
Melihat Rendy dengan permasalahan nya, Fabian pun juga terdiam dengan masalahnya juga.
"Eh gimana tadi,? kamu nggak ribut kan sama Tante Miranda dan Aliyaa?."
Rendy merasa sangat penasaran sekali dengan Fabian.
"Aku mulai mencoba menghindari dari Aliyaa, karena kita harus bisa menenangkan pikiran dan perasaan. Aku tidak mau kembali lagi tapi kita bertengkar lagi itu sangat tidak baik."
Rendy merasa jika permasalahan Fabian yang jauh lebih berat dari nya.
"Besok mencoba untuk memberanikan diri untuk bicara dengan Ayah dan Ibu dengan yang sebenarnya terjadi Sekar. Karena mereka berdua wajib mengetahui nya."
Rendy menepuk pundak Fabian.
"Selalu semangat yaa, semoga saja kalian berdua bisa kembali bersama yaa."
Rendy begitu sangat berharap besar Aliyaa dan Fabian bisa kembali.
"Yasudah yaa Fab, seperti kamu harus istirahat yaa. Aku pergi ke Apartemen Kak Vero."
__ADS_1
Rendy pergi dari Apartemen Fabian dan berjalan menuju ke Apartemen Kakak nya, dan dia melihat Kakak nya yaitu baru saja pulang.
"Kak Vero jam segini baru pulang kerja,?"
Veronica tersenyum tipis kepada Rendy.
"Tidak hari ini Kakak gajihn dan membayar hutang-hutangnya Ayah dulu."
Veronica membuka pintu Apartemen dan Rendy pun masuk ke dalam nya.
"Kak, berapa lagi sisa hutang nya? biarkan Rendy yang melunasi nyaa. Supaya Kakak kerja keras pun tidak untuk membayar hutang tapi untuk Kakak bersenang-senang."
"Tidak apa-apa Randy, sekarang gajih Kakak lumayan besar. Jadi kamu tidak usah memikirkan nya yaa, jika Kakak butuh bantuan pasti segera memberitahukan kamu."
Rendy pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari Kakak nya.
Veronica baru menyadari penampilan rapih Rendy yang tidak seperti biasanya.
"Kamu sudah dari mana Rendy,? kamu sangat rapih sekali. Kamu seperti yang mau bertunangan saja."
__ADS_1
Veronica terus saja memandangi penampilan Rendy.
"Aku baru saja bertemu dengan wanita pilihan Mama, aku akan di jodohkan dengan wanita itu."
Seketika Veronica pun langsung terdiam dia memikirkan bagaimana dengan Siska, jika sampai Siska mengetahui semuanya.
"Setelah pulang dari Restoran, seketika aku merasa sangat bersalah sekali dengan Siska. Aku yang memikirkan Siska. Aku merasa menghianati perasaan Siska."
Veronica pun semakin mendekati Rendy, ingin rasanya dia menceritakan hal kepada Rendy tapi hal itu percuma karena Rendy pasti tidak akan percaya dengan apa yang di ceritakan oleh Veronica.
"Kakak berharap ingatan mu secepatnya kembali Rendy, karena sekarang percuma jika Kakak menceritakan semuanya kepada kamu pun tidak akan percaya dan pasti bertanya-tanya apakah benar atau tidak."
Rendy merasakan cinta kepada Siska tapi tidak tahu bagaimana kelanjutan cinta mereka berdua.
"Yasudah Rendy, lebih baik sekarang kamu langsung istirahat saja yaa. Karena kamu pasti sangat lelah sekali sudah bekerja dan sekarang kamu juga harus menghadapi soal perjodohan kamu bersama dengan wanita lain."
Rendy pun mengikuti apa yang di katakan oleh Veronica, Rendy yang merasa sangat nyaman sekali ketika dia bisa bersama dengan Veronica.
"Kenapa Tante Kania sampai harus melakukan ini, sedangkan Tante Kania tahu jika Siska yang sekarang sedang hamil anak Rendy. Seharusnya dia bertanggung jawab bukan sibuk mencari wanita untuk Rendy, sangat kejam sekali yaa padahal dia pun seorang ibu pasti merasakan nya."
__ADS_1
Veronica pun memilih untuk mandi dan segera beristirahat karena pekerjaan nya yang luar biasa banyak sekali setiap hari nya.