Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode 24.


__ADS_3

Fabian berjalan menuju ke ruangan nya dan dia sangat terkejut sekali ketika ruangan yang yang baru.


Ruangan dengan suasana yang baru dan fasilitas yang sangat lengkap sekali.


"Dia sampai harus melakukan ini semua agar aku bisa betah berada di perusahaan ini."


Miranda melihat Fabian karena ruangan Fabian yang di desain dengan kaca yang sangat canggih sekali.


"Hmmmm, aku harus menghampiri Fabian. Tapi setidaknya nya penampilan ku harus rapih dan cantik."


Miranda mengambil cermin dan dia tersenyum manis melihat penampilan nya.


"Aku rasa aku sudah sangat sempurna sekali, dan aku sangat menawan sekali seperti biasanya."


Miranda pun membuka pintu ruangan dan berjalan menuju ke ruangan Fabian.


"Selamat datang Fabian Saputra di perusahaan ini kembali."


Miranda tersenyum manis kepada Fabian dan Fabian pun hanya membalas nya dengan senyuman tipis.


Miranda sangat wangi sekali parfume nya seperti menjadi pewangi ruangan di ruangan Fabian.


Miranda menjulurkan tangan nya untuk bisa bersalaman dengan Fabian dan Fabian pul bersalaman dengan Miranda.


Fabian tidak sedikit pun berbicara dengan Miranda, dia merasa Miranda yang seperti mengabaikan ucapan selamat untuk nya yang baru saja menikah dengan putri cantik nya.


"Fabian, karena kamu sudah menikah dengan Aliya Mutiara. Dan Aliya yang lebih memilih untuk menjadi Seorang Dokter dari pada menjadi seorang CEO, seperti kamu yang akan mengantikan posisi Aliya di perusahaan ini."

__ADS_1


Miranda memang sangat menginginkan sekali momen seperti ini, karena setidaknya walaupun Fabian sudah menjadi milik Putri tapi setidaknya dia masih bisa melihat wajah tampan Fabian.


"Dan, apakah Ibu Miranda tidak mau mengucapkan selamat kepada putri ibu tercinta. Atau masih dengan permusuhan antara ibu dan anak."


Ucap Fabian membuat Miranda seketika langsung terdiam, dan Miranda pun memaksakan diri untuk tersenyum manis kepada Fabian.


"Aku nanti aku bertemu dengan Aliya dan mengucapkan selamat untuk nya, yasudah selamat berkerja kembali Fabian."


Miranda pun memilih untuk langsung pergi begitu saja ketika Fabian membicarakan tentang Aliya.


"Astaga, dia masih saja seperti itu kepada Aliya."


Fabian pun memulai pekerjaan nya kembali.


***


Tapi ketika mereka berdua keluar dari gerbang kampus, Aliya melihat Rendy yang seperti sedang menunggu seseorang.


Aliya pun langsung melirikan mata nya kepada Siska yang sedang sibuk bermain handphone.


Aliya merasa Rendy sangat cocok sekali dengan Siska, dia berniat untuk menjodohkan mereka berdua.


Aliya menarik tangan Siska dan membuat Siska sangat terkejut sekali.


"Hai Rendy, kamu sedang menunggu seseorang ya. Kamu sedang menunggu Siska kan."


Siska begitu sangat terkejut sekali ketika Aliya berbicara seperti itu kepada Rendy.

__ADS_1


Rendy pun di buat tersipu malu-malu ketika mendengar perkataan dari Aliya.


"Apasih Aliyaaaa, jangan seperti itu. Aku tidak mau ya Sakit hati karena Tante Kania tidak mungkin menginginkan anak nya bersama dengan ku ini. Aku tidak mau apa yang kamu rasakan dulu di rasakan kembali oleh ku."


Rendy terdiam ketika mendengar perkataan Siska, dia pun memang merasa jika Mama nya yang sangat pilih-pilih pasangan terhadap nya.


"Rendy, kamu tetap semangat yaa. Jika kamu yakin dengan cinta kamu itu pasti kalian berdua bisa bersama contoh nya seperti aku ini. Aku bisa menikah dengan lelaki yang di sukai oleh Mama ku sendiri, tapi akhir cerita aku yang menikah dengan lelaki itu. Walaupun aku yang sudah mundur dan mengalah."


Siska memeluk erat tubuh Aliya dia membuat Aliya menguatkan hati nya.


"Yasudah yaa Rendy, kita berdua mau mengobrol banyak ya. Kamu jangan mengganggu kita berdua jangan berharap ingin ikut bersama dengan kita. Pergi yaa sana pergi yaa."


Siska pun langsung berjalan menuju ke rumah Aliya.


Rendy pun hanya bisa tersenyum ketika mendengar perkataan Siska kepada nya.


"Perkataan jujur dan apa adanya yang membuat aku menyukai Siska, aku memperjuangkan mu Siska sampai kapan pun."


Rendy pun memilih untuk masuk ke dalam mobil nya, dia pergi ke kantor nya.


Aliya membalikkan badannya dan dia melihat Rendy yang pergi.


"Siska, seperti nya Rendy begitu sangat tulus sekali mencintai kamu deh. Ayolah biar kita berdua menjadi ibu-ibu muda hihi."


Siska pun langsung cemberut ketika mendengar perkataan Aliya.


"Sudah ku bilang, aku tidak cocok dengan Mama nya Rendy. Dia sangat perfeksionis banget loh. Kamu saja Aliya yang cantik dan berprestasi tetap di banyak tanya-tanya bagaimana dengan aku Al. Yang ada sama Tante Kania ribut setiap hari."

__ADS_1


Siska pun langsung memilih untuk berjalan cepat menuju ke rumah tersebut dan Aliya di tinggalkan begitu saja.


__ADS_2