Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #228#


__ADS_3

Miranda menghampiri Veronica dia meminta Veronica untuk masuk ke dalam ruangan Fabian sedangkan di dalam ruangan tersebut ada Aliyaa yang sedang menangis.


Miranda tidak bisa berpikir lagi dia harus melakukan ini semua demi perusahaan nya.


"Aliya, mulai sekarang Veronica akan mengantikan posisi Fabian di perusahaan ini."


Aliya begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan tersebut dari Mama nya sedangkan Veronica dia lebih memilih untuk menundukkan kepalanya.


"Kamu tidak bisa berkomentar, karena kamu sendiri tidak mau menjadi pemimpin perusahaan ini kamu lebih memilih untuk menjadi seorang Dokter."


Miranda melirikan mata nya kepada Veronica dan Veronica masih memilih untuk menundukkan wajahnya.


"Terserah Mama saja, aku tidak peduli."


Aliya memilih untuk keluar dari ruangan tersebut dia seperti tidak peduli dengan nasib perusahaan nya.


"Veronica, mulai sekarang kamu menjadi asisten pribadi saya. Bekerja lebih baik lagi yaa."


Miranda pun kembali ke ruangan nya dia mengeluarkan handphone dan melihat Rendy yang sedang bersama dengan Fabian.


Mereka menjadi tranding topik di media sosial.


"Jadi Fabian memilih untuk bekerja di perusahaan Rendy dan dia langsung menjadi asisten pribadi Rendy."


Miranda merasa sangat terkejut sekali dia tidak pernah menyangka akan seperti ini jadi nya.


"Fabian, kenapa kamu mengulang kembali sikap mu yang seperti dulu. Sikap yang tidak tahu terimakasih."


Miranda seketika dia langsung membenci Fabian.


Veronica merasa tidak nyaman sekali ketika dia yang langsung di pindahkan pekerjaan nya.


"Ntah aku harus bahagia atau sedih aku tidak tahu, tapi Bu Miranda dia sangat bijaksana sekali. Walaupun aku yang bermasalah dengan Aliyaa tapi di tidak memasukkan hal tersebut dalam pekerjaan."


Handphone Veronica pun bergetar dia melihat pesan masuk dari Kania.


"Tante Kania, dia mengirimkan pesan untuk ku. Pesan apa yaa."


Veronica pun langsung membuka pesan tersebut.

__ADS_1


*Veronica, sungguh luar biasa sekali ketika melihat Fabian yang lebih memilih untuk bekerja di perusahaan Rendy dan meninggalkan perusahaan Miranda. Dan kamu Veronica apakah kamu akan pindah juga ke perusahaan Mama. Biarkan perusahaan Miranda tinggal menunggu kebangkrutan nya saja*


Membaca pesan dari Kania, membuat Veronica seperti semakin tidak baik memandang Kania.


"Sungguh jahat sekali Tante Kania, dia seperti ini hanya karena masih merasa dendam karena Bu Miranda yang berpihak kepada Siska mereka menjadi seperti ini."


Cerita merasa bingung dia harus membalas apa pesan dari Kania.


"Aku harus balas apa ya, jika tidak di jawab pasti akan menjadi permasalahan."


Veronica pun akhirnya membalas pesan dari Kania.


*Aku akan tetap bekerja di perusahaan ini selama Tante Miranda masih membutuhkan ku*


*Miranda bukan membutuhkan mu tapi dia memanfaatkan mu saja Veronica*


*Tidak masalah karena aku butuh uang untuk meluaskan hutang-hutang Ayah yang di tanggung jawab kan kepala ku*


Veronica pun langsung menyimpan handphone nya di dalam tas nya, karena dia yang harus serius pada pekerjaan nya sekarang.


"Sekarang aku sudah menjadi Asisten pribadi, aku harus bisa lebih baik dari Fabian. Walaupun dalam tahap pembelajaran."


"Jadi Veronica dia bekerja hanya untuk melunasi hutang, jahat sekali dia tidak punya rasa tanggung jawab."


Kania merasa sangat kasihan sekali dengan Veronica.


"Aku harus bertemu dengan Veronica, aku harus bertanya kepada nya berapa hutang yang harus dia bayarkan."


Kania mencoba untuk mencari tahu tentang keberadaan Veronica tempat tinggal nya di mana.


"Seperti nya Rendy mengetahui nya, aku lebih baik sekarang pergi ke kantor untuk bertemu dengan Rendy dan juga mengungkapkan selamat kepada Fabian."


Kania pun langsung berjalan menuju ke parkiran mobil nya dia memilih mobil yang mana yang akan di pakai.


Setelah memilih Kania pun memilih untuk pergi sendirian tanpa supir pribadi nya.


"Aku harus memberikan bucket bunga untuk Fabian, karena pekerjaan yang sangat luar biasa sekali dia begitu sangat sempurna untuk mendampingi Rendy pada rapat yang sangat penting sekali itu."


Kania turun sebentar dan dia seperti melihat Aliyaa yang juga sedang membeli bunga.

__ADS_1


"Aliya membeli bunga untuk siapa yaa dia, bunga sangat besar sekali dan lebih baik aku menghampiri nya saja."


Kania pun menghampiri Aliyaa dan dia melihat wajah Aliyaa yang pucat serta mata yang bengkak.


"Tante Kania kita bertemu juga di sini."


Aliya melihat bucket bunga yang di pegang oleh Kania.


"Bucket bunga yang sangat indah sekali dan pun juga sama membelinya untuk Papa ku."


Aliya tersenyum manis sambil mencium bunga yang ada di hadapannya.


"Untuk Papa,? kamu mau pergi ke makam Papa Kamu sekarang?."


Aliya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Aku rindu Papa, hanya Papa yang bisa menerima curhatan hati ku ini."


Aliya pun langsung memilih untuk pergi dan Kania pun langsung mencoba untuk menarik tangan Aliyaa tapi Aliyaa tidak mau dia lebih memilih untuk melepaskan genggaman tangan dari Kania.


"Apakah rumah tangga Aliyaa sedang bermasalah sekarang, dan apakah keluar nya Fabian dari perusahaan itu karena Aliyaa."


Kania pun memilih untuk langsung pergi dari toko bunga tersebut, dia menyimpan bucket bunga tersebut di kursi belakang.


"Yasudahlah, sekarang aku lebih baik fokus pada Rendy dan juga Fabian mereka sekarang adalah anak-anak ku."


Kania mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang rendah dia tidak terlalu kencang karena mengingat kembali Rendy yang sampai hilang ingatan nya.


Kania akhirnya sampai di depan perusahaan milik Rendy, dia mengambil bucket bunga nya dan langsung memberikan kepada Fabian.


Fabian begitu sangat terkejut sekali ketika dia yang di hampiri oleh Kania dan dia langsung memberikan bucket bunga tersebut kepada Fabian.


"Selamat datang di perusahaan kami dan semoga saja kamu bisa berkerja sama dengan baik di perusahaan ini.".


Fabian menerima bucket bunga mawar tersebut.


"Terimakasih banyak Bu Kania atas pemberian bucket bunga yang sangat harum sekali."


Fabian pun menunda bucket bunga mawar tersebut di meja nya dan dia kembali untuk berkerja.

__ADS_1


__ADS_2