Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #267#


__ADS_3

Miranda di buat oleh sikap Aliyaa dan dia ingin bertanya kepada Aliyaa tentang pembicaraan Irfan kepada dirinya.


Di perjalanan menuju ke rumah nya Aliyaa hanya diam saja karena mengetahui jika Mama nya yang sedang marah besar kepada nya.


Sampai akhirnya sampai di rumah, Miranda dan Aliya pun menuju ke kamar Aliyaa untuk membicarakan semuanya.


Miranda menutup rapat pintu kamar Aliyaa, dia yang ingin fokus dengan membicarakan hal tersebut dengan Aliyaa.


"Aliya, apa maksud dari pembicaraan Irfan? sekarang Mama yang tidak akan membahas apa yang kamu katakan kepada Veronica."


Aliya pun langsung terdiam ketika Mama nya bertanya kepada Aliyaa, dan dia pun mencoba untuk pertanyaan Mama.


"Aku pergi bersama dengan Dokter El-Rivan, aku mencoba untuk membuka hati dengan nya karena aku yang tidak bisa melupakan Kak Fabian begitu saja."


Miranda memperhatikan Aliyaa, dia merasa jika Aliyaa yang masih cinta kepada Fabian.

__ADS_1


"Kamu melakukan itu semua hanya untuk melampiaskan saja,? atau kamu benar-benar cinta dengan Dokter El-Rivan?."


Miranda berharap Aliyaa yang bisa menjawab jujur pertanyaan nya itu.


"Aku mencoba untuk mencintai Dokter El-Rivan, karena aku merasa dia yang bisa menerima kekurangan ku ini."


Aliya mencoba untuk meyakinkan Mama nya, dia harus bisa karena dia yang tidak mau Mama nya mengetahui dia yang masih mempunyai perasaan terhadap Fabian.


"Lalu jika kamu yang sudah tidak mempunyai perasaan terhadap Fabian, kenapa kamu harus selalu memojokkan Veronica dengan perkataan mu itu. Sekarang jika Veronica itu memang mempunyai hubungan spesial dengan Fabian kenapa tidak sedangkan kamu yang sudah tidak punya perasaan terhadap Veronica."


"Iya Mam, aku akan melerakan jika Veronica ingin kembali bersama dengan Kak Fabian."


Aliya merasa sangat lelah sekali ketika dia yang harus berbohong dengan perasaan nya dia pun langsung duduk di tempat tidur nya.


Tatapan mata yang kosong dan berkaca-kaca, dia membayangkan jika suatu saat dia melihat Veronica menikah dengan Fabian.

__ADS_1


"Yasudah, lebih baik kamu istirahat yaa. Lupakan semuanya dan jangan pernah mengulangi nya lagi."


Miranda keluar dari kamar Aliyaa dia menutup rapat pintu kamar nya dan Aliya pun membaringkan tubuhnya.


"Aliya kamu harus bisa melupakan Kak Fabian, melupakan lelaki yang berjanji suci di pernikahan mu."


Aliya memejamkan mata nya dia menagis dan terus menangis, Aliyaa harus bisa melerakan semuanya.


"Aliya kenapa kamu tidak bisa mengikuti apa yang di katakan oleh Mama mu, semua itu demi masa depan mu. Lelaki itu tidak bisa menerima kekurangan mu, walaupun kalian berdua bersama pasti akan selalu bertengkar setiap membahas tentang kehidupan."


Aliya memegang perut nya, dia begitu sangat berharap besar ada keajaiban yang terjadi dengan nya.


Aliya berharap dia yang bisa hamil di saat nanti dia menikah dengan lelaki yang mau menerima nya apa adanya.


"Hadirlah sayaaaaang di saat nanti sudah bisa menemukan yang terbaik, kenyataan aku yang tidak bisa fokus pada kuliah ku tanpa ada cinta di samping ku ini."

__ADS_1


Aliya yang seperti haus akan kasih sayang seorang lelaki yang bisa memberikan dia semangat setiap hari-hari nya.


__ADS_2