
Ketika mereka sedang menikmati kebersamaan tapi tidak pada Miranda.
Miranda yang berbohong jika dirinya yang pusing karena hipertensi nya kamu dia lebih memilih untuk pergi ke tempat hiburan malam.
Miranda seperti sudah tidak memperdulikan apa yang sudah terjadi dengan nya, dia ingin sekali menghabiskan malam nya untuk bersenang-senang.
"Hidup terasa sangat hampa sekali, aku sekarang seperti hidup sendiri. Menikmati kehidupan sendiri tidak ada seorang yang ada di samping ku."
Miranda terus saja minum sampai dia merasa melayang.
"Hmmmm, aku sudah harus melupakan Fabian. Dia lelaki terbaik tapi dia tidak bisa aku dapatkan kembali, aku harus mencari pengganti nya mulai sekarang walaupun itu sangat susah sekali. Aku tidak bisa melakukan nya."
Miranda berbicara sambil menangis sampai akhirnya ada seorang yang menghampiri nya.
Lelaki tersebut duduk di samping Miranda dan mencoba untuk menghentikan Miranda yang terus-menerus ingin minum.
"Miranda Larasati, hentikan jangan sampai kamu tidak sadarkan diri dan sampai kamu di manfaatkan oleh orang lain."
Miranda yang tidak jelas dalam penglihatan nya yang sudah seperti bayangan karena terlalu banyak minum dua pun terus saja memandangi wajah lelaki tersebut.
"Kamu siapa yaa,? dan kenapa kamu sampai mengenal aku."
Lelaki tersebut menarik tangan Miranda seperti membawa Miranda untuk pergi dari tempat tersebut.
"Miranda lebih baik kita pulang saja, kamu jangan terlalu lama di tempat seperti ini."
Miranda pun hanya bisa terdiam saja ketika Lelaki tersebut membawa nya pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
Miranda seketika langsung tidak sadarkan diri dia pun langsung di gendong dan di masukkan ke dalam mobil.
"Bawa pulang mobil ini yaa, aku akan membawa Miranda ke hotel saja dan membiarkan dia tidur di hotel saja."
Lelaki tersebut pun langsung membawa Miranda ke dalam mobil nya, Miranda hanya bisa terdiam karena dia yang terlalu berlebih-lebihan dalam minum.
"Miranda kamu adalah wanita yang berpendidikan tinggi, kamu juga wanita yang berkehidupan mewah tapi mengapa kamu harus berada di tempat seperti ini."
Lelaki tersebut pun akhirnya sampai di hotel dan dengan bantuan satpam dia pun bisa membawa Miranda sampai di depan pintu hotel nya.
Pintu hotel pun terbuka dan dia membaringkan Miranda di atas kasur.
Lelaki tersebut pun memilih untuk pergi dan membiarkan Miranda sampai sadar di pagi hari.
Lelaki tersebut ternyata adalah Ayah dari Rendy, yang bernama Reno semenjak perceraian nya membuat perusahaan nya yang tidak terlalu besar seperti milik Rendy dan juga istri nya Kania.
Miranda terlihat sangat pulas sekali lagi, Reno yang berniat untuk pergi dia berubah pikiran dia memilih menunggu Miranda sampai sadar terbangun dari tidurnya.
"Lebih baik aku tidur di sofa, dan Miranda harus melihat ku ketika dia terbangun dari tidur panjang nya."
Reno pun memilih untuk tidur di sofa, dia yang merasa sangat kelelahan pun akhirnya memilih untuk langsung tidur.
Di tempat yang berbeda pun Aliya dan para sahabat nya mereka memilih untuk mengakhiri acara mereka dan pulang.
"Acara yang sangat menyenangkan sekali, Aliya kamu baik-baik ya dan selalu sehat yaa."
Nadia memeluk dan mencium kening Aliya ketika dia mau masuk ke dalam mobil nya.
__ADS_1
Begitu juga Siska yang memeluk erat Aliya tidak seperti biasa nya, Fabian memperhatikan sikap Siska dengan Aliya yang seperti berlebih-lebihan sekali.
"Kalian berdua so sweet sekali ya, padahal besok juga kalian berdua bertemu di kampus."
Pelukan erat mereka berdua begitu sangat erat sekali dan sangat lama.
"Kak Fabian, cemburu melihat aku yang memeluk Aliya. Sudahlah jangan berbicara seperti itu karena aku akan semakin dekat dengan Aliya."
Siska melepaskan pelukan erat nya, dan Rendy menarik tangan untuk segera pergi.
Dan yang terakhir adalah Irfan, Irfan memandangi wajah Aliya.
"Wanita kuat tidak pernah mengeluh dalam keadaan apapun, dia akan terus berjuang demi sebuah keberhasilan. Semangat terus yaa Aliya Calon Dokter Specialis."
Irfan mengelus rambut panjang Aliya, dan dia melambaikan tangan nya kepada Fabian sebelum masuk ke dalam mobil nya.
"Aku merasa mereka semua bersikap tidak seperti biasanya yaa, mereka semua berubah menjadi sangat manis sekali dalam berbicara dengan kamu."
Aliya yang tidak mau Fabian berpikir terlalu jauh dia pun langsung mengajak Fabian untuk segera pergi dari tempat tersebut.
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil, dan Fabian meminta maaf kepada Aliya.
"Aliya maafkan aku yaa, Ayah dan Ibu tidak datang karena aku lupa memberitahu mereka berdua. Karena tidak mungkin mau untuk datang dia pasti selalu bersikap datar dan mengabaikan ucapan kita berdua."
Aliya hanya tersenyum tipis kepada Fabian.
"Tidak apa-apa, yang penting mereka berdua pasti mendoakan yang terbaik untuk kita berdua. Karena di hari kelahiran ku ini aku berdoa untuk kebahagiaan kita berdua."
__ADS_1
Fabian pun mengambil tangan Aliya dan mencium tangan nya dengan penuh perasaan.