
Fabian pun tidak berpikir panjang dia langsung berlari keluar dari ruangan menuju ke Rumah Sakit. Sedangkan Miranda dia yang masih saja terdiam di ruangan sambil memegang kepalanya.
"Apakah aku ini sedang bermimpi, aku masih tidak menyangka dengan apa yang sudah terjadi dengan Aliyaa."
Veronica merasa sangat terkejut sekali ketika melihat Fabian yang berlari keluar dari ruangan.
"Fabian dia kenapa yaa,? kenapa dia berlari seperti itu. Dan apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka sebenarnya."
Veronica pun mencoba untuk memberanikan diri untuk menghampiri Miranda di ruangan Fabian, walaupun dia yang masih merasa kan sakit yang luar biasa di kaki nya.
Veronica mengetuk pintu tapi Miranda dia yang memilih untuk diam saja dan Veronica pun mencoba untuk masuk ke dalam dia mendekati Miranda yang seperti sedang menahan sakit di bagian kepala nya.
"Bu Miranda, baik-baik saja kan?. Bu Miranda mau saya bawakan air mineral."
Miranda hanya menganggukkan kepalanya saja dan Veronica pun mengambil air mineral untuk Miranda.
"Silahkan Bu di minum yaa, pelan-pelan saja."
Miranda meminum air tersebut dan sampai menghabiskan nya.
"Astaga Aliyaaaa, kenapa kamu menyembunyikan semuanya dari Mama."
Miranda menangis sambil bicara dan Veronica pun memberikan Miranda tissue, Veronica merasa jika terjadi sesuatu dengan Aliyaa.
"Kenapa dengan Aliyaa,? apakah dia yang sedang sakit?."
Tanya Veronica dengan rasa penasaran nya.
"Aliya menyembunyikan penyakit nya selama ini, ternyata sakit perut yang di rasakan selama ini bukan karena dia memiliki penyakit lambung tapi ada kista dan sekarang Aliyaa harus melakukan tindakan operasi."
Veronica pun seketika dia langsung terkejut ketika mendengar hal tersebut.
"Aliya yang begitu sangat ingin memiliki keturunan tapi dia yang harus merasakan seperti ini, aku merasa sangat tidak tega melihat nya."
__ADS_1
Veronica merasa sangat sedih sekali ketika mendengar nya, karena dia juga seorang wanita jika ada di posisi Aliyaa dia pun pasti sangat sedih sekali.
"Bu Miranda sekarang tidak langsung ke Rumah Sakit,? bukan kah malam ini tindakan operasi nya."
Miranda pun mencoba untuk menguatkan diri nya.
"Yaa, aku akan berangkat sekarang. Semoga saja operasi nya berjalan dengan lancar."
Dengan langkah kaki yang seperti melayang Miranda pun berjalan menuju ke Rumah Sakit sedangkan Veronica dia memilih untuk menghubungi Rendy.
*Rendy datanglah ke Rumah Sakit, Aliyaa malam ini dia akan melakukan operasi "
Rendy yang membaca pesan tersebut dia pun langsung pergi ke Rumah Sakit.
Sesampainya Fabian di Rumah Sakit dia sudah melihat Siska yang sedang berada di ruangan tunggu.
Fabian pun langsung menghampiri Siska dan duduk di samping nya.
"Siska sejak kapan Aliyaa memiliki penyakit ini dan kenapa Aliyaa sampai harus menyembunyikan nya dari semua orang terdekat nya."
"Dari semenjak pernikahan Aliyaa sering merasakan sakit di bagian perut setiap dia sedang menstruasi, dan aku memaksa Aliyaa untuk pergi ke Rumah Sakit karena Aliyaa yang sempat pingsan di kampus dan itu semua di Rendy yang mengurus nya. Rendy yang menyiapkan semuanya sampai administrasi pun Rendy yang membayar nya karena itu adalah keinginan Aliyaa yang tidak mau sampai banyak orang yang mengetahui nya karena Aliyaa begitu sangat yakin sekali jika dia akan sembuh."
