
Aliya sampai di rumah nya dan seperti yang sudah dia bayangkan jika suami nya yang belum datang
"Hmmmm, sudah ku duga yaa. Suami ku belum pulang. Dia pasti sedang bermain-main dengan sahabat nya."
Aliya menunggu kedatangan suami nya sedang suami nya dia memilih untuk pergi ke Restoran Irfan. Kedatangan Fabian ke Restoran tersebut membuat Irfan merasa sangat terkejut.
"Itu Fabian, Astaga sebelumnya Aliya yang datang ke sini dan sekarang Aliya pergi Fabian datang."
Irfan menghampiri Fabian yang yang berjalan menuju ke dalam Restoran nya.
"Fabian Putra, apa kabar nya ? akhirnya kita berdua bisa bertemu juga yaa."
Fabian memilih untuk tidak memancing Fabian dan tidak membicarakan jika Aliya dan yang sebelumnya sudah datang ke sini.
"Ayoo Fabian duduklah di sini dengan nyaman dan tenang yaa."
Fabian duduk dan Irfan memanggil pelayan nya untuk membuatkan minuman untuk mereka berdua.
Irfan melihat wajah Fabian yang penuh dengan rasa lelah dan pikiran.
Pesanan pun akhirnya datang dan Fabian pun menikmati minuman yang sudah di pesankan oleh Irfan.
"Irfan rumah tangga ku yang baru saja berjalan beberapa bulan tapi aku sudah mengalami kekacauan."
Irfan memilih untuk diam dan mendengarkan cerita dari Fabian.
"Yang pertama aku memiliki sekertaris baru dan dia itu adalah mantan kekasih ku, yang ke dua aku melihat Aliya yang mendapatkan pesan dari Dokter."
Fabian pun sampai memegang kepala nya.
"Dan apakah Aliya mengetahui jika Sekertaris itu adalah mantan kekasih mu, karena jika kita membahas tentang pesan dari seorang Dokter kepada Aliya itu tidak harus ada kecurigaan karena Aliya itu kan calon Dokter pantaslah jika dia berteman dengan seorang Dokter untuk membantu nya dalam kuliah."
Fabian tidak memikirkan ke arah sana, karena Fabian yang merasa sangat curiga karena Dokter seorang lelaki.
"Aliya tidak mengetahui tentang sekertaris itu dan ternyata dia adalah kakak perempuan Rendy, aku tidak pernah mengerti nya."
Irfan tidak bisa membayangkan jika Aliyaa mengetahui tentang Sekertaris itu.
__ADS_1
"Seperti nya sekertaris itu sangat cantik sekali yaa, sehingga kamu takut sekali jika Aliyaa mengetahui nya."
Fabian hanya bisa terdiam dia pun memilih memberikan foto Veronica yang ada di media sosial nya.
Irfan begitu sangat terkejut sekali ketika dia melihat foto wanita yang di sebut sebagai kekasih Fabian.
"Oh Astaga dia sangat cantik dan seksi sekali, dia mantan kekasih mu ? dan kenapa kamu sampai bisa tergoda kepada Miranda sedangkan mantan pacar mu seperti ini."
Irfan terus saja memandangi foto Veronica dan Fabian mengambil kembali handphone nya dan langsung mengeluarkan aplikasi ini.
"Dia adalah cinta pertama ku dan aku pun juga adalah cinta pertama nya, hubungan kita berakhir di saat dia yang kuliah di luar negeri dan aku yang di desak untuk menjadi seorang Dokter dan di situ lah aku yang pergi dari rumah tanpa uang dan hanya baju yang aku pakai di situlah mulai memanfaatkan kebaikan Miranda sampai aku di biaya kuliah."
Irfan merasa jika kisah cinta Fabian yang begitu sangat rumit sekali.
"Bicarakan saja kepada Aliya, yaa walaupun mungkin kamu tidak akan pernah di tanya oleh Aliya selama satu bulan karena mantan kekasih mu sangat cantik dan seksi sekali."
