
Ketika Fabian hendak menyalakan mesin mobil nya, Aliya pun memegang tangan Fabian sehingga Fabian kembali mematikan mesin mobil nya.
"Mas, antarkan aku untuk bertemu dengan Papa yaa. Hanya Papa yang sekarang aku punya aku ingin sekali sedikit bercerita dengan Papa."
Fabian pun tersenyum sambil mengusap air mata Aliya.
"Iyaa sayaaaaang, kita pergi bertemu dengan Papa yaa."
Fabian pun kembali menyala kan mesin mobil nya, dan dia pun terus memperhatikan Aliya.
Fabian merasa sangat kasihan sekali dengan istri nya tersebut, sekarang mungkin hanya Papa nya tempat dia bercerita.
Di perjalanan Aliya pun terus saja memandangi foto Papa nya, Aliya tersenyum manis meneteskan air mata nya dan mencium foto Papa nya.
Dan akhirnya mereka pun sampai di tempat peristirahatan terakhir Papa nya, Fabian memilih untuk membeli bunga dan Aliya tetap berada di dalam mobil.
Setelah selesai membeli bunga baru Fabian membuka pintu mobil nya dan Aliya berjalan menuju ke lokasi tempat pemakaman.
Aliya pun berjalan sambil menahan air mata sampai akhirnya Aliya berada di depan makam Papa nya.
__ADS_1
Aliya menaburkan bunga dan juga membaca kan Doa untuk Papa nya, Aliya mengelus batu nisan tersebut.
"Pap, aku rindu sekali Papa. Aku ingin sekali bisa memeluk Papa di saat aku sedang sedang seperti ini."
Fabian mencoba untuk menenangkan perasaan Aliya yang sedang meluapkan perasaan kepada Papa nya.
"Papa, sekarang aku sudah menikah. Aku menikah dengan seorang lelaki yang sangat bertanggung jawab terhadap ku yang bisa melindungi ku yang sangat sayang sekali kepada ku."
Aliya pun tidak kuasa menahan air mata nya.
"Pap, aku menikah dengan lelaki yang di cintai oleh Mama. Mama sampai sekarang dia tidak peduli dengan ku lagi, Mama seperti sangat membenci ku Pap. Tapi aku merasa sangat beruntung sekali karena banyak yang menyayangi ku sekarang."
"Aliya sayang sudah yaa sudah, kamu jangan seperti ini yaa. Lebih baik kita segara pulang yaa jangan seperti ini yaa."
Fabian mencoba untuk menenangkan perasaan Aliya dan Aliya akhir nya mau terbangun dan berdiri.
"Aliya pulang dulu yaa Pap, Aliya sayang Papa."
Fabian pun membawa Aliya masuk ke dalam mobil nya, dan membiarkan Aliya menangis di dalam mobil.
__ADS_1
Fabian membiarkan Aliya meluapkan semua perasaan hati nya dia lebih memilih untuk mendiami Aliya.
Karena dia tidak mau mengajak Aliya pulang dengan kesedihan seperti ini.
"Mas, ayo kita pergi ke rumah orang tua kamu."
Fabian melihat mata Aliya yang memerah serta pipi nya yang basah karena tangisan.
"Kamu tenangkan dulu hati dan perasaan kamu yaa, aku tidak mau membawa kamu bertemu dengan Ayah dan Ibu tapi dalam keadaan kamu yang sedih seperti ini."
Aliya langsung mengambil cermin di dalam tas nya, dia mencoba untuk menghapus air mata nya.
Dan memakai bedak serta riasan yang lain nya agar tidak terlihat seperti baru menangis.
"Sudah sekarang sudah cantik yaa dan jangan menagis lagi yaa sayang."
Fabian membelai rambut panjang Aliya.
"Iya Mas, maafkan aku yaa yang sering menangis seperti ini."
__ADS_1
Aliya tersenyum manis kepada suami nya dan Fabian pun akhirnya menjalankan kembali mobil untuk menuju ke rumah nya.