
Rendy membawa Fabian ke apartemen nya, Rendy merasa Fabian yang butuh waktu untuk beristirahat dan menenangkan pikiran.
"Fabian, jangan gunakan dulu handphone mu. Istirahat kan dulu pikiran mu yaa, jangan dulu bertemu dengan Aliyaa atau pun Tante Miranda karena itu hanya membuat pikiran mu tidak tenang."
Fabian pun sampai memejamkan mata nya dan menghelakan nafas panjang nya.
"Kamu pakai mobil ku saja, tidak usah banyak berkata. Sekarang kamu fokus saja pada pekerjaan mu jika mungkin kalian berdua berjodoh maka kalian berdua pasti akan kembali."
Mereka berdua pun akhirnya sampai di Apartemen milik Rendy dan ternyata berdekatan dengan tempat Veronica.
"Bukan kah yang sebelah itu Apartemen nya Veronica,? sejak kapan kamu mempunyai Apartemen yang berdekatan seperti ini."
Rendy memberikan kunci nya dan mereka berdua pun masuk ke dalam.
"Aku memberikan Apartemen tersebut untuk Kak Vero, karena dia harus nyaman dia juga harus membayar hutang Ayah nya."
Fabian merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Rendy jika Veronica bekerja keras untuk membayar hutang Ayah nya.
"Pantaslah dia kuat sekali dengan ucapan Aliyaa yang secara tidak langsung menyebut nya wanita penggoda, padahal aku dan Veronica tidak mempunyai perasaan sama sekali."
Fabian pun langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur dia pun merasa sangat lelah sekali.
"Yasudah beristirahat yaa, aku ingin pergi ke Apartemen Kak Vero. Dan juga memberitahu jika kamu berada di sini karena mulai sekarang kamu akan tinggal di sini."
__ADS_1
Rendy pun pergi meninggalkan Fabian dan menuju ke Apartemen Veronica yang jarak nya sangat dekat sekali.
Rendy menekan tombol bell dan Verona pun langsung membuka nya.
"Rendy, kamu di sini ayo masuk."
Rendy pun masuk dan duduk di sofa bersama dengan Veronica.
"Bagaimana rasanya mengantikan posisi Fabian di kantor,? apakah sangat menyenangkan?."
Rendy tersenyum tipis kepada Veronica.
"Luar biasa sekali, aku merasa sangat lelah tapi ini akan ku perjuangan karena pasti gajih yang sangat besar untuk bisa segera melunasi hutang Ayah ku."
Rendy merasa sangat kasihan sekali melihat Veronica tapi percuma saja jika dia membantu nya pun, Veronica tidak akan pernah mengambil uang nya.
Veronica begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Rendy.
"Kamu serius Rendy,? bagaimana mungkin Fabian berdekatan Apartemen nya bersama dengan Kakak bagaimana jika Aliyaa mengetahui nya ? dia semakin saja bisa berbicara sepuasnya dengan Kakak."
Veronica ketakutan kehilangan pekerjaan nya, dia mulai merasa hawatir.
"Tidak akan, lagi pula Aliyaa juga sekarang sedang berhubungan dengan Dokter El-Rivan."
__ADS_1
Rendy memegang tangan Veronica dan tersenyum manis.
"Jangan hawatir Kak, jika Aliyaa mengusik Kakak lawan saja. Jangan takut kehilangan pekerjaan karena sekarang Tante Miranda yang sangat membutuhkan Kakak."
Veronica pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Rendy.
"Yang penting kenyataan kakak tidak melakukan hal tersebut kan, tidak ada hubungan spesial antara Kakak dan Fabian."
Rendy pun membuka jas nya dan menyimpan nya di sofa, dia berjalan menuju ke kamar ke dua.
"Malam ini aku menginap di sini yaa Kak, karena besok aku akan pergi ke kantor bersama dengan Fabian."
Rendy pun langsung masuk ke dalam kamar nya dan Veronica menyiapkan makanan untuk Rendy.
"Aku merasa tidak nyaman yaa kalau Fabian yang berada di dekat Apartemen ku, tapi aku juga sekarang yang sedang menempati Apartemen milik Rendy."
Veronica menuggu Rendy dengan menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
Rendy selesai mandi dia melihat Veronica yang sedang melamun, Rendy pun langsung menghampiri Veronica.
"Kak Vero baik-baik saja kan?."
Veronica terkejut karena dia yang sedang melamun.
__ADS_1
"Kakak baik-baik saja, tapi kakak sedang memikirkan bagaimana dengan kehidupan kakak selanjutnya. Apakah nanti setelah kakak menikah akan bahagia atau seperti Fabian yang penuh dengan permasalahan."
Veronica kembang melamun sebenarnya dia yang merasakan kesepian.