
Kania masuk ke dalam ruangan Rendy tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu membuat Rendy begitu sangat terkejut sekali.
"Kenapa Mama datang begitu saja, aku sedang melamun dan membuat ku kaget."
Kania mengabaikan perkataan Rendy dia langsung duduk.
"Nanti malam kamu harus bertemu dengan Bianca, dia adalah calon istri mu. Dia pengusaha muda dan cantik sekali, dia memiliki bisnis kosmetik yang sangat ternama."
Rendy tidak mengerti dengan apa yang ada di dalam pikiran Mama nya, dia yang tidak mengetahui siap itu Bianca tapi Mama sudah bilang jika Bianca itu adalah calon istri nya.
"Calon istri,? dia siapa? aku tidak mengenal nya. Dan belum tentu juga kita berdua cocok."
Rendy memilih untuk fokus pada laptop nya.
"Cinta itu akan hadir jika kalian berdua bersama, kamu dan Bianca itu sama. Bianca pengusaha dan kamu pun juga sama, sudahlah Mama tidak mau tahu kamu harus nanti malam harus bertemu dengan nya."
Kania pun langsung pergi begitu saja dari ruangan Rendy, dia akan menyiapkan tempat yang akan di datangi oleh Rendy dan Bianca.
"Mama, kenapa Mama seperti ini. Seperti mempermainkan sebuah ikatan pernikahan, jika dia adalah seorang pengusaha juga bagaimana jika penghasilan ku di bawah penghasilan nya. Tidak mungkin dia mau bersama dengan ku."
__ADS_1
Rendy pun mengirimkan pesan kepada Siska kembali.
*Nanti jam istirahat tiba, aku ingin bertemu dengan mu yaa. Di Restoran Om Irfan*
Siska yang kebetulan sedang berada di toilet dia yang bisa membaca pesan dari Rendy.
"Seperti nya ada pembicaraan serius sekali tapi aku yakin terus saja mengabaikan nya."
Siska pun memilih untuk membalas pesan dari Rendy.
*Oke aku tunggu yaa*
"Siska akhirnya mau bertemu dengan ku, semoga saja Siska yang mau jujur dengan ku."
Rendy pun memilih untuk meninggalkan pekerjaan nya, dia keluar dari ruangan dan menghampiri Fabian.
"Fabian aku akan bertemu dengan Siska, baik-baik kamu di kantor yaa."
Fabian berharap jika Siska yang mau jujur kepada Rendy dan ingatan Rendy segera kembali sebelum Rendy menilai dengan wanita pilihan Mama nya.
__ADS_1
Perasaan berbeda yang di rasakan oleh Rendy ketika dia yang akan bertemu dengan Siska.
"Aku merasa sangat bahagia sekali ketika aku akan bertemu dengan Siska, aku semakin yakin jika aku ada sesuatu dengan Siska di masa lalu."
Rendy pun langsung masuk ke dalam mobil nya, dia yang begitu sangat bersemangat sekali.
"Aku akan memberikan bucket bunga untuk Siska dia pasti sangat menyukai nya, dan jika nanti di usia kandungan Siska yang sudah 9 bulan aku akan membelikan banyak baju kembar untuk anak itu pasti sangat menyenangkan sekali."
Rendy pun mengendarai mobil nya dengan sangat cepat sekali dia seperti yang merasa tidak sabar ingin bertemu dengan Siska.
Siska yang akan berlangsung bertemu dengan Rendy, merasakan gerakan aktif yang tidak seperti biasa nya.
Sampai membuat Irfan menghampiri Siska karena terus saja memegang perut nya.
"Siska kamu baik-baik saja kan,? apakah kamu merasa sakit di bagian perut kamu ?."
Irfan pun ikut memegang perut Siska dan dia pun merasakan gerakan janin yang sangat aktif sekali.
"Rendy yang akan menemui ku sekarang, mungkin dia merasa sangat senang sekali ketika Papa nya yang akan datang."
__ADS_1
Irfan merasa sangat terharu sekali ketika ikatan batin yang tidak bisa di bohongi.