Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode (99)


__ADS_3

Melihat Aliyaa dan Siska yang sudah selesai memasak, pegawai tersebut pun menghampiri mereka berdua.


"Maaf Nona Aliyaa, Bu Miranda berpesan jika Nona Aliyaa menginap saja di rumah ini."


Aliya pun seketika merasa kebingungan sekali ketika mendengar hal tersebut.


"Mama menyuruh aku untuk menginap di sini,? lalu bagaimana dengan suami dia sendirian di rumah tidak aku tidak mau."


Aliya berpikir jika dirinya di sini dan Fabian di rumah sendirian dia bisa membawa wanita lain masuk ke dalam rumah.


"Sudahlah nanti biarkan aku yang bicara dengan Mama yaa, mbak kembali berkerja saja."


Pegawai tersebut pun langsung meninggalkan Aliya dan Siska.


"Al, terharu sekali di saat kamu yang sekarang sedang cemburu tapi kamu masih memikirkan tentang suami kamu. Kamu istri yang luar biasa sekali."


Aliya pun tersenyum manis kepada Siska.


"Jika aku di sini dan suami ku di sana bagaimana jika dia membawa wanita itu ke dalam rumah, Tidaaaaaak aku tidak mau."


Siska pun lebih memilih menikmati makanan nya dia merasa jika Aliya yang sedang cemburu berat.


Handphone Aliya pun tiba-tiba saja bergetar dia melihat ternyata itu adalah pesan masuk dari suami nya.


*Aliya sayang, jangan lupa makan yaa sayang*


"Hmmmm, dasar lelaki yaa. Di saat seperti ini mereka berubah menjadi pink dan berkata-kata sayang."


*Aku tidak pernah lupa untuk makan*

__ADS_1


Aliya membalas pesan dari Fabian dengan ekspresi wajah yang sangat kesal sekali.


"Aliya kenapa yaa dia membalas pesan seperti ini, tidak seperti biasa nya Aliyaa seperti ini."


Fabian pun memilih untuk menghentikan mengirimkan pesan kepada Aliya.


Ketika Fabian yang sedang berada di kantin dia pun melihat Veronica yang yang sedang menikmati minuman nya tapi dia seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kata-kata Tante Miranda membuat aku sakit sekali, kenapa yaa dia begitu sangat tega sekali kepada ku. Padahal aku tidak pernah melakukan apapun dengan Fabian."


Ada pegawai yang melihat ekspresi wajah sedih Veronica dan dia pun langsung menghampiri nya.


"Hallo, bolehkah aku duduk bersama dengan kamu di sini."


Veronica pun langsung tersenyum sambil menggeser kan kursi yang ada di samping nya.


Pegawai itu merasa sangat kasihan sekali dengan Veronica yang di sebut akan merebut Fabian dari tangan Aliyaa.


"Aku tahu nama kamu itu adalah Veronica kan, kamu adalah sekertaris nya Pak Fabian."


Veronica pun tersenyum ketika orang tersebut mengerti nya.


"Veronica, aku tahu kamu itu adalah wanita yang baik. Wanita yang berniat untuk berkerja jadi menurut aku apapun pembicaraan mereka tentang kamu nggak usah kamu dengar yaa yang paling penting kami fokus saja yaa dengan pekerjaan kamu."


Veronica seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan tersebut.


"Semangat terus yaa, aku akan membela kamu jika ada yang membuat kamu sakit hati dengan perkataan nya."


Wanita tersebut pun langsung pergi dan meninggalkan Veronica.

__ADS_1


"Siapa dia yaa, dia datang untuk membuat aku semangat. Ayolah Veronica kamu harus semangat yaa sudah jangan di dengar ucapan Tante Miranda."


Fabian masih memperhatikan Veronica, dia ingin sekali menghampiri Veronica.


"Seperti nya Miranda mengatakan kata-kata yang sang menyakitkan sekali kepada Veronica tidak mau dia masih saja merasa bersedih seperti ini."


Jam kerja pun di mulai Veronica dan Fabian kembali ke ruangan nya.


Tampa di sengaja Veronica dan Fabian berada di satu lift bersama an hanya mereka berdua.


Veronica merasa tidak nyaman sekali karena sekarang dia harus menghindari diri nya dari Fabian.


Fabian memperhatikan Veronica yang memilih untuk berjauhan dengan nya.


Hal tersebut membuat Fabian yakin jika Miranda mempunyai pikiran negatif terhadap mereka berdua.


"Veronica, aku tidak tahu apa di katakan Miranda kepada mu di ruangan itu. Tapi jika perkataan nya membuat kamu Sakit hati aku meminta maaf kepada kamu."


Veronica merasa ingin secepatnya keluar dari lift tersebut dia tidak mau berlama-lama bersama dengan Fabian.


"Aku tahu kita sama-sama merupakan cinta pertama, tapi aku tidak mau kita menjadi bermusuhan seperti harus saling membenci seperti ini. Cukup dengan hubungan yang sewajarnya ketika kamu adalah sekertaris aku karena kita berdua pasti akan selalu pergi bersama berdua."


Mereka berdua pun akhirnya keluar dari lift dan berjalan menuju ke meja kerja mereka masing-masing.


Veronica mengeluarkan handphone nya dia mengirimkan pesan kepada Rendy.


*Rendy bisakah kamu menjemput Kakak nanti, ada yang ingin Kakak bicarakan dengan kamu tentang Tante Miranda*


Veronica merasa kurang puas jika dia tidak meluapkan semua nya kepada orang yang menurutnya tepat yaitu adalah adik nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2