
Siska merasakan gugup sekali ketika dia berduaan dengan Fabian dengan wajah Fabian yang begitu sangat serius sekali.
"Siska apakah kamu mempunyai permasalahan dengan Tante Kania,?"
Pertanyaan Fabian membuat Siska langsung mengerti apa maksud nya.
"Iya Kak, aku mempunyai permasalahan besar dengan Tante Kania. Apakah dia berencana untuk menghabisi nyawa ku ?."
Fabian begitu sangat terkejut sekali mendengar jawaban dari Siska.
"Siska kenapa kamu sampai bicara seperti itu,? apa yang kamu inginkan sampai kamu bisa berbicara seperti itu kamu berani sekali Siska."
Siska merasa sudah tidak ada yang harus di bahas lagi dia pun memilih untuk pergi meninggalkan Fabian.
Irfan yang masih berada di tempat parkir dia mencoba untuk menyusul Siska.
Fabian pun memilih untuk kembali ke kantor nya karena dia melihat mobil Miranda yang ada di parkiran.
"Jika aku berada di sini juga kasihan Veronica yang harus menanggung semuanya."
Fabian kembali masuk ke dalam mobil nya, dia pun langsung menjalankan mobil nya.
Beruntunglah Fabian dan Irfan berbeda arah sehingga Fabian tidak melihat Irfan yang sedang mengejar Siska.
Irfan menyalakan klakson mobil nya dan membuat Siska membalikkan badannya, Irfan pun langsung membuka jendela mobil nya.
__ADS_1
"Ayo Siska cepat naik lah."
Irfan memberhentikan mobilnya dan dia membuka pintu mobil nya, Siska merasa ragu untuk naik ke mobil tapi dia merasa jika Irfan orang baik.
Siska pun akhirnya naik ke mobil Irfan dan dia duduk di kursi depan bersama dengan Irfan.
"Siska apakah kamu baik-baik saja?."
Siska dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Aku sedang tidak baik-baik saja, aku sekarang sedang di incar oleh orang kaya yang berkuasa tinggi."
Irfan seketika dia langsung memberhentikan mobilnya.
"Siska kamu serius,? kamu dalam bahaya sekarang. Astaga siapa orang kaya tersebut."
"Om, antarkan aku pulang Om. Aku sangat lelah sekali sekarang dan capek."
Irfan melihat wajah Siska yang berubah menjadi pucat dia pun sampai memegang kepala nya.
"Baiklah Siska, lebih baik kita pergi dulu ke klinik yaa."
Siska begitu sangat lemah sekali dan membuat Irfan begitu sangat menghawatirkan kondisi Siska.
Irfan pun langsung membawa Siska ke sebuah klinik.
__ADS_1
"Seperti nya tensi nya rendah, Siska yang kurang tidur dan banyak sekali beban pikiran nya."
Ketika sampai di sebuah klinik Siska tiba-tiba saja langsung pingsan dan semakin membuat Irfan merasa sangat panik sekali.
"Astaga Siska kamu sampai pingsan begini, untuk nya sudah sampai di klinik."
Irfan pun langsung membawa Siska dan di bantu oleh orang-orang yang ada di sana.
"Tolong yaa Dok Adik saya yang tiba-tiba saja pingsan tadi di mobil."
Irfan pun menuggu di luar ruangan ketika Siska yang sedang di periksa oleh Dokter.
"Siska semoga saja kamu tidak apa-apa yaa, kamu baik-baik saja."
Irfan begitu sangat gelisah sekali ketika menunggu hasil dari pemeriksaan Siska."
Dia sampai tidak bisa duduk, Irfan terus saja berjalan bulak-balik di depan ruangan tersebut.
Akhirnya Dokter pun keluar dari ruangan dan memberi tahu kondisi Siska.
"Tadi Bapak bilang jika Bapak itu adalah Kakak nya pasien kan?."
Irfan menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Selamat yaa Pak, Adik Bapak sedang hamil muda sekarang."
__ADS_1
Seketika Irfan pun langsung terdiam dalam lamunan nya.