Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *117*


__ADS_3

Rendy memperhatikan Veronica ketika dia ingin mengajak nya bertemu dengan Aliyaa.


"Kak, tidak apa-apa ayolah kita pergi melihat. Agar tidak ada kesalahpahaman lagi jika Kakak dan Fabian memang sudah tidak ada lagi hubungan spesial."


Veronica masih tampak diam dia seperti tidak mau bertemu dengan Aliyaa.


"Hmmmm, Aliyaa tidak tahu kan kalau Kakak itu adalah mantan kekasih suaminya. Jadi yaa Kakak perkenalkan diri Kakak sebagai sekertaris Fabian saja."


Veronica seperti tidak mempunyai pilihan lagi dan akhirnya dia pun mau mengikuti apa yang di katakan oleh Rendy.


"Baiklah, aku mau melihat Aliyaa di Rumah Sakit."


Mereka berdua pun akhirnya melanjutkan perjalanan nya menuju ke Rumah Sakit, nampak sekali Veronica yang seperti gugup sekali dia memikirkan apa yang harus dia bicarakan dengan Aliyaa.


Veronica pun juga memikirkan bagaimana jika ada orang tua Fabian di ruangan tersebut, dia tidak mau sampai kehilangan pekerjaan nya apalagi dia yang sudah menolak Miranda untuk datang ke Coffe.


Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan Rumah Sakit, Rendy lupa tidak membelikan sesuatu untuk Aliyaa dan dia pun memilih untuk menyebrang untuk membelikan buah-buahan untuk Aliyaa.


Sedangkan Veronica memilih untuk duduk menunggu kedatangan Rendy.



Rendy pun meninggalkan Veronica dan Veronica pun seperti memikirkan apa yang akan dia bicarakan di dalam nanti ketika bertemu dengan Aliyaa.


"Kenapa aku harus seperti ini yaa, kenapa aku harus deg-degan seperti ini. Astaga Veronica kamu sudah tidak mempunyai hubungan lagi dengan Fabian dan ingat lah Fabian itu hanya masalalu kamu yaa apalagi dia itu adalah atasan kamu. Ingat pekerjaan Veronica karena itu yang kamu cari."


Rendy melihat Veronica yang memejamkan mata nya sambil berbicara sendiri, beruntung nya Rendy membelikan bunga dan buah-buahan untuk Aliyaa.


"Ayoo Kak, kita masuk yuu. Nih Kak Vero bawa bunga sedangkan aku bawa buah-buahan."


Veronica pun mengambil bunga tersebut dan mereka berdua berjalan menuju ke ruangan Aliyaa.


"Hmmmm, Rendy."


Veronica menghentikan langkah kaki nya.


"Iya Kak, ayo kita lanjutkan sudah nanggung nih ruangan nya di sana."


Rendy menarik tangan Veronica, dan mereka pun akhirnya berada di depan ruangan Aliyaa.


Rendy mengetuk pintu terlebih dahulu dan langsung membuka nya, Aliyaa pun tersenyum manis kepada Rendy.


"Rendy ayo silahkan masuk."

__ADS_1


Ucapan hangat dari Fabian yang menyuruh Rendy untuk masuk ke dalam ruangan nya.


Tapi ketika Fabian menghampiri Rendy, dia seketika langsung terkejut ketika melihat Veronica yang ada di belakang Rendy.


Veronica lebih memilih untuk menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap wajah Fabian.


"Hallo Aliyaa, bagaimana dengan kondisi mu sekarang?."


Tanya Rendy sambil menarik tangan Veronica untuk bisa masuk ke dalam ruangan tersebut.


Seketika mata Aliyaa pun langsung tertuju pada wanita yang berada di belakang Rendy.


Fabian mencoba untuk menenangkan perasaan dia tidak mau terlihat gelisah di hadapan Aliyaa.


Lania sebagai ibu kandung Fabian dia seperti mengenal dengan wanita yang yang bersama dengan Rendy.


Tapi Lania lebih untuk diam ketika dia melihat ekspresi wajah Fabian yang terlihat tidak seperti biasanya.


"Rendy kamu bersama dengan siapa itu,?"


Tanya Aliyaa yang berpura-pura tidak tahu.


"Aliya perkenalkan ini adalah Kakak perempuan ku, dia bernama Veronica Leticia."


