
Kania hanya bisa terdiam saja ketika Veronica yang membawa Siska ke dalam karena kondisi Rendy yang memang belum sadarkan diri.
Kania juga berharap jika Rendy bisa sadar karena kehadiran Siska karena Kania yang tidak mau kehilangan Rendy.
Veronica memegang tangan Siska dengan sangat lembut sekali dan Siska begitu tidak tega ketika melihat kondisi Rendy.
Siska pun tidak kuasa meneteskan air mata nya, dia pun langsung menghampiri Rendy.
"Bangunlah Rendy jangan membuat semua orang menjadi cemas seperti ini, masa depan kamu yang begitu sangat cerah sekali."
Siska memegang tangan Rendy, dia berharap jika Rendy yang bisa sadarkan diri nya.
Veronica merasa jika kekuatan cinta mereka berdua yang sangat kuat sekali, sehingga bisa membuat Rendy sadar.
"Rendy, bangunlah Rendy. Lihat ada siapa di samping mu ini. Seorang gadis cantik yang kamu cintai sekarang ada bersama dengan mu dan berjanjilah setelah kamu sadar kamu akan hidup bahagia bersama dengan nya."
Siska tidak kuasa menahan air mata nya, ingin rasanya Siska mengatakan jika dia sekarang sedang hamil anak nya.
__ADS_1
Tapi Siska tidak mungkin mengatakan nya karena dia tidak mau jika Mama nya Rendy mendengar nya dan ingin membuat dia celaka.
"Siska kamu yang sabar yaa, Rendy pasti akan sembuh dia pasti akan sehat kembali."
Siska merasa jika Veronica yang sangat baik sekali kepada nya, dan dia pun harus mengatakan ini walaupun Aliyaa yang selalu berpikiran negatif terhadap Veronica.
"Iya Kak, semoga saja yaa kak yang terbaik untuk Rendy."
Siska merasakan keram perut kembali dan dia memilih untuk duduk, Siska yang terus saja memegang perut nya membuat Veronica terus memperhatikan nya.
"Siska, kamu baik-baik saja kan ? kenapa dengan perut kamu?."
"Tidak apa-apa seperti nya aku yang sedikit lapar, akhir-akhir ini aku memang sering makan banyak."
Veronica pun tersenyum manis kepada Siska dan memperhatikan seperti ada perubahan di tubuh Siska.
"Iya, lebih baik kamu makan yang banyak yaa tidak usah diet karena kamu juga yang harus kuliah kan butuh tenaga banyak untuk berpikir."
__ADS_1
Siska pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan Siska merasa lebih baik dirinya pergi karena dia yang tidak mau berlama-lama di kamar ini.
"Hmmmm, Kak Vero seperti nya aku pulang yaa. Aku tidak bisa berlama-lama karena sekarang aku juga berkerja mulai besok pagi."
Veronica begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar Siska yang berkerja sambil kuliah.
Siska pun beranjak dari tempat duduk di berpamitan dengan Rendy.
"Aku pergi dulu yaa, cepat sadar yaa ada Mama kamu yang menunggu kamu."
Siska pun berjalan menuju pintu keluar tapi Veronica melihat tangan Randy yang tiba-tiba saja bergerak.
"Siska tangan Rendy bergerak cepat panggil Dokter, tekan tombol ini saja nanti pun Dokter akan datang."
Siska pun langsung menekan tombol tersebut dan Dokter dan Suster pun langsung datang kedatangan Suster dan Dokter membuat Kania yang berada di luar ruangan merasa sangat panik sekali.
"Ada apa dengan Rendy,? apa yang terjadi dengan dia. Astaga Rendy semoga kamu baik-baik saja."
__ADS_1
Melihat Kania panik, Dokter Nadia hanya bisa terdiam saja karena dia tahu pasti Rendy yang sudah mulai sadar kan diri nya.