
Melihat Irfan pergi, Dokter Nadia memilih untuk menghampiri Aliyaa di kamar nya.
"Lebih baik aku menghampiri Aliyaa, sebenarnya apa terjadi dengan Aliyaa."
Dokter Nadia membuka pintu kamar Aliyaa dia melihat Aliyaa yang sedang menangis di pelukan Miranda.
Tampa berbicara sedikit kata pun, Aliyaa yang hanya menangis di pelukan Mama nya.
Dokter Nadia pun memilih untuk duduk di samping Miranda, dia merasa terjadi sesuatu dengan Fabian dan Aliya.
"Seperti nya ini adalah permasalahan rumah tangga antara Aliyaa dan Fabian, karena sebelumnya Aliyaa yang sedang menelephone dengan Fabian."
Ucap Dokter Nadia sambil mencoba untuk menenangkan perasaan Aliyaa.
"Aliya sayang ini lah yang di nama kah hidup berumah tangga, tidak selalu saja manis setiap hari. Jika kamu memiliki permasalahan dengan suami kamu selesai secara berdua yaa tidak usah ada bantuan dari Mama kamu karena itu hanya membuat perkara baru saja."
Aliya pun langsung melepaskan pelukan erat dari Mama nya setelah dia mendengarkan perkataan dari Dokter Nadia.
"Lebih baik sekarang kamu istirahat yaa, bicarakan baik-baik besok. Karena jika sekarang kamu dalam kondisi emosional sedang kan posisi suami kamu yang sedang berkerja."
__ADS_1
Aliya pun mengikuti apa yang di katakan oleh Dokter Nadia, dan Dokter Nadia pun memaksa Miranda untuk keluar dari kamar Aliyaa.
Membiarkan Aliyaa untuk bisa menenangkan perasaan nya sendiri, Dokter Nadia pun langsung menutup pintu kamar Aliyaa.
Sedangkan Rendy dan Siska mereka berdua pun hanya terdiam dan kebingungan.
"Bagaimana dengan kita berdua,? apakah kita juga harus pergi dari rumah ini."
Rendy memanfaatkan kesempatan ini agar dia bisa bersama dengan Siska, Rendy menarik tangan Siska untuk masuk ke dalam mobil nya.
Ketika mereka berdua masuk ke dalam mobil tiba-tiba saja hujan deras pun turun. Membuat Siska merasa sangat terkejut sekali.
Rendy pun mengendarai mobil nya dia melihat Siska yang begitu sangat cantik sekali.
"Kamu sangat cantik sekali Siska dan aku menyukai mu."
Seketika Siska pun merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Rendy.
"Apa maksud kamu Rendy,? kita yang tidak akan pernah bisa bersama. Jangan pernah ada lagi kata-kata seperti itu yaa hanya untuk sebuah harapan palsu saja."
__ADS_1
Siska tidak mau hati sakit ketika dia harus membalas cinta dari Rendy, karena Siska tahu jika mereka berdua yang tidak mungkin bisa bersama.
Jika mereka berdua menjalani hubungan pun itu hanya membuang-buang waktu saja.
Melihat ekpresi wajah Siska yang seperti kesal dengan ucapan nya, Rendy pun memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba.
Dan dia menarik tubuh Siska sehingga membuat mereka berdua saling bertatapan wajah.
Rendy semakin mendekati dirinya dengan Siska dan membuat Siska sampai menutup mata nya.
Di deras nya hujan Rendy mencium bibir Siska untuk pertama kalinya, membuat Siska seketika langsung terkejut sekali.
Mencoba untuk mengindari tapi tidak bisa karena Rendy yang begitu sangat kuat sekali.
Rendy menghentikan ciumannya dia memandangi wajah Siska yang mata nya berkaca-kaca memandangi nya.
"Aku cinta padamu Siska Aurora, dan aku berjanji akan menikah dengan mu."
Rendy pun melanjutkan kembali aksi nya tersebut sampai akhirnya Siska pun membalas sentuhan bibir nya kepada Rendy.
__ADS_1