Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #208#


__ADS_3

Aliya lebih memilih untuk pergi meninggalkan Rendy begitu saja dan ternyata Fabian memperhatikan mereka berdua.


Melihat Aliyaa yang sudah pergi Fabian pun menghampiri Rendy, dan Rendy masih memegang kepalanya.


Fabian menarik tangan Rendy untuk berjalan menuju ke rumah nya.


"Duduklah akan ku bawakan minuman untuk mu."


Rendy masih saja memegang kepala nya dia kelihatan seperti sangat kesakitan sekali.


Rendy meminum minuman yang di berikan oleh Fabian kepada nya.


"Apa yang membuat kepala mu sakit,? apakah kamu mengingat sesuatu tentang Siska."


Rendy begitu sangat terkejut sekali ketika Fabian yang menyebutkan nama Siska kepada nya.


"Siska dia sudah hamil dan dia sudah mempunyai pasangan tapi kenapa Aliyaa nanti siang mengajak ku untuk bertemu dengan Siska di Restoran pekerjaan nya."


Fabian pun seketika dia langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari Rendy, lalu apakah pesan tersebut dari Rendy.


"Jadi semalam yang mengirimkan pesan kepada Aliyaa itu adalah kamu,? tapi kenapa kamu meminta untuk bertemu di Restoran dekat Rumah Sakit."


Rendy merasa bingung dengan pertanyaan dari Fabian.


"Aku ketemuan di Restoran Om Irfan, bukan Restoran dekat Rumah Sakit."


Fabian pun menyadari jika Aliyaa memang akan bertemu dengan seseorang lain.


"Dari pada harus menunggu nanti siang, lebih baik kamu datang saja sekarang ke Restoran Irfan kamu tidak lupa kan dengan alamat Restoran tersebut."


Rendy keluar dari rumah nya tanpa sepengetahuan Mama nya karena Mama nya yang melarang dia untuk mengendarai mobil terlebih dahulu karena dia yang sudah mengalami kecelakaan.


Perban luka pun masih menempel sehingga Rendy merasa jika dirinya harus melawan rasa trauma nya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan segera ke sana sekarang juga. Terimakasih banyak atas saran nya."


Rendy pun pergi meninggalkan Fabian dia akan menuju ke Restoran Om Irfan.


Fabian masih terdiam dan merenung Restoran Rumah Sakit mana yang akan dia datangi.


Handphone Fabian berdering kencang panggilan telephone masuk dari Miranda karena sekarang ada rapat penting.


Fabian mengabaikan panggilan telephone masuk tersebut.


"Aku lupa jika hari ini ada rapat penting di kantor, biarkan saja Miranda dan Veronica yang datang. Aku pun butuh waktu untuk bersantai menikmati udara luar."


Fabian masuk ke dalam mobil nya dia tidak tahu harus pergi ke rumah sakit mana dia lebih mencari Restoran untuk dia sarapan pagi.


Miranda di kantor begitu sangat panik sekali ketika Fabian mengabaikan panggilan telephone nya.


"Astaga bagaimana ini Veronica seperti nya Fabian yang tidak masuk ke kantor dia pasti mempunyai permasalahan rumah tangga nya kembali dengan Aliyaa."


Melihat Miranda yang sangat panik sekali, Veronica mencoba untuk mempelajari apa saja yang harus di bahas di ruangan rapat nanti.


Veronica begitu sangat serius sekali dia membaca dan memahami nya, Miranda memperhatikan Veronica dia pun memilih untuk meninggalkan Veronica sendirian dia ingin menghubungi Aliyaa.


Miranda mencoba untuk menghubungi Aliyaa, tapi tidak ada jawaban nya.


Miranda pun memilih untuk mengirimkan pesan kepada Aliyaa.


*Aliya di mana suami mu sekarang,? kenapa dia tidak masuk berkerja hari ini padahal ini adalah hari yang paling penting. Fabian dan Veronica harus menjalankan rapat penting perusahaan*


Aliya yang fokus dia tidak mengetahui ada pesan masuk dan panggilan telephone masuk dari Mama nya.


"Bagaimana ini jika sampai gagal maka aku tidak bisa mendapatkan proyek besar ini.".


Waktu yang sudah menunjukkan jika Miranda harus pergi, dia pun menghampiri Veronica yang seperti sedang fokus membaca apa saja yang pembahasan yang harus di sampaikan.

__ADS_1


"Veronica apakah bisa melakukan nya,? apakah kamu bisa mengantikan posisi Fabian itu hari ini saja,? aku tidak tahu harus bagaimana lagi sekarang Fabian yang lebih fokus pada perusahaan ini."


Veronica sampai menghelakan nafas panjang nya dia pun tersenyum manis kepada Miranda.


"Aku tidak bisa berjanji akan berhasil sempurna seperti Bapak Fabian tapi aku di sini mencoba untuk belajar dan mencoba nya."


Miranda berharap besar kepada Veronica dan Veronica pun memanfaatkan kesempatan ini. Jika sampai dia berhasil maka Miranda tidak akan pernah mau mengeluarkan dirinya dari perusahaan ini.


Veronica berpikir jika Aliyaa pasti menginginkan dirinya keluar dari perusahaan tapi jika Veronica bisa memberikan yang terbaik untuk Miranda maka posisi yang aman.


Miranda pun langsung menarik tangan Veronica untuk menuju ke dalam mobil nya untuk segera menghadiri rapat penting tersebut.


Veronica di sepanjang perjalanan dia terus saja membaca dan membuat Miranda merasa sangat bangga sekali kepada Veronica.


Sampai Miranda merasa jika Veronica itu seperti mutiara di perusahaan nya bisa membuat perusahaan semakin maju dan berjaya.


"Veronica, lakukan yang terbaik semampunya kamu yaa. Maafkan jika yang merasa seperti boneka yang harus mengikuti apa yang aku inginkan."


Veronica hanya bisa tersenyum manis kepada Miranda di dalam hati nya berkata sekarang dia yang sedang menarik perhatian Miranda untuk nya mengambil perhatian Miranda hanya untuk agar dirinya aman untuk bisa berkerja.


Veronica menyempurnakan membuka handphone nya dia berniat untuk mengirimkan pesan kepada Fabian.


*Hari ini aku yang akan mengantikan posisi mu, semua karena permasalahan rumah tangga mu yang harus di masukkan ke dalam pekerjaan*


Setelah mengirimkan pesan kepada Fabian, Miranda dan Veronica pun turun dari mobil dan berjalan menuju ke dalam.


Miranda terus saja memperhatikan Veronica, tidak terlihat sama sekali wajah tegang atau ketakutan Veronica seperti sangat percaya diri sekali dalam menghadapi rapat tersebut.


Miranda dan Veronica pun duduk bersama kecantikan mereka berdua pun menjadi sorotan bahkan mereka menyangka jika Veronica itu adalah putri Miranda.


Akhirnya Veronica pun tampil, Miranda begitu sangat tidak percaya dengan kepercayaan diri Veronica dia terlihat seperti wanita yang berwawasan luas dan sangat elegan sekali dalam berbicara.


Sampai akhirnya Veronica pun berhasil membuat Miranda merasa sangat bangga sekali kepada nya dan Veronica merasa jika rencana berjalan dengan berhasil.

__ADS_1


__ADS_2