Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #224#


__ADS_3

Veronica pun tidak bisa berkata apa-apa karena Fabian yang sudah masuk ke dalam kamar nya.


"Apa jadinya jika Aliyaa sampai mengetahui nya jika Fabian yang tidur di Apartemen ku."


Verona pun masuk ke dalam kamar nya, dia mengunci rapat pintu kamar nya.


***


Siska terus-menerus tersenyum ketika mengetahui hasil USG nya, dan Dokter Nadia yang baru saja pulang dari Rumah Sakit dia langsung pergi ke kamar Siska.


Dokter Nadia membuka kamar dan melihat Siska yang sedang duduk sambil mengelus-elus perut nya.


"Siksa bagaimana dengan hasil USg nya,? dan apakah Rendy yang mengantar kamu sampai ke Rumah Sakit?".


Siska menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Iya Dokter, Rendy yang menemani ku dan begitu sangat terkejut nya aku ketika Dokter bilang jika aku sekarang sedang hamil anak kembar dan berjenis kelamin laki-laki."


Dokter Nadia pun langsung memeluk erat Siska dia pun merasa sangat bahagia sekali ketika mendengar kabar tersebut.


"Dokter sangat senang sekali Siska, rasanya sudah ingin cepat-cepat melihat kamu melahirkan. Ingin sekali melihat baby boy yang sangat lucu ga."


Siska pun terdiam dia teringat orang tua nya.


"Tapi orang tua ku apakah dia senang yaa, jika mengetahui aku yang sedang hamil anak kembar seperti ini. Mereka bahagia atau tidak yaa jika melihat ketika anak ini terlahir."


Dokter Nadia memegang perut Siska yang sudah membesar.

__ADS_1


"Siska, jangan memikirkan hal seperti itu yaa. Banyak yang sayang kamu loh kami jangan berpikiran seperti ini. Sekarang lebih baik kamu fokus saja pada kehamilan mu ini yaa, ingat kamu yang sedang hamil dua janin."


Siska pun menganggukkan kepalanya.


"Lalu aku dengan Rendy ketika dia mendengar kamu yang sedang hamil kembar dan berjenis kelamin laki-laki."


Siska sampai menghelakan nafas panjang nya.


"Rendy dia memegang perutku ini dan tiba-tiba saja bergetar sangat kencang sekali, seperti dia mengetahui jika Papa nya yang sedang memegang nya."


Dokter Nadia begitu sangat terharu sekali ketika mendengar hal tersebut.


"Dokter yakin sekali ingatan Rendy pasti akan secepatnya kembang, dia pasti akan bertanggung jawab atas semua yang terjadi. Dan kamu akan hidup bahagia bersama dengan Rendy."


Siska merasa tidak mau berpikir terlalu jauh dia tahu karena tidak semudah itu untuk mendapatkan semuanya.


Dokter Nadia pun memilih untuk pergi dari kamar Siska.


"Yasudah yaa, sekarang kamu istirahat yaa sayang. Jangan lupa untuk meminum susu hamil sebelum tidur yaa."


Dokter Nadia pun langsung keluar dari kamar Siska dia merasa sangat tidak tahan untuk menahan rasa terharu nya.


"Haruskah aku bertemu dengan Kania dan memberitahu jika Siska yang sekarang sedang hamil anak lelaki sebagai penerus perusahaan nya."


Dokter Nadia pun memilih masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.


***

__ADS_1


Rendy dia seperti tidak bisa tidur ketika mengingat kembali kejadian di saat dia memegang perut Siska dan merasakan gerakan janin tersebut.


"Kenapa aku merasa sangat bahagia sekali yaa, ternyata bisa bergerak seperti itu yaa."


Rendy sampai tersenyum-senyum sendiri sambil memeluk guling nya.


Kania yang mengetuk pintu kamar pun dia abaikan saja dan membuat Kania merasa emosi dan membuka pintu kamar tersebut.


"Rendy apa yang sedang kamu lakukan,??? Mama mengetuk pintu sampai berkali-kali tapi kamu mengabaikan nya."


Rendy pun seketika dia langsung menghapus khayalan nya dan fokus pada Mama nya.


"Maafkan aku Mam."


Kania memberikan berkas-berkas penting yang harus di bawa oleh Rendy ketika besok masuk ke kantor.


"Besok kamu mulai menjadi pemimpin perusahaan lagi, kamu harus bisa memberikan yang terbaik atau kualitas lebih baik dari sebelumnya. Ingat Rendy kami adalah anak tunggal Mama dan Mama sangat berpengaruh terhadap kamu."


Rendy pun mengambil berkas-berkas tersebut dan dia pun mengingat jika Fabian yang menginginkan untuk bekerja di perusahaan nya.


"Yasudah Mama keluar dulu yaa, ingat fokus dengan pekerjaan mu yaa besok harus bangun pagi-pagi. Karena jam 8 jam kerja sudah di mulai."


Kania pun langsung pergi dari kamar Rendy dan Rendy pun mengeluarkan handphone untuk mengirimkan pesan kepada Fabian.


*Fabian, kamu benar-benar ingin berkerja di perusahaan ku?. Mulai besok aku sudah mulai bekerja jika kamu ingin cepat berkerja segera membuat surat pengunduran diri untuk keluar dari perusahaan Tante Miranda*


Rendy menuggu balasan dari Fabian sambil mempelajari apa yang harus dia lakukan besok pagi.

__ADS_1


__ADS_2