
Ternyata benar saja apa yang di katakan Siska, nama Siska pun akhirnya di panggil.
Veronica pun langsung memegang tangan Siska masuk ke dalam ruangan tersebut.
Dokter El-Rivan tersenyum manis ketika melihat Veronica yang datang mendampingi Siska.
"Siska Aurora, sekarang kandungan mu yang sudah memasuki usia 8 bulan yaa Siska. Hpl bulan depan yaa Siska semoga saja bisa lahiran normal ya."
Siska pun langsung berbaring dan Veronica mem video kan ketika USG berjalan, Veronica merasa sangat terharu sekali ketika melihat dua janin yang ada di dalam perut Siska.
"Astaga luar biasa sekali yaa, sehat-sehat yaa kalian berdua."
Dokter El-Rivan melihat semuanya sangat baik sekali tidak ada yang menghawatirkan di kondisi kandungan Siska.
"Siska sekarang siapa yang mengantar kamu ke sini,? apakah dia Kakak perempuan mu?."
Veronica pun langsung menjulur kan tangan nya untuk bisa bersalaman dengan Dokter El-Rivan.
__ADS_1
"Perkenalkan saya Veronica Aurora, saya kakak perempuan nya Rendy."
Dokter El-Rivan pun bersalaman dengan Veronica.
"Saya El-Rivan, saya juga teman baik Rendy."
Dokter El-Rivan merasa jatuh cinta dengan kecantikan Veronica, dia pun langsung menuliskan resep untuk Siska.
"Cantik yaa Dokter, dari pada memperhatikan terus wajah Kak Veronica. Dia singel loh jika kalian berdua bersama aku merasa sangat cocok."
Siska pun langsung tersenyum manis kepada Dokter El-Rivan, dan Siska pun lupa jika kabar nya Aliyaa yang sedang dekat dengan Dokter El-Rivan.
"Siska, kenapa kamu harus bicarakan seperti itu dengan Dokter El-Rivan. Malu sekali kan dia itu seorang Dokter pantas nya yaa dengan Dokter lagi."
Siska dan Veronica pun menunggu obat untuk Siska dan mereka pun berniat untuk pergi makan di Restoran sebrang Rumah Sakit.
"Dokter El-Rivan cocok dengan Kak Veronica, sama-sama cantik dan tampan. Aku berharap kalian berdua bisa bersama karena aku merasa sangat kasihan sekali melihat Kak Vero yang selalu di sebut mempunyai hubungan spesial dengan Kak Fabian."
__ADS_1
Siska teman dekat Aliyaa pun merasa sangat kesal dengan sikap Aliyaa kepada Veronica, bahkan dia pun merasa ingin membatalkan untuk memberikan salah satu anak nya untuk Aliyaa.
"Aku berniat untuk memberikan salah satu anak ku kepada Aliyaa, tapi sekarang ketika aku berpikir lagi lebih baik aku saja yang mengurus nya bersama dengan Ibu."
Veronica merasa sedih mendengar Siska yang sampai ingin memberikan salah satu anak nya, karena Veronica berpikir jika Siska yang hanya sendirian.
"Siska, Kak Vero tidak akan diam. Kak Vero akan membantu kamu untuk membiayai anak-anak. Walaupun sekarang sebenarnya Tante Kania yang sedang menyiapkan perjodohan Rendy dengan Bianca."
Siska pun hanya bisa pasrah saja jika Rendy yang akan di jodohkan oleh Mama nya.
"Aku tidak memikirkan nya Kak, sekarang aku hanya fokus pada kesehatan ku dan anak yang ada di dalam kandungan ku ini karena bulan depan aku sudah akan melakukan persalinan."
Veronica pun langsung memeluk erat Siska.
"Kamu yang sabar yaa, semuanya pasti akan indah pada waktunya yaa sayaaaaang. Banyak yang sayang dengan kamu."
Veronica mencoba untuk menyemangati Siska agar dia tidak merasa kesendirian dan kesedihan menjelang persalinan nanti.
__ADS_1