
Miranda dan Siska pun masuk ke ruangan Aliyaa dia melihat Aliyaa yang baik-baik saja masih bisa tersenyum manis.
Mereka berdua tidak mau membahas tentang Fabian dan hanya ingin fokus dengan Aliyaa saja.
"Al, bagaimana dengan kondisi kamu sekarang semakin membaik kan?."
Siska memegang tangan Aliyaa yang terasa sangat dingin sekali.
"Aku semakin membaik dan harus segera sehat kembali karena aku ingin cepat lulus kuliah. Aku tidak mau bolos selalu seperti ini."
Terlihat sekali wajah Aliyaa yang sangat bersemangat untuk mengejar mimpi nya menjadi seorang Dokter Specialis Anak.
"Iya Aliyaa kita berjuang sama-sama yaa, hmmmm Aliyaa semalam aku menginap di rumah kamu dan aku tidur di kamar kamu Al."
Aliya tersenyum manis ketika Siska mengatakan hal tersebut.
"Kenapa kamu harus cemberut seperti itu Siska, silahkan saja aku tidak marah karena kamu aku anggap seperti sodara ku sendiri."
Miranda tersenyum manis melihat keakraban Siska dan juga Aliyaa.
"Aliya hari ini Mama yang pergi ke kantor yaa, kamu di temani oleh suami kamu yaa."
__ADS_1
Aliya sebenarnya merasa ingin di temani oleh Siska ataupun Mama nya.
"Siska apakah kamu sekarang kuliah libur atau masuk pulang siang?."
Fabian berada di depan pintu dia memilih untuk tidak membuka pintu dia ingin mendengarkan pembicaraan mereka.
"Aku selesai jam 12 siang Aliyaa, nanti aku pasti ke sini menemani kamu."
Fabian merasa jika Aliyaa yang tidak mau di temani oleh nya.
"Yasudah Mam, bagaimana jika Mas Fabian dia pun bekerja saja walaupun hanya setengah hari."
Fabian pun langsung membuka pintu tersebut dia merasa sangat kesal sekali.
Fabian pun langsung keluar dari ruangan tersebut dan Aliya hanya bisa terdiam saja.
Fabian merasakan hubungan rumah tangga nya yang seperti hubungan pacaran saja sedikit akur dan lalu bertengkar.
Miranda tidak tahu harus bagaimana jika sudah tentang rumah tangga, dia tidak mau ikut campur dalam pembicaraan.
"Ntahlah aku merasa sangat binggung sekali padahal pada waktu pagi kita baik-baik saja tapi menjelang siang seperti ini dan perasaan ku juga yang tidak stabil kadang aku merasa ingin marah secara tiba-tiba."
__ADS_1
Miranda pun mengelus rambut panjang Aliyaa, dia mencoba menenangkan perasaan dan pikiran Aliyaa.
"Yasudah, Mama akan meminta Dokter Nadia untuk menemani kamu yaa sayang. Hari ini dia libur praktek dan nanti siang kamu bisa bersama dengan Siska sampai Sore Mama kembali menemani kamu sampai pagi."
Aliya merasa itu yang terbaik untuk nya, dia yang merasa belum waktunya untuk bersama dengan Fabian untuk saat ini.
Miranda pun langsung mengeluarkan handphone nya untuk menelephone Dokter Nadia.
...*Hallo Nadia, apakah kamu sedang sibuk hari ini atau mempunyai acara*...
...*Tidak Miranda aku sedang bersantai saja di rumah*...
...*Miranda bisakah kamu datang ke Rumah Sakit Permata*...
Dokter Nadia pun kaget ketika mendengar Rumah Sakit Permata, karena itu Rumah Sakit besar.
...*Siapa yang sakit,???? jangan sampai Aliyaa yang sakit yaa*...
...*Iya Aliyaa habis melakukan operasi kista*...
...*Astaga Aliyaaaa, jadi itu penyebab Aliyaa yang sering merasakan sakit yang luar biasa di saat dia mentruasi*...
__ADS_1
...*Iyaa Nadia, aku tunggu yaa kehadiran mu di sini karena aku yang ke kantor*...
...*Baiklah aku akan segera ke sana sekarang juga*...