Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *116*


__ADS_3

Kembali nya Miranda ke kantor membuat Veronica merasa sangat terkejut sekali, dia yang merasa senang ketika tidak melihat Miranda akhirnya harus menghadapi sikap Miranda yang begitu sangat keras sekali kepada nya.


Miranda pun menghampiri Veronica dan membuat Veronica merasa sangat gugup sekali.


"Saya ucapkan terimakasih banyak atas yang sudah kamu lakukan untuk perusahaan kita, yaa sebenarnya aku tahu jika ini berkat bantuan dorongan dari Fabian sehingga kamu bisa berani berbicara dengan orang yang penting."


Miranda pun menjulurkan tangannya kepada Veronica dan mereka berdua pun bersalaman hangat.


"Terimakasih banyak atas ucapan nya Bu Miranda, saya akan mencoba untuk lebih baik lagi ke depan nya."


Setelah bersalaman dengan Veronica, Miranda pun langsung masuk ke dalam ruangan nya.


Ingin rasanya Veronica menayakan tentang Fabian, tapi dia takut itu hanya membuat permasalahan saja.


Veronica pun kembali dengan pekerjaan nya.


Miranda memperhatikan terus Veronica, dia pun merasa sudah tidak ada yang harus dia takutkan kepada Veronica.


"Dia memang datang untuk berkerja, dia yang memiliki wajah cantik itu hanya bonus saja. Veronica tidak mungkin menggoda Fabian dan Fabian juga tidak mungkin tergoda oleh Veronica. Hapus pikiran negatif mu terhadap Veronica wahai Miranda Larasati."


Miranda yang hadir di saat jam istirahat merasa waktu begitu sangat cepat sekali, sudah menunjukkan jam berkerja berakhir.


Miranda mencoba untuk mengajak Veronica untuk pergi bersama dengan nya.


"Veronica bagaimana jika kita berdua pergi ke Coffe untuk semakin mengenal satu sama lain nya."


Veronica seketika pun langsung terdiam ketika mendapatkan tawaran tersebut dari Miranda karena dia yang sudah berjanji dengan Rendy.


"Hmmmm maafkan saya Bu Miranda, tapi saya yakin mau bertemu dengan Rendy dia yang mengajak saya untuk makan bersama."


Miranda pun langsung meninggalkan tempat tersebut.


"Oke baiklah saya pulang duluan yaa Veronica."


Miranda pun pergi dan Veronica yang terpaksa berbohong kepada Miranda.

__ADS_1


"Hmmmm, maafkan aku yaa Tante Miranda. Aku berbohong kepada Tante aku yang tidak mau terlalu dekat dengan Tante karena itu hanya membuat permasalahan saja untuk kehidupan ku di kantor ini."


Veronica pun bersiap-siap untuk pergi dia seperti menunggu Miranda yang sudah berjalan jauh.


Tapi ternyata tanpa sepengetahuan Veronica, Rendy memang sudah menunggu nya.


Miranda pun langsung menghampiri Rendy, dan itu membuat Veronica terkejut.


"Untuk apa Tante Miranda mendekati Rendy seperti itu, bisa terbongkar kebohongan ku."


Veronica pun langsung berlari dan berada di belakang Miranda agar bisa mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Kamu adalah lelaki yang baik yaa dan juga Adik yang baik, pertahanan itu semua karena bagaimanapun pun juga bagaimana pun juga walaupun dia kakak mu tapi dia perempuan yang harus di lindungi."


Rendy hanya bisa menundukkan kepalanya ketika Miranda berbicara dengan nya.


Miranda pergi meninggalkan mereka berdua dan Veronica langsung menarik tangan Rendy.


"Beruntung sekali kamu datang, tadi Tante Miranda mengajak aku untuk ke Caffe tapi aku menolak nya."


Rendy pun langsung membuka pintu mobil nya agar Veronica berbicara di dalam mobil.


Rendy menjalankan mobilnya dan Veronica mulai berbicara semuanya kepada Rendy.


"Rendy, semenjak kehadiran Kakak di perusahaan ini dan menjadi sekertaris Fabian. Kakak merasa mereka memandangi Kakak seperti wanita negatif."


Veronica menunjukkan kekesalannya hati nya di hadapan Rendy.


