
Siska dan Rendy pun memperhatikan Aliya tapi mereka berdua melihat jika Aliya yang begitu sangat tegar dan kuat dalam menyembunyikan penyakit nya.
Dokter Nadia memeluk erat tubuh Aliya, dan Fabian pun berada di belakang Aliyaa.
"Aliya sayaaaaang, selamat bertambah umur yaa Nak. Sehat selalu yaa sayaaaaang dan semoga kamu menjadi seorang Dokter yang hebat."
Aliya melepaskan pelukan erat dari Dokter Nadia dan dia pun memeluk suaminya, Fabian merasakan pelukan yang begitu sangat berbeda dari Aliya pelukan yang sangat hangat sekali tidak seperti biasanya.
Aliya masih bisa menahan tangisnya di pelukan Fabian.
"Mas, aku ingin sekali kamu setiap bersama dengan ku. Menikmati hari-hari indah bersama dengan ku yaa."
Ucapan Aliya yang begitu sangat tulus dari hati membuat Siska tidak bisa menahan air mata nya.
Rendy mencoba untuk menenangkan perasaan Siska.
"Kamu jangan menagis jika kamu menagis Aliya pun akan ikut menagis."
Bisik Rendy di telinga Siska dengan suara yang sangat pelan-pelan sekali.
Siska pun hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.
Mereka berdua melihat Aliya yang begitu sangat erat sekali memeluk Fabian.
Irfan merasa sangat curiga sekali terhadap Siska dan Rendy melihat seperti sedang membicarakan sesuatu.
Dan Irfan pun akhirnya menyadari jika Aliya yang baru saja pulang dari rumah sakit.
Irfan langsung menghampiri Siska dan juga Rendy.
__ADS_1
Keberadaan Irfan yang berada di belakang Siska dan Rendy pun membuat mereka berdua mundur agar bisa bersama.
"Dimana Miranda dia tidak ada,? kemana dia pergi. Tega sekali dia tidak datang."
Irfan terlihat sangat emosional sekali dengan Miranda.
"Sudahlah tidak perlu ada kehadiran Tante Miranda, hanya untuk memperkeruh suasana saja. Ada Dokter Nadia yang menjadi pengganti Tante Miranda dia jauh lebih baik dalam segala hal."
Rendy pun merasa sangat emosional sekali karena dia yang semakin merasa kasihan kepada Aliya.
"Siska bisa kita bicara di belakang, Om ingin tahu bagaimana hasil dari pemeriksaan Aliya."
Siska pun hanya bisa terdiam saja ketika mendengar perkataan tersebut.
Dan ketika Siska mau menceritakan semuanya kepada Irfan dan juga Rendy.
Aliya begitu sangat terkejut sekali ketika melihat kedatangan Mama nya.
"Mama, Mama datang ke sini ke acara ulang tahun ku."
Suara Aliya terdengar sangat bergetar sekali dia pun langsung berlari menghampiri Mama nya.
Aliya memeluk erat tubuh Mama nya, dia menagis di pelukan Mama nya seperti meluapkan semua perasaan yang sekarang sedang dia rasakan.
Semua pun merasa sangat heran sekali ketika Aliya yang melakukan hal tersebut tidak seperti biasanya.
"Mam aku sakit Mam aku sakit."
__ADS_1
Aliya secara tidak langsung dia seperti mengadu kepada Mama nya tapi Miranda tidak menyadari nya.
Miranda hanya bisa terdiam saja ketika Aliyaa yang menangis tersedu-sedu di pelukan nya.
"Aliya kamu kenapa,? kenapa kamu menangis histeris seperti ini di hari ulang tahun mu."
Fabian pun mencoba untuk menghampiri mereka berdua dan Aliya pun akhirnya melepaskan pelukan erat nya.
"Maafkan aku Mam, aku yang terbawa suasana hati aku."
Aliya pun menghapus air mata nya dan dia mencoba untuk tersenyum manis kepada Mama nya.
"Terimakasih banyak Mama yang sudah bisa hadir di acara ini."
Siska pun tidak bisa menahan rasa sedih nya dia memilih untuk pergi keluar dari ruangan tersebut.
"Rendy kejar Siska dia berlari ke luar tadi."
Rendy pun langsung mengejar Siska dan pikiran Irfan semakin negatif terhadap Aliya.
"Tidak seperti biasanya Aliyaa menangis seperti itu di hadapan Miranda, Aliya apa yang sebenarnya terjadi dengan mu."
Irfan sampai memejamkan mata nya dia yang begitu sangat menghawatirkan kondisi Aliya.
Miranda memberikan bucket boneka untuk Aliya dan juga di hiasi dengan coklat dan makanan yang lain nya.
"Ini untuk kamu Aliya, bukan kah dulu kamu sangat suka dengan coklat."
Aliya pun mengambil pemberian dari Mama.
__ADS_1