
Miranda yang sedang berada di kantor pun dia langsung terburu-buru agar cepat keluar dari kantor nya
Veronica memperhatikan Miranda yang sampai berlari dari ruangan nya.
"Ada apa dengan Bu Miranda, apakah terjadi sesuatu kembali dengan Fabian dan juga Aliyaa."
Veronica dengan sangat santai nya dia keluar dari ruangan nya.
Miranda pun tidak mau jika sampai Fabian yang bertemu dengan Aliyaa dia tidak ingin membiarkan hal tersebut terjadi.
"Aliya tidak boleh bertemu dengan Fabian, jangan sampai mereka berdua sampai mengobrol dan kembali bersama itu sangat tidak aku inginkan."
Miranda pun akhirnya sampai di depan gerbang rumah nya, dia melihat ada mobil hitam dan dia pun langsung berpikir jika itu adalah mobil milik Fabian.
Miranda keluar dari mobil nya dan dia pun mengetuk kaca mobil seperti yang di lakukan Aliyaa.
Aliya pun memperhatikan mereka berdua di dekat jendela kamar nya, dia memperhatikan sangat serius sekali.
Melihat Miranda yang mengetuk kaca jendela nya, Fabian pun langsung keluar dari mobil nya.
__ADS_1
"Ada apa Fabian,? kamu datang ke sini tidak untuk membicarakan tentang masalah rumah tangga mu lagi kan."
Fabian menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil mengeluarkan handphone nya.
Fabian pun langsung mengirimkan uang tersebut kepada Miranda.
"Uang 200 juta sudah kamu terima silahkan cek handphone mu."
Miranda pun langsung mengeluarkan handphone nya dia begitu sangat terkejut sekali ketika Fabian mentransfer uang 200 juta kepada nya.
"Uang apa ini Fabian,? aku sangat tidak mengerti apa maksud nya."
"Terimakasih sudah membiayai saya kuliah sampai seperti ini, jika uang tersebut kurang nanti saya akan membayar nya kembali."
Fabian pun langsung masuk kembali ke dalam mobil nya, dan Miranda masih merasa tidak percaya dengan apa yang sudah di lakukan Fabian kepada dirinya.
"Dia membayar ku dengan uang nya, dia benar-benar ingin melupakan semua nya."
Miranda sampai memegang kepala nya dan Aliya pun langsung menghampiri Mama nya.
__ADS_1
Aliya berlari karena dia merasa sangat menghawatirkan jika Mama nya sampai pingsan.
"Mama kenapa Mam,? Mama baik-baik saja kan Mam? apa yang terjadi dengan kalian berdua."
Aliya membawa Mama nya ke dalam rumah nya, dia mendudukkan Mama di sofa.
"Fabian memberikan uang 200 juta rupiah kepada Mama, karena dulu Mama yang pernah membiayai nya kuliah sampai dia bisa seperti sekarang."
Aliya pun seketika dia langsung terdiam ketika melihat sikap Fabian kepada Mama nya.
"Apakah dia mendapatkan uang itu dari Rendy,? karena dia tidak membawa ATM nya. Semua uang gajih sejak dia perusahaan Mama dia tidak mengambil nya sama sekali."
Aliya mengeluarkan ATM milik Fabian yang tersimpan di meja belajar nya di rumah itu.
"Dia pergi dengan tangan yang kosong tanpa membawa uang sedikit pun, dan sekarang seperti nya orang tua Fabian pun tidak mengetahui tentang permasalahan ini."
Seketika Aliyaa merasa kasihan kepada Fabian dia yang sampai melakukan hal ini tapi Aliyaa pun mengingat sikap Fabian tadi kepada dirinya yang seakan tidak mau lagi mengenal dirinya.
"Sekarang lebih baik kita biarkan saja dia ingin seperti apa, karena dia seperti nya sudah tidak ingin melihat wajah ku bahkan mengobrol dengan aku pun tadi dia seperti ingin menghindari."
__ADS_1
Wajah Aliyaa kelihatan sangat sedih sekali dia pun memilih untuk pergi ke kamar nya meninggalkan Mama nya yang duduk di sofa.