Mendengar cerita dari Siska, Fabian merasa gagal untuk menjadi suami Aliyaa. Karena Aliyaa yang lebih memilih percaya dengan orang lain daripada suaminya sendiri.
Siska pun terpaksa mengatakan semuanya kepada Fabian dia juga tidak mau jika Aliyaa yang terus-menerus berbohong kepada suaminya dan Mama nya.
Siska melihat kehadiran Miranda dan Siska pun ingin memberitahu kepada Miranda agar Miranda bisa lebih mencintai Aliyaa.
Miranda melihat Fabian yang seperti sedang menahan air mata nya dan Siska pun memandangi wajah Miranda.
"Tante, ingatkan Tante di saat ulang tahun Aliyaa. Kalian semua yang mencoba untuk memberikan kejutan kecil kepada nya, dan ingat kah Tante di saat Aliyaa menangis di pelukan Tante. Siang hari nya Dokter El-Rivan menyebutkan jika Aliyaa yang mempunyai kista dan di situ aku merasa sangat sedih sekali sebagai teman dekat Aliyaa di saat hari kebahagiaan nya dia harus menerima kabar yang tidak mengenakkan."
Siska mendekati dirinya kepada Miranda.
__ADS_1
"Aku merasa sangat bahagia sekali ketika Tante sekarang yang bisa dekat kembali dengan Aliyaa, karena di saat Aliyaa belum bisa menerima kenyataan ini dia selalu saja mengingat Almarhum Papa nya."
Tangisan Miranda semakin pecah ketika dia mendengarkan semuanya dari Siska.
"Aliya takut membuat kecewa Kak Fabian, dia takut sekali dengan penyakit ini dia tidak memberikan keturunan untuk Kak Fabian. Itu yang membuat Aliyaa merasa jika Kak Fabian tidak usah tahu tentang ini karena Aliyaa yakin dengan mengonsumsi obat-obatan dia akan sembuh kembali."
Fabian mengingat ketika Aliyaa yang memperlihatkan banyak obat-obatan kepada dan dia bilang bahwa itu adalah vitamin daya tahan tubuh untuk nya.
Ketika mereka bertiga sedang berkumpul Rendy pun datang dan Fabian merasa sangat emosional sekali dengan Rendy.
Fabian memilih untuk pergi ketika dia melihat wajah Rendy dan Rendy menerima perlakuan Fabian terhadap nya.
Miranda menagis ketika dia melihat Rendy dan Rendy pun menghampiri Miranda sampai menundukkan kepalanya untuk meminta maaf.
"Maafkan aku Tante yang ikut serta merahasiakan semuanya, tapi jika tidak seperti ini Aliyaa tidak mungkin mau memeriksa kondisi nya ke Dokter."
Miranda mengangkat kepala Rendy dia mencoba untuk tersenyum manis kepada Rendy.
"Tante ingin berterima kasih sekali atas semua yang sudah kamu lakukan untuk Aliyaa, sampai kamu yang mengurus administrasi pembayaran Aliyaa selama dia melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit ini."
Rendy pun meneteskan air mata dia tersenyum pada Miranda.
"Aliya adalah teman kecil ku dan Aliya adalah teman baik ku, Aliyaa sudah ku anggap sebagai seorang sodara. Apapun yang aku lakukan ini karena aku sayang kepada Aliyaa."
Siska pun merasa sangat bangga sekali ketika dia melihat Rendy yang begitu sangat baik sekali dengan Aliyaa.
"Tante Doakan semoga kamu dan Siska selalu bahagia yaa, dan cepat mendapatkan restu dari Mama kamu yaa."
Siska pun langsung menundukkan kepalanya ketika Miranda berkata seperti itu kepada Rendy.
"Siska sudah bertemu dengan Mama, aku sangat bangga sekali ketika Siska yang sedang berani datang untuk berbicara kepada Mama."
Miranda pun langsung menghampiri Siska dan merangkul Siska.
__ADS_1
"Baguslah Siska, itu tandanya kamu berani untuk berhadapan langsung dengan Kania. Tenang yaa Tante aku ada di belakang kamu untuk mendukung kamu yaa."
Siska hanya tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Miranda kepada nya.