
Aliya akhirnya sampai di rumah nya tepat berada di kamar nya dia melihat baterai handphone yang habis dan langsung dia berikan kepada Mama nya.
"Aliya sampai mati seperti ini handphone nya, bagaimana jika ada telephone yang penting."
Miranda pun menyimpan handphone Aliyaa dan Fabian menghampiri nya.
"Jika kamu ingin tinggal di sini silahkan sampai kapan pun aku akan menempati rumah kita yang di sana."
Aliya mencoba untuk menenangkan perasaan hati nya jangan sampai dia dan suaminya kembali bertengkar.
"Baiklah jika itu keinginan kamu tapi sekarang aku tidak mau membahas itu aku ingin membahas tentang Siska, aku sangat menghawatirkan sekali Siska bagaimana jika Siska di bunuh oleh orang suruhan Tante Kania itu sangat menyeramkan sekali kan."
Fabian pun memikirkan ke arah sana karena orang suruhan Kania yang sangat menyeramkan sekali.
"Sudah nanti jika baterai handphone kamu full langsung saja hubungi Siska, aku sekarang harus pergi ke kantor karena Mama kamu yang tidak masuk kembali."
Pikiran Aliyaa pun langsung negatif ketika melihat suaminya yang sampai terburu-buru sekali seperti itu.
__ADS_1
"Apa harus sampai terburu-buru seperti yaa, sampai harus meninggalkan istri nya memang tidak ada rasa rindu sekali dengan istri nya."
Fabian merasa sikap Aliyaa yang kembali berulah untuk menguji kesabaran nya.
"Aku pergi yaa, aku tidak mau ribut yaa."
Fabian pun langsung meninggalkan Aliyaa begitu saja dia bertemu dengan Miranda.
Melihat wajah Fabian yang seperti kesal Miranda pun langsung berlari menuju ke kamar Aliyaa.
"Keributan lagi seperti nya, ada apa sih dengan Aliyaa selalu saja membuat keributan."
"Aliya ada apa lagi sih dengan kalian berdua,? kenapa Fabian sambil berlari cepat seperti itu dan wajah nya sampai kesal sekali."
Miranda duduk di samping Aliyaa, dia mencoba untuk bertanya secara perlahan-lahan.
"Semangat sekali dia pergi ke kantor nya, untuk pekerjaan atau untuk melihat pesona sekertaris nya yang cantik dan seksi sekali."
__ADS_1
Aliya mulai berani mengungkapkan rasa ketidak suka nya kepada Veronica.
"Veronica tidak pernah mengobrol dengan Fabian, dan Fabian pun tidak pernah menyapa Veronica. Mereka berkerja benar-benar bekerja tidak pernah mereka saling tegur sapa selama berkerjasama."
Aliya mulai merasakan jika Mama nya yang mencoba untuk membela Veronica, Mama yang mulai terpesona dengan cara kerja Veronica.
"Ntahlah aku tidak suka dengan dia, aku tidak mau lagi bertemu dengan dia itu hanya membuat ku emosional."
Miranda pun memilih untuk keluar dari kamar Aliyaa karena percuma apapun yang dia katakan tidak akan bisa membuat Aliyaa diam.
Miranda menutup rapat pintu kamar Aliyaa dan pergi untuk menyiapkan makanan untuk Aliyaa.
Seketika Miranda pun mengingat masa lalu nya bersama dengan Fabian, dia tidak pernah menyangka kekuatan rasa cinta kepada Aliyaa bisa menutupi rasa cinta buta nya dulu terhadap Fabian.
Sekarang Miranda mulai bisa menerima kenyataan jika Fabian memang untuk Aliyaa bukan untuk dirinya.
"Aku merasa sangat malu sekali ketika harus mengingat masa lalu ku, sekarang aku perbaiki dengan cara melimpahkan rasa sayang ku yang dulu pernah hilang hanya karena cinta buta yang menyesatkan."
__ADS_1
Miranda pun berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makanan Aliyaa.