Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #214#


__ADS_3

Aliya pulang ke rumah nya dia tidak tahu jika Fabian yang sudah menunggu nya di rumah.


Aliya begitu sangat terkejut sekali ketika melihat mobil suami nya yang ada di depan rumah nya.


"Dia benar-benar tidak berkerja, ada apa ini yaa."


Aliya langsung berlari menuju ke dalam rumah nya dan ketika Aliyaa membuka pintu dia melihat suaminya yang sedang memainkan handphone nya.


"Kamu tidak berkerja hari ini,?"


Tanya Aliyaa kepada suaminya sambil berdiri di hadapan nya.


"Tidak aku malas untuk bekerja."


Jawab Fabian sambil menyimpan handphone nya.


"Kenapa,? bukan kah kamu sekarang ada yang bertanggung jawab atas perusahaan."


Fabian tersenyum tipis kepada Aliyaa.

__ADS_1


"Tapi aku bukan pemimpin perusahaan itu,? aku hanya asisten pribadi saja tapi pekerjaan ku seperti yang mempunyai perusahaan tersebut."


Aliya begitu sangat terkejut sekali ketika melihat sikap Fabian yang berubah drastis.


"Kamu sudah dari mana saja,? apakah kamu hanya kuliah saja hari ini? tidak pergi ke mana-mana atau bertemu dengan seorang?."


Fabian menginginkan kejujuran dari Aliyaa.


"Hmmmm, aku pergi ke Restoran Om Irfan. Aku bertemu dengan Siska dan juga Rendy untuk membantu hubungan mereka berdua agar lebih baik lagi."


Fabian seketika dia langsung tertawa ketika mendengar perkataan Aliyaa.


Fabian merasa sangat emosional sekali karena Aliyaa yang tidak menceritakan semuanya dengan jujur tentang pertemuan nya bersama dengan Dokter El-Rivan.


Seketika Aliyaa pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan suaminya itu.


"Aliya, aku sangat mencintaimu. Dan juga tahu perjuangan ku untuk bisa mendapatkan cinta dari mu. Tapi kenapa sekarang aku merasa sangat tidak nyaman sekali dengan hubungan kita yang banyak dengan ketidak kejujuran."


Fabian menatap wajah Aliyaa yang kelihatan sangat ketakutan sekali.

__ADS_1


"Aliya, aku tidak tahu harus bagaimana lagi sekarang. Jika kamu menginginkan untuk kita yang tidak saling peduli satu sama lain ayo kita lakukan saja."


Fabian pun memilih untuk masuk ke kamar yang dulu pernah di tempati nya.


"Saling tidak peduli satu sama lain, apa maksud ucapan nya itu."


Aliya pun langsung masuk ke dalam kamar nya, dia merasa sangat lelah sekali Aliyaa juga lebih memilih untuk mengunci pintu kamar nya.


Aliya membaringkan tubuh nya dia merasa sangat lelah sekali untuk melakukan aktivitas nya sehari-harinya.


"Seperti nya program kehamilan ku gagal di hari ini, aku sudah tidak akan melanjutkan nya lagi. Aku sudah tidak akan meminum obat-obatan yang diresepkan oleh Dokter, karena itu percuma saja tidak ada hubungan yang baik diantara kita berdua."


Aliya merasa sangat takut jika Fabian kembali seperti dulu lagi yang tidak mau berkerja dan mengandalkan pendapatan dari Mama nya.


"Apakah dia akan menjadi lelaki seperti dulu lagi, yang hanya ingin bersenang-senang tapi tidak mau berkerja."


Aliya sampai menggelengkan kepalanya berkali-kali dia tidak mau hal tersebut terjadi dengan suaminya sekarang.


"Aku tidak hal itu terjadi kembali, tidak akan aku biarkan jika dia yang hanya ingin diam di rumah tidak mau bekerja keras untuk kehidupan. Dia adalah kepala rumah tangga yang harus berjuang apa jadinya jika dia tidak mau bekerja kembali di perusahaan."

__ADS_1


Aliya mulai menghawatirkan kondisi perusahaan nya.


__ADS_2