Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *166*


__ADS_3

Irfan pun membantu Siska untuk pergi dari klinik tersebut ketika Irfan membayar administrasi untuk pembayaran obat Siska menunggu di dalam mobil.


"Aku harus menjaga kehamilan ku ini, aku harus ingat kepada Aliyaa dia yang begitu menginginkan kehadiran seorang anak tapi dia harus bisa bersabar panjang."


Siska mengelus-elus perut nya, dia merasa sangat sedih sekali.


Irfan melihat Siska yang sedang melamun di dalam mobil nya, dia begitu sangat menghawatirkan sekali kondisi Siska.


"Semoga saja orang tua Siska bisa menerima kenyataan ini walaupun mungkin ini sangat susah sekali untuk di terima."


Irfan pun langsung menghampiri Siska dia akan mengantar Siska sampai di rumah nya.


"Kamu berdoa yang terbaik yaa Siska, kamu pasti bisa melewati nya."


Siska hanya terdiam saja ketika mendengar perkataan Irfan, dia terus saja memegang perut nya.


Di sepanjang perjalanan air mata Siska terus saja mengalir deras membasahi kedua pipinya.


Irfan sampai memberikan tissue kepada Siska karena dia yang tidak tahu harus bagaimana lagi.

__ADS_1


Sampai akhirnya Siska pun sampai di depan rumah nya, dia langsung turun dari mobil Irfan.


"Terimakasih banyak Om Irfan, aku masuk dulu yaa."


Siska berjalan menuju ke gerbang rumah nya langkah kaki nya seperti melayang dan Irfan lebih memilih untuk diam menunggu Siska.


"Aku akan tetap di sini, semoga saja semua nya baik-baik saja."


Irfan pun mengeluarkan handphone dia ingin menghubungi Dokter Nadia.


"Aku ingin memberitahu kepada Dokter Nadia semoga saja dia bisa membantu Siska."


*Hallo Dokter Nadia*


*Iya Pak Irfan ada apa yaa*


*Dokter Nadia, saya ingin bercerita tentang Siska. Saya baru saja mengantar Siska dari klinik karena dia yang tiba-tiba saja pingsan tapi ternyata Siska pingsan karena hamil*


...*Siska hamil,? hamil anak siapa*...

__ADS_1


...*Siska hamil anak Rendy dan jika sampai Mama Rendy mengetahui ini semua maka Siska akan mendapatkan ancaman besar dari Mama nya Rendy dia mungkin akan mencelakakan Siska karena dia hamil*...


...*Astaga kasihan sekali Siska lalu sekarang bagaimana dengan nasib Siska*...


..."Sekarang Siska sedang menemui orang tua nya untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi dengan nya, Siska belum mengetahui Rendy seperti dia belum untuk menghadapi Mama nya Rendy....


...*Bawa Siska ke rumah saya, saya tidak mau Siska terguncang mental nya jika sampai Siska di usir dari rumah orang tua nya*...


Irfan seketika langsung mengakhiri panggilan telephone setelah dia mendengar suara teriakan dari dalam rumah Siska.


"Astaga apa yang sudah terjadi dengan Siska, aku tidak mungkin masuk ke dalam rumah nya karena aku bukan keluarga dari Rendy."


Irfan begitu sangat menghawatirkan kondisi Siska hingga akhirnya Siska pun keluar dari rumah nya dengan barang-barang bawaannya.


Terlihat jelas ibu nya yang ingin menghentikan langkah Siska supaya tidak sampai keluar dari rumah tapi di tahan oleh Ayah nya.


Ayah nya langsung menutup pintu rumah nya dengan sangat kencang sekali.


Siska pun berjalan dengan tangisan penyesalan perbuatan nya, Irfan langsung menghampiri Siska dia mengajak Siska untuk masuk kembali ke dalam mobil nya.

__ADS_1


Awalnya Siska menolak tapi setelah Irfan berbicara baik-baik dia akan tinggal di rumah Dokter Nadia demi kesehatan janin di dalam perut nya akhirnya Siska pun mau ikut bersama dengan Irfan.


__ADS_2