
Karena merasa tidak punya lagi pilihan akhirnya Siska pun mengikuti apa yang di sarankan oleh Rendy.
Dia terpaksa harus berbohong kepada orang tua nya, dari pada dia di marahin orang tua habis-habisan.
*Ayah, maafkan aku yaa. Aku ketiduran aku menginap di rumah Aliyaa maafkan aku yang membuat Ayah dan Ibu hawatir*
Seketika saja Siska merasa sangat emosional sekali dengan Rendy, tapi dia tidak bisa meluapkan emosi nya karena dia juga menikmati apa yang mereka berdua lakukan.
"Semoga saja Kak Vero ada di Apartemen nya."
Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan gedung Apartemen.
"Rendy apakah kamu juga akan ikut tidur di Apartemen tersebut,? jadi kita berdua tidur di sana?."
Pertanyaan Siska membuat Rendy tersenyum manis sambil mencubit pipi Siska.
"Kau ingin kita melakukan hal yang lebih dari itu hah,? lebih di luar batas jika kita berdua bersama di sana."
Siska hanya terdiam saja dia yang sudah merasa sangat kesal sekali dengan Rendy.
__ADS_1
"Aku pulang ke rumah, karena tidak mungkin Mama bertanya-tanya dengan ku. Yang tidur di Apartemen hanya kamu saja dengan Kak Veronica."
Siska tidak bisa membayangkan bagaimana jika Aliyaa mengetahui jika dirinya tidur bersama dengan wanita yang dia benci.
Tapi Siska juga tidak punya pilihan yang lain dia terpaksa mengikuti apa yang di katakan oleh Rendy.
Mereka berdua pun berjalan menuju ke kamar Apartemen, Rendy menekan tombol bell.
Tapi Veronica tidak juga bangun dari tidur nya.
"Seperti nya dia sudah tidur dan bermimpi indah, lalu bagaimana dengan aku ihhhhh Rendy kami harus bertanggung jawab."
"Astaga, jika tahu password nya untuk apa sih segala pencet tombol bell. Membuang-buang waktu saja."
Pintu pun akhirnya terbuka, Rendy membuka pintu kamar Veronica dia melihat Veronica yang sudah tertidur pulas.
"Siska di sebelah ada kamar kosong kamu bisa tidur nyenyak di sana."
Rendy mengantarkan Siska ke kamar tersebut.
__ADS_1
"Ini bagaimana ceritanya yaa Rendy, aku tidur di kamar ini sedang kan yang punya Apartemen dia tidak mengetahui kehadiran ku dan dia juga mungkin tidak kenal dengan ku. Nanti pas pagi hari tiba-tiba dia bangun lihat aku dan dia langsung berpikir jika aku ini adalah maling. Habislah aku di tangkap polisi."
Ketika mendengar perkataan tersebut Rendy pun memutuskan juga untuk tidur di Apartemen tersebut.
"Sekarang kamu kunci pintu kamar nya, aku akan tidur di sofa. Sudah jangan banyak bertanya dan berbicara lagi."
Rendy pun langsung menutup pintu kamar tersebut dan Siska mengunci nya.
"Baiklah Siska ini adalah pengalaman hidup mu yang sangat luar biasa suram sekali, untuk pertama kalinya kamu berbohong kepada orang tua dan kamu tidur di kamar yang tidak kamu inginkan."
Siska pun langsung menarik selimut dia ingin secepatnya besok.
Merasa Siska yang sudah bisa beristirahat, Rendy melihat banyak nya buku-bukunya di atas meja dan dia pun melihat isi nya.
Rendy begitu sangat terkejut sekali ternyata itu seperti sebuah tagihan pembayaran.
"Hampir 100 juta, apakah Kak Vero meminjam uang untuk kebutuhan sehari-hari nya dulu."
Rendy pun memilih untuk membiarkan buku-buku tersebut seperti semula dan berpura-pura tidak tahu.
__ADS_1