Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #287#


__ADS_3

Dokter El-Rivan pun menghampiri Aliyaa dan melihat bayi tampan yang sudah terlahir ke dunia.


"Apa perasaan mu Siska, menjadi seorang ibu yang berjuang keras sendiri tapi kamu yang bisa di temani oleh lelaki yang merupakan ayah dari anak-anak mu ini."


Siska pun kembali menangis dia tidak menyangka bisa bertahan berjuang sendirian sampai akhir nya bisa melahirkan bayi kembar nya.


"Aku merasa sangat bahagia sekali, tapi sekarang aku merasa sangat ketakutan sekali. Aku berharap Rendy tetap saja Amnesia agar bayi-bayi ku selamat dari rencana jahat Tante Kania."


Dokter El-Rivan pun begitu sangat terkejut sekali ketika Mama nya Rendy sampai bersikap seperti itu kepada nya.


"Tapi bayi kembar identik ini tidak berdosa, kenapa dia sampai melakukan hal seperti itu? kenapa tidak menerima saja apa yang sudah terjadi karena bayi-bayi, ini tidak berdosa."


Dokter El-Rivan pun memandangi wajah bayi kembar identik tersebut yang wajah nya begitu sangat mirip Rendy.


"Wajah nya saja sangat mirip dengan Rendy."


Tidak lama kemudian Ibu nya Siska pun datang dia yang begitu sangat bahagia sekali ketika melihat cucu pertama nya.


"Wah sangat tampan sekali cucu-cucu ku ini ya."


Ibu nya Siska pun mengendong salah satu cucu nya tersebut.


"Reymon Putra dan Reynold Putra, itu adalah nama yang di berikan oleh Rendy. Rendy yang menemani ku pada saat melahirkan persalinan normal ini, Rendy yang di telephone oleh Aliyaa."

__ADS_1


Ibu Siska merasa sangat terharu sekali mendengar nya.


"Aliya benar-benar anak yang baik yaa, ibu harus berterimakasih kepada nya."


Dokter El-Rivan melihat kebahagiaan yang terlihat jelas pada Siska dan Ibu nya, tapi tiba-tiba saja Suster datang dan mengatakan sesuatu kepada Dokter El-Rivan.


"Dok, administrasi untuk ibu Siska sudah di lunasi oleh Ibu Aliyaa Mutiara. Dan sekarang Ibu Aliyaa Mutiara yang meminta untuk memberikan fasilitas dan pelayanan yang terbaik untuk Ibu Siska. Sekarang kita pindahkan Ibu Siska ke ruangan yang lebih luas."


Siska pun di pindahkan ke ruangan yang begitu sangat luas dan sangat nyaman sekali, Siska tidak tahu dia harus membalas apa kepada Aliyaa.


"Aku yang begitu sangat jahat sekali kepada Aliyaa, aku harus bagaimana membalas kebaikan Aliyaa kepada ku yaa."


Siska dan bayi kembar nya menikmati fasilitas yang sudah di berikan oleh Aliyaa kepada nya.


"Nona Aliyaa baik-baik saja kan,? kenapa kelihatan seperti sangat pucat sekali."


Aliya pun seketika langsung pingsan ketika dia mau membuka pintu mobil nya, dan Pak Denies pun langsung membawa Aliyaa kembali ke dalam rumah Sakit.


Aliya kelihatan sangat pucat sekali dia pun mendapatkan pelayanan dari Rumah Sakit, Pak Denies pun segera menghubungi Miranda.


Miranda yang sedang sibuk di kantor nya dia pun merasa sangat terganggu sekali dengan panggilan telephone masuk dari Denies.


"Ada apa yaa Pak Denies menghubungi ku, apakah ada sesuatu yang terjadi dengan Aliyaa."

__ADS_1


Miranda pun akhirnya keluar dari ruangan Veronica dia menjawab panggilan telephone masuk tersebut.


*Hallo Pak Denies ada apa yaa*


*Bu Miranda, nona Aliyaa pingsan. Sekarang sedang berada di Rumah Sakit Permata*


*Aliya pingsan kenapa bisa terjadi seperti ini, baiklah saya akan segera ke sana sekarang juga*


Miranda pun langsung mengakhiri panggilan telephone nya dia pun kembali ke ruangan Veronica.


"Veronica, saya harus pergi ke Rumah Sakit Permata. Aliya pingsan saya sangat menghawatirkan kondisi Aloysius."


Miranda pun memberikan pekerjaan nya kepada Veronica.


"Kenapa lagi dengan Aliya, seperti dia memikirkan permasalahan rumah tangga nya yang semakin kacau."


Veronica pun dengan sangat terpaksa dia yang harus mengerjakan pekerjaan perusahaan.


Miranda pun langsung masuk ke dalam mobil nya, dia benar-benar sangat menghawatirkan kondisi Aliyaa.


"Ini pasti karena Aliyaa yang tidak sarapan pagi dan dia di kampus pun tidak sarapan, tapi kenapa Aliyaa harus ada di Rumah Sakit Permata. Rumah sakit itu kan jarak jauh dari kampus Aliyaa."


Miranda pun semakin ingin cepat sampai di Rumah Sakit Permata, dia menghawatirkan Aliyaa yang memiliki penyakit serius kembali.

__ADS_1


__ADS_2