
Fabian mencoba untuk menjauhkan Aliyaa dengan Mama nya, karena Fabian yang merasa belum percaya kepada Miranda.
Padahal Aliya yang begitu sangat ingin bersama dengan Mama, Aliya yang sebenarnya ingin sekali menceritakan semuanya kepada Mama nya. Jika sekarang dia merasa sangat ketakutan sekali.
Miranda pun memilih untuk menghampiri Nadia karena Nadia yang menyuruh untuk datang.
Nadia begitu sangat bahagia sekali ketika Miranda yang mau datang ke acara ini.
"Terimakasih banyak yaa Miranda, kamu mau datang juga yaa untuk Aliya."
Miranda merasa sangat tidak nyaman sekali ketika dia berada di tempat tersebut.
Irfan pun menghampiri Miranda dan Miranda semakin ingin pergi saja.
"Dokter Nadia, bagaimana jika kita dansa melihat ada iringan biola yang sangat merdu sekali."
Irfan pun menjulurkan tangannya dan Nadia pun akhirnya mau mengikuti apa yang di inginkan oleh Irfan.
"Sialan, mereka berpasangan sedang aku tidak. Jika seperti ini lebih baik aku pergi saja."
__ADS_1
Miranda menghampiri Aliyaa dan juga Fabian.
"Aliya maafkan yaa Mama harus pergi, karena Mama merasa sangat pusing sekali. Mama tidak kuat lagi."
Mengetahui jika Mama nya yang mempunyai penyakit hipertensi, Aliya pun menyuruh Mama untuk pulang saja.
"Yasudah Mama pulang saja, terimakasih banyak yaa Mama sudah mau datang. Dan hati-hati di jalan nya."
Miranda langsung segera pergi dan Fabian merasa jika itu hanya alasan saja karena Miranda melihat Dokter Nadia yang sedang berdansa bersama.
"Aliya, apakah kamu seneng dengan kehadiran Mama kamu?. Yaa walaupun sikap nya yang menurut aku masih datar tidak seperti dulu."
Aliya tersenyum manis kepada Fabian.
Fabian merasa ada yang berubah dengan sikap Aliya.
"Aku melakukan itu karena aku yang sangat merindukan Mama, aku tidak bisa membohongi perasaanku ini. Jika aku sangat rindu sekali dengan Mama."
Fabian memegang tangan Aliya karena dia merasa hubungan antara Aliya dengan Miranda seperti ini itu karena kehadiran nya dulu di masa lalu nya.
__ADS_1
"Kamu yang sabar yaa, semoga saja ada waktu di mana sikap Mama kamu yang bisa berubah menjadi seperti dulu lagi dan mungkin hal itu terjadi jika kita berdua bisa memberikan cucu pertama kepada Mama kamu mungkin itu akan membuat Mama kamu berubah."
Seketika Aliya pun langsung melepaskan genggaman erat Fabian.
"Aku mau ke toilet dulu ya."
Aliya pun langsung pergi begitu saja dan Fabian terdiam ketika Aliyaa yang pergi begitu saja.
"Kenapa dengan Aliya kenapa dia seperti marah kepada ku, padahal aku tidak berbicara kasar dengan nya."
Fabian pun memilih duduk menunggu Aliya kembali.
Aliya masuk ke dalam toilet dia berteriak sangat kencang sekali dan beruntung nya toilet tersebut dalam keadaan kosong.
"Kenapa kamu selalu mengatakan hal itu di waktu yang tidak tepat, aku sekarang sedang berjuang untuk sembuh. Aku berjuang untuk menghilangkan penyakit ku ini."
Aliya merasa sangat lemah sekali dia merasa tidak kuat ketika dia mendengar perkataan tersebut dari mulut suami nya.
Tapi kenyataannya dia juga harus menyembunyikan semua nya dari suami nya.
__ADS_1
"Aliyaaaa kamu harus kuat, kamu harus bisa berjuang untuk melawan penyakit ini. Kamu harus bisa Aliya kamu harus bisa."
Aliya mencoba untuk menyemangati diri nya sendiri.