Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *186*


__ADS_3

Siska melamun ketika perjalanan pulang menuju ke rumah Dokter Nadia, dan Dokter begini sangat tidak tega melihat nya.


"Siska, hari ini saya ada jadwal praktek mungkin langsung bersiap untuk pergi ke Rumah Sakit. Sedangkan kamu sedang sedih seperti ini saya tidak tega meninggalkan kamu sendirian di rumah."


Siska merasa sikap nya yang membuat Dokter Nadia merasa sangat menghawatirkan nya.


"Aku baik-baik saja Dok, sudah jangan seperti ini. Dokter bertugas saja biarkan aku sendirian di kamar karena besok aku yang mulai berkerja dan tidak akan merasa kesepian seperti ini."


Mereka berdua pun akhirnya sampai di rumah dan Dokter Nadia memberikan buku untuk Siska.


"Siska ini adalah buku-buku tentang kehamilan, lebih baik kamu baca saja yaa. Supaya kamu tidak merasa jenuh dan sedikit melupakan apa yang telah terjadi."


Siska mengambil dua buku tersebut.


"Terimakasih banyak Dokter Nadia."


Ketika Siska yang mau keluar dari mobil nya, handphone pun berdering kencang sekali.


Dan dia melihat jika itu adalah panggilan telephone masuk dari Aliyaa.


Siska lebih baik untuk memasukkan handphone kembali ke dalam tas nya.

__ADS_1


"Siapa yang menelephone mu Siska,? apakah Kania yang menelephone mu?."


Siska menggelengkan kepalanya berkali-kali.


"Bukan Dokter tapi Aliyaa, biarkan saja aku sedang tidak ingin banyak bercerita."


Siska pun berjalan menuju ke kamar nya dengan wajah sedih nya.


"Apakah Siska melakukan ini semua karena dia yang ingin menjaga perasaan Aliyaa yaa, karena dia yang sedang hamil tapi kenapa wajah Siska sedih sekali seperti itu."


Dokter Nadia pun memilih untuk bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Sakit.


Siska masuk ke dalam kamar nya, lagi-lagi menangis kembali sambil memegang perut nya.


Siska lebih memilih untuk membaca buku yang di berikan oleh Dokter Nadia.


"Sangat bermanfaat sekali buku ini yaa, aku harus bisa membaca nya sampai selesai."


Siska menyenderkan tubuhnya ke bantal dia fokus dengan buku yang ada di hadapannya.


Dokter Nadia masuk ke dalam kamar Siska dengan pelayan nya, dengan membawakan buah-buahan untuk Siska.

__ADS_1


Melihat Siska yang mulai membaca buku, Dokter Nadia pun tersenyum manis.


"Siska sayaaaaang membaca sambil memakan buah-buahan yaa, jangan sampai perut kosong yaa kasihan Dede bayi nya butuh banyak nutrisi penting."


Siska merasa sangat senang sekali dengan perhatian yang di berikan oleh Dokter Nadia kepada nya.


"Terimakasih banyak Dokter Nadia, sangat baik sekali dengan ku."


Dokter Nadia duduk di samping Siska.


"Dokter pergi dulu ya sayaaaaang, ingat makan yang banyak yaa."


Dokter Nadia pun pergi dan meninggalkan pelayan di kamar Siska.


Ternyata pelayan itu di suruh Dokter Nadia untuk mengupas buah-buahan untuk Siska.


"Sudah jangan biarkan saja aku yang mengupas nya yaa, jangan seperti ini aku tidak mau merepotkan sekali. Aku bisa sendirian."


Siska menghentikan nya dan pelayan itu melihat mata Siska yang bengkak karena sering menangis.


Pelayan itu merasa sangat kasihan sekali melihat Siska, setelah Dokter Nadia menceritakan semuanya kepada pelayan tersebut.

__ADS_1


Merasa di perhatikan Siska pun langsung tersenyum manis kepada pelayan tersebut.


__ADS_2