Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *107*


__ADS_3

~Keesokan harinya ~


Fabian terbangun dari tidur pulas nya, dia langsung melihat handphone di pinggir bantal nya. Fabian begitu sangat terkejut sekali ketika mendapatkan pesan dari Miranda.


Fabian membaca pesan tersebut dia pun langsung segera pergi mandi untuk bersiap-siap pergi ke rumah sakit.


Seketika Fabian pun terdiam ketika membaca pesan dari Miranda ketika dia mau membuka pintu mobil nya.


"Rumah Sakit Permata, itu adalah Rumah Sakit yang besar dan Ayah pun kan praktek di sana. Tapi Rumah Sakit itu sangat luas sekali jadi tidak mungkin dengan mudahnya Ayah bisa menemukan Aliyaa."


Fabian masuk ke dalam mobil nya dia melihat bunga yang mau dia berikan kepada Aliyaa.


"Bunga masih sangat segar sekali, aku bisa memberikan kepada Aliyaa."


Dengan kecepatan yang tinggi mengendarai mobil nya, Fabian dengan sangat cepat dia sampai di depan rumah sakit.


Fabian langsung berlari untuk mencari ruangan Aliya, dan akhirnya dia menemukan nya.


Ketika Fabian menemukan ruangan tersebut dia melihat Miranda yang sedang menyuapi Aliya dan Fabian pun mendekati Aliyaa.

__ADS_1


Fabian menyimpan bunga tersebut di sebelah Aliya dan Miranda pun melihat bunga yang di berikan Fabian untuk Aliyaa.


Miranda memilih untuk pergi dan dia memberikan piring kepada Fabian.


"Penyakit lambung Aliyaa yang sudah sangat kronis sekali, sekarang kamu harus memperhatikan makanan Aliyaa jangan sampai Aliyaa telat makan yaa."


Fabian pun menganggukkan kepalanya sambil merasa sangat malu sekali karena dia tidak bisa menjaga Aliya.


Miranda pun pergi meninggalkan mereka berdua.


"Aliya aku menghubungi mu tapi kamu tidak menjawab panggilan telephone dari ku, aku sungguh sangat hawatir sekali Aliyaa."


Fabian pun langsung memberikan handphone kepada Aliya.


"Aku tidak sadarkan diri ketika berada di rumah Mama, dan handphone ku ini seperti terjatuh di mobil."


Aliya pun melihat memang begitu sangat banyak sekali panggilan telephone dari suaminya tersebut.


"Maafkan aku yaa, membuat kamu begitu sangat menghawatirkan istri mu ini."

__ADS_1


Aliya tersenyum manis kepada Fabian dan Fabian pun menyuapi Aliyaa.


"Aliya, lebih baik kita pindah saja yaa jangan tinggal di rumah itu lagi kita beli rumah yang lebih besar dan layak untuk kamu agar kita mempunyai asisten pribadi untuk bisa membantu kamu. Agar kamu tidak kecapean seperti ini kamu ingin makan sudah ada yang menyiapkan."


Aliya merasa sangat sedih sekali ketika dia harus berbohong kepada Suaminya dan juga Mama nya.


Mereka berdua yang begitu sangat menghawatirkan sekali kondisi nya di saat mereka berdua belum tahu penyakit yang sebenarnya terjadi dengan nya.


"Tidak usah yaa, aku tidak mau untuk pergi dari rumah itu. Karena aku sangat mencintai rumah itu, karena rumah itu adalah saksi kisah cinta kita berdua kan."


Fabian memandangi wajah Aliyaa yang terlihat sangat pucat sekali.


"Wajah mu sangat pucat sekali Aliyaa, badan mu pun begitu sangat kurus sekali. Aku gagal tidak bisa membuat kamu bahagia ketika melihat dengan ku."


Fabian menundukan kepalanya di saat dia mengatakan hal tersebut.


"Sudah yaa jangan seperti ini, kenapa harus sampai berkata seperti itu. Aku pasti akan sembuh tidak akan lagi masuk ke ruangan ini lagi, aku berjanji sama kamu."


Aliya mencoba untuk menenangkan perasaan suami nya.

__ADS_1


__ADS_2