Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *172*


__ADS_3

Irfan sudah melihat kedatangan Siska dari rekaman cctv di ruangan nya.


"Astaga Siska baru saja kemarin kamu pingsan di klinik sekarang kamu sudah datang ke sini untuk mencari pekerjaan."


Handphone Irfan berdering kencang dan ternyata panggilan telephone masuk dari Dokter Nadia.


"Dokter Nadia dia pasti sangat menghawatirkan Siska."


Irfan pun tidak menjawab panggilan telephone tersebut.


...*Hallo Pak Irfan bagaimana dengan Siska,? apakah dia sudah berada di Restoran karena sebelumnya dia yang mau ke kampus untuk mengamankan cuti kuliah*...


...*Siska sudah berada di sini seperti dia yang akan menuju ke ruangan saya*...


...*Syukurlah, saya sangat menghawatirkan sekali kondisi Siska dia sangat nekat sekali tidak mau mendengar perkataan saya*...


...*Maaf yaa Dokter seperti nya Siska yang sudah berada di depan pintu*...


Irfan pun langsung mengakhiri panggilan telephone nya dengan Dokter Nadia.


"Masuklah Siska."

__ADS_1


Mendengar nama nya di panggil Siska pun langsung masuk ke dalam.


"Selamat pagi menjelang siang Om Irfan."


Siska langsung duduk dan dia saling berhadapan dengan Irfan.


"Bagaimana dengan kondisi mu sekarang Siska,? kamu sudah benar-benar baik tidak ada pusing mual muntah."


Siska menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Tidak ada aku bersiap untuk berkerja hari ini juga."


"Siska, kamu jangan seperti ini yaa. Kamu jangan merasa kuat tapi memaksa kan yaa, kamu harus sayang pada kehamilan mu ini."


Irfan begitu sangat kasihan sekali melihat Siska yang harus menanggung beban sendiri.


"Kenapa kamu tidak mau memberitahu Rendy,? hanya Rendy saja tidak Mama nya. Rendy harus mengetahui semuanya karena dia adalah anak dari bayi yang kamu kandungan."


Siska pun menangis di hadapan Irfan.


"Lupakan Mama nya, kamu ingat di saat Aliyaa sakit. Rendy yang membiayai administrasi pembayaran setiap Aliyaa melakukan pemeriksaan dia juga tidak memberitahu kepada siapapun dengan Fabian pun dia tidak memberitahu kan itu tandanya Rendy orang yang dapat di percaya dalam menyimak rahasia apalagi kamu kekasih nya sendiri karena takut mendapatkan ancaman dari Mama nya."

__ADS_1


Siska yang tidak mempunyai bukti mengenai ancaman tersebut dia yang tidak tahu jika Fabian mempunyai bukti tersebut.


"Aku bicara pun seperti nya Rendy tidak mungkin percaya dengan apa yang aku katakan, karena bagaimana pun juga seorang anak itu lebih percaya dengan Mama nya bukan orang lain."


Irfan pun langsung terdiam ketika dirinya mendengar alasan Siska.


"Om Irfan sekarang aku sudah mulai cuti dan aku berniat untuk bekerja di sini, aku mohon pekerjaan aku sekarang juga."


Irfan seperti tidak mempunyai pilihan dia akan memperkerjakan Siska sebagai seorang kasir.


"Baiklah, mulai besok kamu sudah bisa berkerja sebagai kasir yaa dari jam 8 pagi sampai jam 12 saja kamu juga akan di sediakan kursi. Om akan bilang jika kamu adalah keponakan Om yang sedang hamil agar mereka semua menghargai kamu."


Siska begitu sangat bahagia sekali ketika dia bisa berkerja.


"Terimakasih banyak yaa Om Irfan, baik sekali Om Irfan."


Irfan pun langsung menghampiri Siska dia mengelus perut Siska.


"Sehat-sehat yaa sayang di perut ibu mu ini, ibu mu yang sangat kuat sekali kamu juga harus kuat yaa sayang."


Irfan pun mengusap rambut panjang Siska, dan Siska memeluk erat tubuh Om Irfan.

__ADS_1


__ADS_2