Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *113*


__ADS_3

Kedatangan Dokter El-Rivan membuat Aliyaa dan Siska merasa sangat tegang sekali, baru saja tadi Dokter Putra keluar dari ruangan Aliyaa.


"Maafkan saya ingin memeriksa kondisi Aliyaa, bisa tinggalkan saya hanya dengan Aliyaa."


Fabian dan Siska pun keluar dari ruangan tersebut, dan Siska kelihatan sangat hawatir sekali.


"Siska, kamu kenapa seperti hawari seperti itu melihat Dokter yang masuk ke dalam ruangan Aliyaa."


Siska pun seketika langsung terdiam ketika Fabian menayakan hal tersebut kepada dirinya.


"Hmmmm, Kak Fabian. Aku ingin pulang yaa sekarang kan sudah ada Kak Fabian menemani Aliyaa."


Siska pun langsung pergi begitu saja ketika sudah berpamitan dengan Fabian.


Fabian menunggu di luar dia sambil mengeluarkan handphone nya.


Setelah selesai memeriksa kondisi Aliyaa, Dokter El-Rivan pun memandangi wajah Aliyaa yang seperti ketakutan.


"Apa kamu kenal dengan Dokter Putra,? dia adalah Dokter senior di Rumah Sakit ini."


Aliya tidak mungkin bisa berkata bohong.

__ADS_1


"Ya, aku sangat mengenal nya. Dia adalah Ayah dari suami ku."


Seketika Dokter El-Rivan pun langsung terkejut mendengar nya.


"Aliya bagaimana mungkin kamu bisa menyembunyikan tentang penyakit kamu ini sedang mertua mu di sebagian seorang Dokter juga."


Aliya menghela nafas panjang nya untuk menjawab pertanyaan dari Dokter El-Rivan.


"Aku tidak pernah mengetahui jika Ayah dari suami ku berkerja di Rumah Sakit ini, aku pun baru mengetahui nya tadi ketika dia datang secara tiba-tiba ke ruangan ku ini."


Dokter El-Rivan tidak bisa berbohong jika sampai Dokter Putra bertanya tentang Aliyaa kepada nya.


Aliya menganggukkan kepalanya dia berharap besar yang terbaik untuk dirinya.


Selesai memeriksa kondisi Aliyaa, Dokter El-Rivan pun keluar dari ruangan tersebut.


Dan Fabian masuk kembali ke dalam ketika Fabian mau membuka pintu dia seperti mendengar teriakkan kencang yang memanggil nama Dokter El-Rivan.


Fabian pun seketika dia langsung membalikkan badannya dan ternyata Dokter El-Rivan itu adalah Dokter yang menangani Aliyaa.


"Apakah dia adalah Dokter yang ada di pesan Aliyaa, jadi sebenarnya mereka berdua sudah saling mengenal satu sama lain nya."

__ADS_1


Fabian pun langsung masuk ke dalam melihat wajah Aliyaa yang seperti sangat panik sekali.


"Siska di mana Mas, kenapa dia tidak ikut masuk ke dalam."


Tiba-tiba saja Aliyaaaa yang menanyakan tentang Siska tapi Fabian tidak menjawab pertanyaan tersebut.


"Bagaimana kondisi mu Aliyaa setelah di periksa oleh Dokter El-Rivan,? apakah terjadi sesuatu yang berbeda atau adanya sebuah getaran."


Aliya merasa tidak mengerti dengan apa yang di tanyakan oleh suaminya tersebut.


"Getaran apa maksud nya,? Dokter El-Rivan bilang besok aku sudah bisa pulang. Tapi tensi ku sekarang yang sedikit tinggi hmmmm apakah aku seperti Mama nya terkena hipertensi juga."


Aliya melihat wajah suaminya yang tidak seperti biasanya.


"Apakah sebelumnya kamu sudah mengenal dengan Dokter muda itu,? aku melihat kalian berdua yang seperti sudah sangat akrab sekali."


Fabian mulai memancing emosi Aliyaa.


"Maksud kamu apa,? aku mengenal Dokter El-Rivan semenjak aku yang punya penyakit ini dan situ kita saling mengenal sebagai seorang Dokter dengan pasien nya."


Fabian pun langsung tersenyum tipis ketika mendengar penjelasan dari Aliya.

__ADS_1


__ADS_2