Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #292#


__ADS_3

Miranda mengikut Fabian dan Veronica, dia melihat Veronica yang masuk ke dalam Apartemen dan Fabian pun masuk ke pintu Apartemen dengan jarak yang berdekatan.


"Sejak kapan mereka berdua seperti ini, ini sangat membuat ku marah."


Miranda pun langsung menekan tombol bell, dan Fabian pun langsung membuka nya.


Melihat Miranda berada di hadapan nya, seketika Fabian pun langsung perkataan Veronica.


"Bisakah kamu mempersiapkan aku untuk masuk karena tidak mungkin aku bicarakan semuanya di luar seperti ini."


Fabian membukakan pintu nya dia pun yang belum menganti baju kerja nya.


Tanpa di persilahkan untuk duduk, Miranda memilih untuk duduk sendiri.


Fabian pun hanya terdiam saja dia menunggu Miranda yang berbicara.


"Kedatangan aku ke ini meminta kamu untuk secepatnya membereskan berkas-berkas perceraian kalian berdua, karena aku sudah ingin Aliyaa bebas dari pembicaraan negatif."


Fabian pun tersenyum manis kepada Miranda.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang membuat kamu ingin Aliyaa secepatnya berpisah dengan ku, apakah kamu yang masih menginginkan tidur bersama dengan ku."


Seketika Miranda pun langsung merasa emosi dengan perkataan Fabian kepada nya.


"Jaga ucapan kamu yaa Fabian, ucapan mu itu sangat merendahkan harga diri ku."


Mata Miranda sampai berkaca-kaca ketika mendengar perkataan Fabian.


"Aliya yang menjalankan hubungan dengan ku, tapi kenapa kamu sebagai seorang Ibu yang lebih menginginkan perpisahan ini. Kita berdua punya masa lalu bersama dan aku mengetahui jika kamu yang begitu sangat mencintai ku kan. Kamu sampai memberikan fasilitas yang fantastis hanya untuk aku."


Miranda yang merasa sudah tidak tahan lagi dengan perkataan Fabian dia pun sampai berdiri dari kursi nya.


Miranda menangis tersedu-sedu di hadapan Fabian dia masih tidak menyangka jika Fabian tega mengatasi hal tersebut kepada dirinya.


"Jika kamu menginginkan Aliyaa bahagia, jangan pernah ikut campur dalam kehidupan rumah tangga nya."


Irfan yang berada di depan pintu Apartemen Fabian, dan Veronica yang melihat nya.


"Bukan itu adalah Om Irfan yang menikah dengan Dokter Nadia, untuk apa dia berada di depan pintu Apartemen Fabian."

__ADS_1


Veronica pun menghampiri Irfan dan menepuk pundak Irfan, seketika Irfan pun langsung terkejut dia langsung membalikkan badannya.


"Astaga aku sangat terkejut sekali."


Veronica pun tersenyum manis kepada Irfan.


"Om Irfan ada apa berada di depan pintu Apartemen Fabian, kenapa tidak langsung saja tekan tombol bell nya."


Irfan pun merasa binggung dia harus mengatakan apa kepada Veronica, dan tiba-tiba terdengar suara teriakan kencang dari dalam Apartemen Fabian.


Membuat Irfan dan Veronica pun langsung masuk ke dalam Apartemen tersebut, dan begitu sangat malu nya Miranda ketika melihat Irfan dan Veronica melihat dia menangis di hadapan Fabian.


Veronica pun langsung berpikiran terhadap Miranda, Fabian pun langsung tersenyum manis ketika dia bisa mempermalukan Miranda dengan mengatakan.


"Aku sudah tidak mencintai mu, aku mencintai Aliyaa Mutiara."


*Plaaaakkkk, Plaaaakkkk*


Miranda menampar pipi Fabian sampai berulang kali nya dan membuat Irfan langsung menghampiri Miranda.

__ADS_1


Fabian hanya bisa terdiam menahan rasa sakit yang luar biasa.


__ADS_2