Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode (59)


__ADS_3

Ketika Miranda kembali ke ruangan nya, Veronica Leticia pun datang.


Ternyata Veronica Leticia sangat cantik sekali, dan membuat para pegawai banyak yang memperhatikan wajah nya.


Veronica Leticia.



Dia tidak seperti yang ingin melamar pekerjaan tapi seperti akan pergi bersenang-senang.


"Maaf Mbak, saya Veronica Leticia. Saya ingin sekali bertemu dengan Ibu Miranda Larasati."


Pegawai tersebut pun melihat penampilan Veronica Leticia dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Seperti nya ini yang sedang di cari oleh Miranda semenjak dia yang seperti sedang menunggu seseorang di lantai dasar.


"Sebentar yaa, saya akan menghubungi dulu Ibu Miranda. Silahkan duduk terlebih dahulu."


Veronica pun duduk seperti yang sudah di katakan oleh nya.


*Hallo Ibu Miranda, ada yang ingin bertemu dengan Ibu Miranda*


*Siapa nama nya*


*Veronica Leticia*


*Oh, oke akhirnya dia datang juga. Suruh dia ke ruangan saya antarkan dia*


*Baiklah Bu*

__ADS_1


"Akhirnya dia datang juga yaa, sekarang aku akan ke ruangan Fabian untuk memberitahu hal ini."


Ketika Miranda pergi ke ruangan Fabian, Veronica diantarkan oleh satpam ke ruangan Miranda.


Miranda membuka pintu dan dia lebih duduk, Fabian pun menghentikan pekerjaan nya.


"Kamu sekarang akan mendapatkan sekertaris, dia akan membantu pekerjaan kamu."


Fabian pun seketika saja terdiam ketika mendengar hal tersebut, dan merasa sangat penasaran sekali siapa yang akan menjadi sekertaris nya.


Satpam tersebut melihat Miranda yang sedang berada di ruangan Fabian, dia pun mengetuk pintu dan menyuruh Veronica untuk masuk.


Seketika Fabian pun merasa terkejut sekali melihat wajah Veronica.


"Hallo Tante Miranda saya Veronica Leticia, dan seperti Tante tau jika saya anak siapa."


Miranda begitu sangat terkejut sekali ketika melihat wajah Veronica yang sangat cantik sekali dan dia jadikan sebagai sekertaris Fabian.


"Jadi wanita ini yang akan menjadi sekertaris ku sekarang,? Veronica Leticia."


Miranda seakan menyesali apa yang sudah dia lakukan, dengan berat hati Miranda pun menganggukkan kepalanya.


Karena tidak mau melihat Fabian yang terlalu lama memandangi wajah Veronica, Miranda pun menyuruh Veronica untuk masuk ke ruangan nya.


"Oke Veronica, ayo ikut dengan saya ke ruangan saya."


Tatapan mata Veronica tidak berhenti memandangi wajah Fabian dan Miranda pun menyadari nya.


"Fabian sudah menikah dia sudah memiliki seorang istri dan istri itu adalah putri saya."

__ADS_1


Veronica pun begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar jika Fabian yang sudah menikah dengan putri nya Miranda.


Fabian hanya terdiam saja ketika mendengar ucapan Miranda, dia hanya fokus pada pekerjaan nya.


Miranda dan Veronica pun duduk saling berhadapan.


"Veronica kamu kuliah di luar negeri,? tapi kamu belum tentu juga bisa berhadapan dengan Fabian. Karena kamu yang akan menjadi sekertaris Fabian."


Veronica tersenyum manis ketika mendengar hal tersebut.


"Saya akan menunjukkan kemampuan saya kepada Tante Miranda, hmmmm maksud saya Ibu Miranda Larasati."


Miranda merasa jika jiwa percaya diri Veronica begitu sangat tinggi sekali.


"Baiklah, saya ingin melihat kinerja kerja kamu yaa. Kamu bisa mulai berkerja mulai besok dan ingat jangan sampai kamu membuat saya kecewa karena sangat terlalu mudah sekali kamu bisa berkerja di perusahaan saya."


Miranda pun bersalaman dengan Veronica.


"Jadi sekarang saya pulang lagi dan kembali ke sini besok,? saya tidak di beritahu dulu dasar-dasar nya."


Miranda sengaja tidak memberitahu dia ingin Veronica yang merasa tidak betah dengan pekerjaan atau merasa berat dan sampai melakukan suatu kesalahan yang membuat dia keluar dari perusahaan nya.


"Iya kamu sekarang pulang, dan kembali besok untuk langsung berkerja."


Veronica pun berdiri dari tempat duduk nya.


"Baiklah Ibu Miranda saya pulang dulu."


Veronica terlihat seperti kebingungan sekali dan Fabian pun memperhatikan nya.

__ADS_1


"Bicara apa Miranda kepada Veronica sampai wajah dia seperti orang yang kebingungan seperti itu."


Miranda pun hanya bisa tersenyum manis ketika melihat ekpresi wajah Veronica yang keluar dari ruangan nya.


__ADS_2