
Miranda melihat Veronica dan dia pun langsung menatap Veronica dengan wajah yang sinis.
Fabian yang mengetahui semuanya dia lebih memilih untuk diam saja, dan Miranda masuk ke dalam ruangan Fabian.
"Bagaimana dengan hasil rapat nya, apakah memuaskan dan bagaimana dengan Veronica di bisa berkerja dengan baik atau tidak"
Fabian ingin profesional dalam bekerja dia tidak mau sampai menjatuhkan Veronica hanya karena kenangan masa lalu.
"Veronica bisa berkerja dengan sangat baik sekali, dia pantas untuk bisa menjadi sekertaris yang baik."
Miranda mencurigai Fabian, apakah Fabian berkata seperti itu karena dia yang sudah tergoda dengan kecantikan Veronica.
"Baiklah jika kamu merasa jika Veronica yang terbaik, tapi kamu juga harus bisa menjaga hati mu untuk istri mu di rumah."
Miranda keluar dari ruangan Fabian dan perkataan Miranda membuat Fabian semakin tertekan.
Miranda seperti ingin segera bertemu dengan Rendy.
"Aku ingin segera bertemu dengan Rendy agar Rendy secepatnya membawa pergi Veronica dari kantor ku ini."
__ADS_1
Miranda semakin merasa pusing sekali sekali ketika dia tidak bisa melampiaskan kekesalannya.
"Miranda kamu harus tetap bersikap tenang dan baik, karena sebenarnya Veronica memang tidak bersalah ya. Hanya aura negatif nya sangat luar biasa sekali."
Jam waktu nya pulang pun berbunyi dengan sangat cepat sekali, Miranda keluar dari ruangan dengan memakai kacamata hitam nya.
Veronica pun membereskan barang-barang nya dan merapikan meja kerja nya, dia pun langsung pulang.
Fabian sengaja menyuruh Veronica untuk pergi duluan dia tidak mau bareng dengan Veronica dia tidak mau menjadi bahan pembicaraan lagi.
"Veronica, kasihan sekali yaa kamu jadi bahan pembicaraan orang-orang. Padahal kamu sendiri tidak pernah melakukan apa-apa."
"Jangan pernah ada yang mencoba untuk membuat kita berpisah, Aliya aku sangat mencintaimu Aliya."
Merasa sudah lebih dari 30 menit, akhirnya Fabian keluar dari ruangan nya dia berjalan menuju ke luar tapi ternyata di luar hujan deras sekali.
Dan dia masih melihat Veronica yang belum juga pulang, dengan sangat terpaksa Fabian pun bertanya kepada Veronica.
"Kamu belum juga pulang,? kamu tidak di jemput oleh Ayah mu?."
__ADS_1
Fabian menghampiri Veronica yang sedang memainkan handphone nya.
"Tidak, seperti nya Ayah tidak menjemput ku. Karena dari tadi dia tidak datang juga. Aku mencoba untuk menghubungi nya tapi nomber handphone Ayah yang tidak aktif."
Fabian yang merasa sangat kasihan sekali melihat Veronica yang harus menunggu taksi sedang kondisi sedang hujan seperti ini.
Dia harus berjalan keluar dari pintu gerbang, baru dia bisa menunggu kedatangan taksi.
Fabian pun menarik tangan Veronica, dia mengajak Veronica hujan-hujanan masuk ke dalam mobil nya.
Veronica pun hanya bisa terdiam saja, dia masuk ke dalam mobil Fabian.
"Aku akan mengantar mu pulang, kamu jangan hawatir yaa. Dan juga jangan banyak bicara kepada orang lain apalagi Miranda jika aku yang mengantarkan kamu pulang."
Veronica menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Fabian yang sangat baik sekali kepada nya.
Veronica tidak tahu harus bagaimana bisa membalas kebaikan Fabian terhadap nya.
"Fabian aku hanya bisa mengatakan terimakasih banyak yaa, atas kebaikan kamu selama ini kepada ku."
__ADS_1
Fabian hanya bisa terdiam saja mendengar perkataan Veronica.