
Aliya sudah merasa tidak sabar ingin segera pulang dia ingin melupakan semua nya dengan pergi ke kampus sibuk dengan tugas-tugas kuliah nya.
Aliya ingin mencoba untuk memulai kehidupan baru nya, dia tidak mau selalu seperti ini.
Setelah selesai di periksa oleh Dokter El-Rivan, Dokter Nadia pun masuk kembali untuk menemani Aliyaa.
"Bagaimana dengan hasil nya Aliyaa, apakah luka bekas operasi mu itu membaik."
Aliya mencoba untuk duduk dan menggerakkan tubuhnya.
"Seperti nya selain mencoba untuk menggerakkan tubuh aku juga harus mulai bangun dan berjalan agar tidak merasa kaku."
Dokter Nadia membantu Aliyaa untuk duduk tapi Aliyaa masih merasakan sakit di bagian perut nya.
"Aliya mulai sekarang kamu fokus saja dengan cita-cita kamu sebagai seorang Dokter Specialis Anak, karena nanti setiap hari nya kamu akan selalu bertemu dengan banyak anak-anak yang lucu-lucu. Rasa sedih kamu akan sedikit terobati oleh itu."
Mungkin perkataan itu hanya tertuju pada Aliyaa tidak dengan Fabian yang masih belum bisa menerima kenyataan ini.
__ADS_1
Aliya pun harus bisa menjaga sikap dan perkataan kepada Fabian agar mereka bisa seperti dulu lagi.
"Iya Dokter Nadia, aku ingin mencoba untuk membuka lembaran baru."
Handphone Dokter Nadia pun tiba-tiba saja berdering kencang dan dia pun langsung mengambil nya di dalam tas nya.
Ketika di lihat ternyata itu panggilan masuk dari Irfan Riawan.
Nadia seketika dia langsung memandangi wajah Aliyaa, dia merasa malu jika harus menjawab panggilan telephone tersebut di depan Aliyaa.
Dokter Nadia pun memilih untuk memasukkan kembali handphone nya ke dalam tas nya dia mengabaikan panggilan telephone dari Irfan.
Dokter Nadia pun langsung menggelengkan kepalanya dia terlihat sangat gugup sekali di hadapan Aliyaa.
Aliya pun merasa jika Dokter Nadia sedang menutupi sesuatu yang tidak boleh di ketahui nya.
"Baiklah Dokter Nadia, lebih baik telephone balik lagi saja di luar. Aku tidak apa-apa di tinggalkan sebentar saja."
__ADS_1
Dokter Nadia merasa sangat kebingungan sekali apakah dia harus mengikuti apa yang di katakan oleh Aliyaa.
Karena mungkin ini bukan sesuatu yang sangat penting, tapi akhirnya Dokter Nadia pun keluar dari rumah Aliyaa untuk menelephone kembali Irfan.
Dokter Nadia keluar tanpa sepatah kata pun kepada Aliyaa dan Aliya pun hanya membiarkan nya saja.
"Kenapa yaa Dokter Nadia dia seperti sedang menyimpan sesuatu hal, aku jadi hawatir apa terjadi sesuatu dengan Dokter Nadia yaa."
Ketika Dokter Nadia keluar dari ruangan nya, Aliyaa mencoba untuk belajar melangkah kaki nya sedikit demi sedikit.
"Jika Dokter El-Rivan melihat aku sudah bisa berjalan dengan normal seperti biasa Dokter El-Rivan dia pasti akan mempercepat aku untuk bisa langsung pulang. Aku harus selalu bersemangat terus demi bisa cepat pulang."
Ketika Aliyaa yang mencoba untuk berjalan dia melihat ternyata Dokter Nadia yang berada di luar.
Aliya melihat Dokter Nadia yang seperti akan menelephone kembali seseorang.
"Astaga, kenapa aku jadi penasaran seperti ini yaa. Dokter Nadia telephone dengan siapa tidak sopan sekali aku ini tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku yang penasaran sekali."
__ADS_1
Aliya pun terus memperhatikan dari kaca pintu ruangan nya.