"Berpikir negatif bagaimana Kak,? bukan kah Kakek berkerja sangat profesional sekali dengan Fabian. Dan tidak ada yang mengetahui kan kalau Kakek itu adalah mantan kekasih Fabian jika itu terjadi maka akan sangat berbahaya apabila Aliyaa dia pasti cemburu sekali jika mengetahui nya."


Seketika Veronica pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Rendy.


"Apakah mereka melihat Kakak seperti wanita penggoda yaa,? mereka berpikir jika Kakak yang akan menggoda Fabian."


Rendy pun langsung berpikir seperti itu karena dia tidak meragukan kecantikan Kakak nya tersebut.

__ADS_1


"Sebenarnya itu tergantung dari Fabian sendiri Kak, walaupun sekarang kalian berdua dulu memang saling mencintai. Tapi sekarang semuanya sudah berubah kan, Fabian yang sudah mempunyai Aliyaa dia sudah memiliki ikatan pernikahan dengan Aliyaa dan Fabian pun seharusnya tidak tergoda dengan wanita siapa pun bukan hanya dengan kehadiran Kakak kembali di kehidupan nya."


Berbicara tentang Aliyaa, Rendy pun merasa sangat menghawatirkan kondisi Aliyaa.


"Aliyaaaa, bagaimana yaa kabar nya sekarang. Tadi aku tidak datang ke kampus nya. Semoga saja Aliyaaaa baik-baik saja dan selalu sehat."


Veronica melihat Rendy yang begitu sangat perhatian sekali dengan Aliyaa, dan dia juga mengetahui jika Aliyaa yang sedang di sakit.


"Bukan kah Aliyaa sekarang sedang sakit yaa,? tadi pagi Tante Miranda tidak berkerja dan di gantikan oleh Fabian tapi di saat jam istirahat Fabian pergi dan Tante Miranda datang ke kantor."


Rendy begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar hal tersebut sampai dia memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba.


"Astaga Rendy, hati-hati jangan memberhentikan mobil secara tiba-tiba seperti ini. Ini sangat bahaya sekali loh."


Veronica merasa sangat terkejut sekali dengan sikap Rendy yang seperti itu.


"Maafkan aku, Aliyaa sakit kembali?. Apakah Kakak tahu Aliyaa di rawat di Rumah Sakit mana Ka?."


Veronica melihat perhatian yang sangat berlebih-lebihan sekali yang Rendy tunjukkan kepada Aliyaa.


"Rendy,? Aliya itu sudah mempunyai suami loh. Kenapa kamu sampai terkejut sekali seperti ini, apakah kamu ternyata memiliki perasaan terhadap Aliyaa?."


Rendy tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya terjadi dengan Aliyaa kepada Veronica, dan dia juga merasa jika sikap yang terlalu berlebih-lebihan jika di lihat oleh seorang yang tidak mengenal dirinya sangat dekat sekali dengan Aliyaa.


"Itu hanya spontan saja Kak, aku dan Aliyaa kan dari TK sampai SMP kita selalu satu sekolah dan persahabatan Mama nya Aliyaa dengan Mama Kania juga akrab sekali kan."


Veronica pun mencoba untuk berpikiran positif terhadap mereka berdua.


"Oh seperti itu yaa, baiklah karena kalian berdua itu bersahabat baik sejak kecil sampai dewasa."


Rendy menjalankan kembali mobil nya, tapi dia pun sambil memikirkan Aliyaa karena dia mengetahui kondisi Aliyaa sebelum nya dari Dokter El-Rivan.


Jika kondisi kista Aliyaa yang semakin membesar sehingga harus secepatnya mendapatkan tindakan operasi.


Rendy begitu sangat menghawatirkan sekali Aliya, dia berniat untuk pergi ke Rumah Sakit Permata sekarang juga.

__ADS_1


"Kak Vero, aku ingin melihat kondisi Aliyaa sekarang. Apakah Kakak ingin datang melihat bersama dengan ku."


Seketika Veronica pun langsung terdiam ketika dirinya di ajak untuk bisa melihat Aliyaa karena sebelumnya Veronica yang belum pernah melihat Aliyaa.


__ADS_2