Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #300#


__ADS_3

Rendy memegang tangan Mama dengan sangat erat sekali.


"Siska dia memang wanita biasa, dia pun tidak akan pernah meminta Mama untuk membelinya kalung berlian untuk nya. Dia sudah memperjuangkan hidup dan mati nya untuk bisa melahirkan ke dua anak secara normal. Apakah Mama yang juga seorang Ibu tidak merasakan perjuangan yang luar biasa yang di rasakan oleh Siska."


Kania semakin merasa di pojokan oleh Rendy dia yang hanya bisa terdiam saja mendengarkan perkataan Rendy.


Handphone Rendy pun bergetar dan dia melihat ada pesan masuk dari Bianca.


*Rendy jam berapa kamu akan menjemput ku*


*Bianca, Mama ku masuk Rumah Sakit. Tensi nya tinggi sekali. Seperti nya aku tidak bisa menemani mu*


*Lalu bagaimana, aku yang tidak mengetahui rumah Siska*


*Aku yang akan memberi tahu Rumah Siska kepada kamu*


*Baiklah*

__ADS_1


Rendy mengirimkan alamat rumah Siska kepada Bianca, beruntung Siska yang memang sudah kembali ke rumah nya.


Rendy memasukkan handphone nya ke dalam saku celana kembali, dia lebih memilih untuk membaringkan tubuh nya di sofa yang tersedia di kamar.


Bianca pun akhirnya memilih untuk datang ke rumah Siska, dia yang datang dengan baik-baik pasti juga akan di sambut dengan baik.


"Lebih baik sekarang saja aku pergi ke sana, jika malam hari aku merasa malas."


Bianca pun masuk ke dalam mobil nya dan mulai mencari rumah Siska, setelah menempuh perjalanan sampai satu jam akhirnya Bianca pun berada di depan pintu gerbang rumah Siska.


Bianca melihat Siska yang sedang mengendong salah satu anak nya.


"Hallo Siska Aurora, perkenalkan aku Bianca. Aku ingin bicara berdua saja dengan kamu bisa."


Siska pun langsung memberikan Reynol kepada Ibu nya, dan mereka berdua pun memilih untuk mengobrol di depan rumah Siska.


"Siska, aku Bianca calon istri Rendy. Aku yang baru mengetahui semuanya jika ternyata Rendy yang sudah mempunyai anak sekarang, aku merasa sangat bersalah sekali dan jika aku mengetahui sebelum nya aku pasti akan menolak permintaan Tante Kania."

__ADS_1


Siska pun hanya bisa tersenyum saja karena dia sekarang yang merasa sudah bahagia dengan hadirnya bayi kembar di samping nya.


"Sekarang aku sudah bahagia, aku tidak butuh Rendy. Ada orang tua ku yang selalu bersama dengan ku sekarang, dan jika kamu ingin menikah dengan Rendy silahkan saja aku ikhlas."


Bianca tidak menyadari dengan jawaban Siska kepada nya.


"Tapi aku tidak bisa memberikan apa yang di inginkan oleh Tante Kania, Tante Kania yang menginginkan cucu secepatnya jika aku menikah dengan Rendy. Aku tidak bisa melakukan nya karena aku yang terikat kontrak untuk menjadi model dan brand ambassador untuk produk ku sendiri. Aku tidak mungkin menganti nya dengan orang lain."


Bianca memegang tangan Siska sambil tersenyum.


"Kamu harus bersatu dengan Rendy, karena undangan yang belum di cetak sehingga nama itu bisa di ganti oleh nama kalian berdua di bulan depan."


Siska melepaskan genggaman erat tangan Bianca.


"Tante Kania itu sangat licik dan jahat, lebih baik aku hidup sederhana bersama dengan keluarga ku di sini. Dari pada aku hidup mewah bersama dengan Rendy tapi penuh dengan ancaman, aku takut Tante Kania sampai membunuh anak-anak ku."


Siska pun memilih untuk pergi masuk ke dalam rumah nya, dia meninggalkan Bianca di luar.

__ADS_1


__ADS_2