
Veronica mencoba untuk menghubungi nomer handphone Fabian tapi ternyata tidak ada jawaban nya.
"kenapa yaa dia tidak menjawab panggilan telephone dari ku."
Veronica pun bersiap untuk pulang karena sudah waktunya jam pulang.
Miranda menghampiri Veronica dia begitu sangat berterima kasih sekali kepada Veronica.
"Veronica, kamu penyelamatan perusahaan ini. Terimakasih banyak yaa kamu ada di saat Fabian yang pergi ntah ke mana."
Veronica hanya tersenyum tipis kepada Miranda dan dia pun mulai pergi.
"Aku akan mempertahankan mu di perusahaan ini Veronica, tidak akan aku biarkan kamu pergi dari perusahaan ini."
Setelah selesai bekerja Miranda harus di hadapan oleh permasalahan Aliyaa dan dia memilih untuk pergi ke rumah Aliyaa.
Veronica melihat Miranda yang tergesa-gesa dia pun langsung berpikir jika Miranda yang akan pergi ke rumah Aliyaa.
"Semakin rumit sekali kisah cinta mereka berdua, aku merasa sangat sedih melihat nya."
Veronica pun masuk ke dalam taksi yang berhenti.
__ADS_1
Miranda memilih untuk tidak menghubungi Aliyaa terlebih dahulu, dia ingin langsung datang.
Kedatangan Miranda membuat Aliyaa begitu sangat terkejut sekali dia yang langsung membuka pintu.
"Aliya di mana Fabian,? apakah dia ada di rumah ini?."
Aliya menggelengkan kepalanya sambil menunduk.
"Lalu kamu sendirian di sini,? Astaga Aliyaaaa ayo cepat kamu pulang saja ke rumah kamu."
Aliya merasa bingung dia harus bagaimana, jika sampai Aliyaa meninggalkan rumah ini dan Fabian datang dia akan merasa sangat kecewa sekali dengan sikap nya.
"Maafkan aku Mam, aku akan tetap di rumah ini untuk menunggu suami ku pulang."
"Aliya kamu yakin berani untuk tinggal sendirian di rumah ini."
Miranda memegang tangan Aliyaa dia merasa tidak tega melihat Aliyaa yang seperti ini.
"Aku berani Mam, tugas kampus ku sangat banyak sekali dan aku merasa nyaman jika dekat dengan kampus. Aku sekarang aku menyibukkan diri ku di kampus saja."
Miranda pun langsung memeluk erat tubuh Aliyaa.
__ADS_1
"Baiklah Sayaaaaang, hati-hati yaa di rumah. Semangat terus belajar nya. Maafkan Mama yang dulu pernah menentang kamu untuk menjadi seorang Dokter."
Aliya pun melepaskan pelukan erat Mama nya.
"Yang aku butuhkan sekarang adalah semangat dari Mama, Mama yang sayang aku maka aku akan selalu semangat."
Miranda pun langsung meninggalkan rumah Aliyaa, dia harus segera pulang dan beristirahat cukup karena besok yang belum tentu Fabian datang untuk berkerja."
Aliya pun mengantar Mama nya sampai di depan gerbang.
"Hati-hati yaa Mam."
Aliya melambaikan tangan nya dan segera masuk kembali ke dalam rumah nya.
Aliya membuka pintu kamar dan dia pun duduk di kursi belajar nya.
"Aliya, kamu harus mandiri. Kamu sekarang lebih baik fokus pada kuliah kamu."
Aliya membuka kembali buku-buku tugas nya dia pun memulai untuk belajar kembali tapi di saat Aliyaa yang sedang fokus dia merasa jika handphone nya yang bergetar.
Aliya berpikir jika itu adalah pesan masuk dari suaminya tapi ternyata setelah dia lihat ternyata itu adalah pesan dari Dokter El-Rivan.
__ADS_1
*Aliya kamu baik-baik saja kan,? ntah mengapa rasa hawatir seketika datang*
Membaca pesan dari Dokter El-Rivan, Aliyaa pun langsung tersenyum tipis.