Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode 17.


__ADS_3

Mereka pun akhirnya bisa duduk dan saling mengobrol satu sama lain nya.


"Aliya, Apakah kamu sudah bertemu dengan Mama mu?. Sebelum nya Dokter melihat nya di Restoran yang sama tapi dia kelihatan nya sangat sibuk sekali dengan perkerjaan di kantor."


Aliya pun menjawab pertanyaan dari Dokter Nadia.


"Sebenarnya aku ingin sekali bisa bertemu dengan Mama, tapi aku rasa belum saatnya karena Mama pasti tidak bisa menerima kehadiran ku. Apalagi aku pergi ke sana dengan Mas Fabian, mungkin dia akan langsung marah besar tapi aku merasa sudah sangat nyaman ketika aku sudah bertemu dengan Papa."


Dokter Nadia merasa sangat tersentuh sekali dengan ucapan Aliya.


Dokter Nadia pun mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka karena hanya kesedihan saja jika mereka membahas tentang Miranda.


"Lalu bagaimana sekarang,? kalian berdua akan tinggal di mana?. Di rumah Fabian atau Apartemen."


Dokter Nadia begitu sangat hawatir sekali dengan Aliya.


"Untuk malam ini kita menginap di rumah orang tua Mas Fabian, tapi setelah itu kita memilih untuk tinggal di kontrakan dekat dengan kampus aku. Seperti mengulang kenangan di masa lalu kita berdua."

__ADS_1


Fabian merasa Aliya yang begitu sangat nyaman sekali berlama-lama bersama dengan Dokter Nadia.


"Aliya, bagaikan kalau aku saja yang menyiapkan rumah tersebut. Kamu bisa mengobrol dengan Dokter Nadia, kamu tidak usah hawatir semua pasti beres."


Dokter Nadia tersenyum kepada Fabian, yang seperti sudah mengetahui apa yang sedang mereka berdua inginkan.


"Terimakasih yaa Mas, baik sekali. Hati-hati yaa di jalan nya. Jangan ngebut-ngebut yaa bawa mobil nya."


Perhatian kecil Aliya yang membuat Fabian semakin mencintai nya.


"Iya sayang, kamu baik-baik yaa di sini."


Melihat Fabian yang sudah keluar, Dokter Nadia pun menayakan hal pribadi kepada Aliya.


"Aliya bagaimana dengan keadaan ke depan nya dengan rumah tangga mu ini,? apakah kamu akan segera mempunyai anak atau menunda nya."


Dokter Nadia melihat umur Aliya yang masih sangat muda dan juga dia yang masih berjuang untuk kuliah.

__ADS_1


"Mas Fabian menginginkan untuk bisa mendapatkan keturunan tapi kemarin ternyata aku datang bulan dan itu sangat berbeda sekali rasa nya tidak seperti biasa nya."


Aliya merasa dia lebih baik menceritakan semuanya kepada Dokter Nadia.


"Maksud kamu berbeda bagaimana Aliya,? kamu merasa ada yang aneh dengan datang bulan kamu."


Dokter Nadia merasa sangat kebingungan sekali dengan perkataan Aliya.


"Iyaa, aku merasakan sakit yang luar biasa sekali. Tidak seperti biasa nya aku masih bisa beraktifitas seperti biasa nya tapi di saat itu aku merasa seperti ingin pingsan sekali rasa sakit nya."


Dokter Nadia mulai menghawatirkan kondisi Aliya.


"Aliya Apakah kamu sudah memeriksa kan nya ke Dokter Specialis Kandungan,? untuk di USG di lihat takut nya ada sesuatu di dalam rahim mu."


Dokter Nadia begitu sangat cemas sekali dengan apa yang di katakan oleh Aliya.


"Untuk sekarang aku belum memeriksa nya, aku juga tidak mau membuat suami ku cemas apalagi dia yang sangat menginginkan anak dari ku. Aku jadi takut terjadi sesuatu dengan ku aku lebih baik menunggu sampai bulan depan nya lagi jika seperti ini lagi rasanya aku akan langsung memeriksa nya."

__ADS_1


Dokter Nadia memegang tangan Aliya dia seperti menguatkan Aliya agar bisa sabar dan berharap tidak terjadi apa-apa dengan kandungan Aliya.


__ADS_2