Fabian merasa jika dia yang tidak sanggup untuk mendapatkan sikap Aliya yang pasti sangat marah besar kepada nya.
"Fabian lebih baik sekarang kamu pulang, bukan kah Aliya yang mungkin sudah pulang dari kampus."
Fabian yang melihat jam di handphone yang menunjukkan pukul 19:00 wib.
"Ini masih jam 7 malam, Aliya juga belum pulang dari kampus nya dia yang bilang ada kegiatan di kampus nya jadi yaa tenang saja."
Irfan binggung harus bicara apa kepada Fabian jika sebenarnya Aliya yang tidak ada kegiatan di kampus nya.
"Yaa setidaknya sebelum dia pulang kamu sudah ada di rumah dengan memberikan sedikit perhatian dan memberikan sedikit kejutan untuk istri mu itu."
Irfan seperti mendesak Fabian itu segera pulang.
"Ayooo pulang jangan membuat masalah semakin memuncak yaa, jangan Aliya memilih untuk diantarkan pulang ke rumah Mama nya."
Fabian yang terdiam sambil memikirkan perkataan Irfan dia pun akhirnya mengikuti apa yang di katakan oleh Irfan.
"Okelah, aku pergi dengan memberikan bunga untuk Aliya dan cincin putih untuk nya."
__ADS_1
Fabian pun berdiri dari tempat duduk nya dan akhirnya berpamitan dengan Irfan.
"Hati-hati yaa Fabian, semoga kamu selalu sehat dan bahagia selalu yaa."
Irfan melambaikan tangan nya dan berharap besar mereka berdua tidak terjadi apa-apa.
"Dokter, apakah Aliya yang sedang berkomunikasi dengan Dokter yang menangani nya. Walaupun aku tidak tahu penyakit apa yang di alami oleh Aliya tapi pasti itu bukan penyanyi biasa saja."
Irfan duduk memandangi Fabian yang masuk ke dalam mobil nya dan pergi dari Restoran nya.
"Dan bagaimana jika Aliya mengetahui dengan sekertaris itu yaa, yaa dia begitu sangat cantik dan seksi sekali. Dan jika dia itu adalah kakak perempuan Rendy kenapa tidak berkerja di perusahaan Rendy saja yaa seperti nya ada sesuatu yang terjadi."
Irfan pun memilih untuk kembali ke ruangan pribadi nya untuk melihat pemasukan dan pengeluaran.
Fabian memberhentikan mobilnya di sebuah toko bunga dan dia memilih memberikan mawar putih untuk Aliya selesai Fabian memberikan itu dia pun masuk kembali ke dalam mobil nya untuk melanjutkan perjalanan nya ke toko perhiasan untuk memberikan sesuatu untuk Aliya.
"Aku belikan Aliya apa yaa cincin atau Kalung yaa, kita lihat saja nanti kalau sudah sampai."
Fabian pun akhirnya sampai di toko perhiasan tersebut tanpa dia sadari ternyata ada Kania yang juga sedang membeli koleksi perhiasan nya.
Kania melihat Fabian tapi dia memilih untuk tidak menghampiri Fabian dia hanya memandangi Fabian dari jarak jauh.
"Itu adalah Fabian, dia sedang memberikan sesuatu untuk Aliya seperti nya."
Handphone Kania tiba-tiba saja bergetar dia yang menyuruh orang untuk mengawasi Rendy.
*Laporan Bu, Tuan Rendy membeli sebuah handphone seperti gambar ini dan berwarna pink seperti nya untuk handphone untuk wanita*
Kania memperhatikan handphone tersebut dengan sangat detail sekali.
"Handphone yang lumayan mahal dengan warna pink muda, dan ini handphone bukan untuk Rendy."
Kania membalas pesan dari orang suruhan nya.
*Tolong terus perhatian apa saja yang Rendy belikan yaa, dan segera laporkan*
*Baik Bu Kania*
__ADS_1