Veronica pun menjulurkan tangan nya untuk bisa bersalaman dengan Aliyaa.


Mereka berdua pun akhirnya bersalaman dan Fabian yang lebih memilih untuk diam di dekat pintu membuat Aliyaa bertanya-tanya kenapa dia lebih menghindari bersama dengan sekretaris nya itu.


"Kamu itu sekertaris nya suami saya ya,? kamu bekerja di perusahaan milik Mama saya ya?. Selamat yaa kamu bisa dengan mudah berkerja di sana."


Fabian seketika langsung terdiam ketika Aliyaa yang mengetahui jika Veronica itu adalah sekertaris nya.


Sedangkan sebelum nya Fabian belum bercerita tentang Veronica kepada Aliyaa.


"Saya masuk ke perusahaan itu dalam tahap seleksi kok, tidak langsung mudah untuk bisa jadi sekretaris. Selama saya berkerja Bu Miranda selalu mencoba untuk mencari kesalahan saya tapi beruntung nya saya bisa berkerja dengan sangat baik."


Veronica mulai terpancing emosi nya tapi dia menutupi dengan senyuman manis nya.


Tapi Rendy mencoba untuk mencairkan suasana di dalam ruangan.


"Hmmmm Aliyaa, bagaimana dengan kondisi kamu sekarang."


Rendy mendekati Aliyaa sambil menyimpan buah-buahan yang dia beli.

__ADS_1


"Kondisi ku semakin membaik, besok juga aku sudah bisa pulang."


Fabian mencoba untuk menghampiri Aliyaa sedangkan Lania yang memilih untuk keluar dari ruangan tersebut.


Fabian mencoba untuk fokus pada Aliyaa dia tidak melirikan mata nya sedikit pun kepada Veronica.


Veronica merasa kehadiran hanya sebagai patung saja dan Veronica pun memberikan bunga kepada Aliyaa.


"Ini bunga untuk mu semoga kamu cepat sehat kembali yaa."


Aliya mengambil bunga tersebut dan menyimpan nya di sebelah bantal nya.


"Terimakasih banyak Veronica, kamu begitu sangat cantik dan seksi sekali."


Veronica hanya tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Aliyaa kepada nya.


Veronica mengeluarkan handphone dia tas nya dan tatapan mata Aliyaa begitu sangat tajam sekali ketika melihat handphone Veronica yang begitu sangat sama dengan dirinya.


Aliya yang mengingat jika suami yang pernah menayakan tentang handphone dirinya, tapi Aliyaa mencoba untuk tetap berpikir positif.


"Hmmmm, maafkan saya ada panggilan telephone masuk saya harus menjawab nya dulu."


Veronica memakai alasan ini agar bisa keluar dari ruangan tersebut, padahal itu hanya suara alarm handphone Veronica.


Dan Veronica pun akhirnya bisa keluar dari ruangan tersebut dia sampai menghelakan nafas panjang nya berkali-kali.


"Akhirnya aku bisa keluar juga, aku merasa bebas dan bisa bernafas lega di sini."


Veronica memilih duduk di ruangan tunggu dia lebih memilih memainkan handphone nya.


Rendy merasa jika Veronica yang merasa tidak nyaman sekali maka nya dia beralasan untuk keluar ruangan.


"Aliya seperti nya aku harus pergi dulu yaa, semoga kamu bisa secepatnya sehat kembali yaa."


Rendy pun bersalaman dengan Fabian ketika dia hendak pergi dari ruangan tersebut.


"Hati-hati yaa Rendy, dan terimakasih sudah mau datang untuk melihat Aliyaa."


Fabian pun memilih untuk mengantarkan Rendy hanya sampai pintu saja.


Melihat Rendy yang sudah keluar Veronica pun berdiri dari tempat duduk nya.


Veronica tidak berani berkata-kata dia seperti ingin cepat-cepat pergi dari Rumah Sakit ini.

__ADS_1


Perasaan yang memang sudah tidak ada tapi rasa canggung yang tidak bisa untuk di sembunyikan oleh keduanya.


Rendy pun menarik tangan Veronica untuk segera pergi sedangkan Fabian dia merasa sangat takut ketika harus kembali masuk ke dalam ruangan untuk bertemu dengan Aliyaa.


__ADS_2