
Di perjalanan menuju ke pulang Siska hanya memilih untuk diam saja dan Rendy merasa sangat bersalah sekali, Rendy berpikir jika lagu tersebut mempunyai pengalaman di dalam kehidupan Siska.
"Rendy, aku tinggal di rumah Dokter Nadia."
Rendy pun mengantarkan Siska tepat di depan pintu gerbang rumah Dokter Nadia.
"Terimakasih banyak yaa, kamu langsung pulang saja yaa. Tidak usah masuk apalagi mengobrol karena Mama kamu di rumah dia pasti menuggu kedatangan kamu pulang. Dia pasti sangat menghawatirkan kondisi mu."
Siska pun keluar dari mobil Rendy dan Dokter Nadia melihat nya, Dokter Nadia langsung menghampiri mereka berdua.
"Tunggu Rendy kamu jangan pergi dulu."
Teriak Dokter Nadia kepada Rendy yang akan pergi.
"Keluarlah sebentar saja."
Rendy pun mengikuti apa yang di katakan oleh Dokter Nadia dan Siska merasa sangat binggung sekali apa yang akan di katakan oleh Dokter Nadia kepada Rendy.
"Rendy, besok adalah jadwal cek kehamilan Siska. Bawa dia ke Rumah Sakit Permata agar kalian berdua bisa melihat tumbuh kembang dalam layar monitor USG untuk pertama kalinya."
__ADS_1
Dokter Nadia sengaja melakukan ini semua agar Rendy bisa segera mengingat kenangan bersama dengan Siska.
Rendy seperti kebingungan dengan perkataan Dokter Nadia yang seolah-olah jika dia pasangan Siska.
"Kamu tahu kan Dokter El-Rivan Specialis Kandungan yang sangat terbaik di Rumah Sakit Permata."
Siska memandangi wajah Rendy yang seperti masih merasakan kebingungan.
"Yasudah lebih baik sekarang kamu pulang tapi jangan memberitahu kepada Mama kamu jika besok kamu akan pergi ke Dokter Specialis Kandungan bersama dengan Siska."
Rendy pun langsung mengangguk kan kepala sambil tersenyum tipis.
"Yasudah yaa Dokter saya pulang dulu dan Siska selalu jaga kesehatan yaa."
Dokter Nadia melihat Siska yang terus saja tersenyum.
"Kamu bahagia kan, dan bayi yang ada di dalam kandang kamu juga pasti sangat bahagia."
Dokter Nadia mengelus perut Siska.
__ADS_1
"Hallo sayaaaaang, besok pagi Ayah dan Ibu akan melihat kamu yaa. Kamu pasti sangat senang sekali kan yaa."
Dokter Nadia merasa bahagia ketika melihat Rendy dan Siska bisa bersama meluangkan waktu bersama.
"Yasudah sayaang, lebih baik sekarang kamu mandi dan langsung istrirahat yaa. Ibu akan menyiapkan makanan untuk kamu yaa."
Siska mengikuti apa yang di katakan oleh Dokter Nadia, karena Siska merasa apa yang di katakan dan lakukan oleh Dokter Nadia kepada nya itu adalah yang terbaik untuk nya.
Siska masuk ke dalam kamar nya dan dia memegang perut nya.
"Sehat selalu sayang ku yaa, kita berjuang bersama nya yaa sayang."
Siska pun langsung masuk ke dalam kamar mandi dia harus membersihkannya tubuh nya yang kotor.
Rendy terus menerus memikirkan perkataan Dokter Nadia kepada nya yang seakan menyuruh untuk terus bersama dengan Siska.
"Besok aku untuk pertama kalinya pergi ke Dokter Specialis Kandungan, untuk melihat hasil USg. Kenapa aku seperti Ayah dari anak yang di kandung oleh Siska yaa."
Rendy sampai memilih untuk menghentikan mobil nya, dia masih merasa sangat aneh sekali.
__ADS_1
"Rasanya dan aneh sekali tapi aku juga sangat bahagia sekali."
Rendy menyenderkan kepalanya dan dia pun membayangkan andai saja Siska yang tidak sedang hamil maka dia akan menjadikan Siska sebagai kekasih nya.