Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode (49)


__ADS_3

Miranda masih di kantor nya, dia binggung harus bagaimana. Karena dia merasa hubungan dengan Aliyaa yang sudah jauh berbeda tidak seperti dulu lagi.


"Apakah aku harus datang, tapi aku aku harus bagaimana yaa. Kenapa sekarang aku merasa kaku setiap bertemu dengan Aliyaa."


Miranda masih memilih untuk diam di dalam ruangan nya, pekerjaan semua nya yang sudah di selesaikan.


Miranda hanya merenung di dalam ruangan nya sambil memandangi layar handphone.


Ketika Miranda yang masih merasa kebingungan di sisi lain Aliya yang masih belum bisa menerima kenyataan tentang penyakit nya.


Siska terus saja memperhatikan Aliya tapi Siska merasa jika dia hanya di bawa berputar-putar saja oleh supir pribadi Rendy.


"Pak, maafkan yaa. Ini kita kapan sampai nya yaa Pak. Katanya kita mau pergi ke Restoran tapi kok nggak sampai-sampai ya."


Supir pribadi tersebut pun merasa sangat kebingungan sekali harus menjawab apa karena dia belum di berikan perintah untuk langsung datang ke tempat tersebut.


Tapi Seketika Siska pun langsung menyadari jika sebenarnya mereka berdua akan di bawa ke tempat yang sudah di siapkan oleh Dokter Nadia.


"Siska, sabar yaa kita harus sabar nanti juga kita sampai di tempat yang sudah di siapkan oleh Rendy."


Siska pun langsung tersenyum manis kepada Aliya.


"Oh iyaa Aliya, berikan hasil pemeriksaan kamu kepada ku. Supaya tidak sampai di temukan oleh Kak Fabian."


Aliya pun langsung memberikan nya dan memasukkan obat ke dalam tas nya dengan sangat rapih sekali.


"Ingat yaa Al, obat nya harus di minum yaa. Kalau sampai Kak Bian nanya bilang saja itu vitamin dari Dokter."


Siska begitu sangat perhatian sekali dengan Aliya karena Siska yang sangat sayang sekali dengan Aliyaa.

__ADS_1


"Iya Siska terimakasih banyak yaa, kamu perhatikan sekali sama aku."


Siska memegang erat tangan Aliya sambil tersenyum.


"Kamu harus kuat yaa, kamu bisa sembuh Aliya. Selalu berpikiran positif yaa kamu pasti akan menjadi seorang Ibu dari banyak nya anak-anak yang kamu lahirkan."


Aliya menangis kembali ketika mendengar perkataan tersebut.


"Semoga saja yaa, aku bisa menjadi seorang ibu seperti yang aku inginkan."


Supir pribadi tersebut pun memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba, dia ternyata mendapat pesan masuk dari Rendy.


*Pak, langsung pergi ke lokasi yaa. Sekarang saya lagi berada di jalan menuju ke sana*


*Oke Tuan Rendy*


Supir pribadi tersebut pun kembali menjalankan mobilnya menuju ke tempat tersebut.


"Sebenarnya aku sangat kasihan sekali melihat Aliya, ketika mereka yang sibuk untuk membuat Aliya bahagia di hari ulang tahun nya. Kenyataan nya Aliya harus sedih karena dia harus menerima kenyataan tentang penyakit nya."


Akhirnya mobil yang membawa Aliyaa dan Siska pun sampai dan Rendy mencoba untuk bersikap tenang seperti biasa nya.




Aliya dan Siska masih bisa menutupi semua nya dengan bergaya di hadapan Rendy.


"Ohhhh, kalian berdua memang luar biasa sekali yaa. Ayo cepat kita masuk dan menikmati makanan yang sangat enak sekali."

__ADS_1


Diantara mereka tidak memperlihatkan kesedihan, Aliya benar-benar bersikap tegar ketika dia mau masuk ke dalam Aliyaa baru menyadari jika hari ini adalah hari ulang tahun nya.


Aliya berjalan sangat pelan sekali sehingga membuat Siska sampai harus menarik tangan nya.


"Aliya, ayooo kenapa kamu jadi lambat sekali jalan nya."


Rendy pun langsung berada di belakang Aliyaa, dia takut Aliya pingsan.


"Aliya kamu pusing,? apa kamu merasakan ada sakit di tubuh kamu?".


Mendengar pertanyaan Rendy, Siska pun seketika langsung menghawatirkan kondisi Aliyaa.


"Aku baik-baik saja kok, kalian berdua tidak usah terlalu berlebih-lebihan seperti nanti yang ada mereka curiga terhadap aku."


Aliya pun memang kelihatan begitu sangat lemas sekali, mungkin karena dia yang masih merasa kaget dengan hasil pemeriksaan nya.


"Siska kamu harus berjanji kepada ku, untuk menceritakan semuanya yaa."


Rendy sampai menarik tangan Siska.


"Iya aku janji akan menceritakan semuanya."


Rendy dan Siska pun mengejar Aliya dan ketika Aliyaa membuka pintu dia melihat suaminya yang tersenyum manis kepada nya.



Aliya pun langsung di sambut dengan dekorasi yang sangat indah sekali dengan tulisan.


*Selamat ulang tahun Aliyaa sayaaaaang*

__ADS_1


Aliya melihat Dokter Nadia dan bahkan Om Irfan pun datang di acara tersebut.


Aliya meneteskan air mata nya dia merasa sangat terharu sekali melihat nya.


__ADS_2