melanjutkan kisah yang tertunda hahahaha."
Fabian yang sebelumnya dia tersenyum seketika dia langsung terdiam dan menunjukkan ekspresi malas.
"Tidak akan pernah aku mau bersama dengan Miranda kembali, dari dulu aku tidak mencintai nya. Aku yang hanya memanfaatkan uang nya saja."
Fabian begitu sangat yakin jika dia tidak akan pernah mau bersama dengan Miranda.
"Uang gajih pertama ku akan ke berikan kepada Miranda untuk mencicil uang biaya kuliah dulu."
Rendy sampai menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis kepada Fabian.
"Begitu sangat bahagia nya menjadi simpanan Tante-tante yang tidak harus bekerja tapi selalu mendapat kan uang setiap hari nya."
__ADS_1
Fabian pun langsung menepuk tangan nya ketika Rendy mengatakan hal tersebut.