Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #233#


__ADS_3

Aliya begitu sangat panik sekali ketika melihat Mama nya yang tidak sadarkan diri, dia pun ingin mengetahui pembicaraan apa yang mereka berdua.


Aliya mencoba untuk menghubungi Dokter Nadia untuk bisa secepatnya datang ke rumah nya.


*Hallo Dokter Nadia, bisakah ke rumah sekarang Mama tiba-tiba pingsan*


*Oke Aliyaa Dokter segera ke sana*


Dokter Nadia yang sedang berada di rumah pun dia kelihatan sangat panik sekali dan Siska pun langsung bertanya kepada Dokter Nadia.


"Dokter ada apa dengan Aliyaa,? aku ikut yaa Dokter."


Dokter Nadia merasa jika Aliyaa yang mungkin butuh teman curhat.


"Baiklah Siska, ayo kita segera pergi ke sana. Miranda yang pingsan."


Dokter Nadia dan Siska pun bersiap-siap untuk pergi dan masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Siska pakai sabuk pengaman mu yaa, kita akan segera berangkat."


Siska pun mengikuti apa yang di katakan oleh Dokter Nadia.


"Ok Dokter Nadia semua sudah siap."


Dokter Nadia pun langsung menjalankan mobil nya dan di perjalanan Dokter Nadia memikirkan Aliyaa.


"Miranda pingsan apakah terjadi sesuatu dengan Aliyaa dan Fabian, kenapa mereka berdua harus selalu bermasalah selalu."


Siska sepemikiran dengan Dokter Nadia, pasti penyebab Sakit nya Miranda karena Aliyaa.


Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan rumah Aliyaa dan Siska melihat ada mobil Fabian.


"Itukan mobilnya Kak Fabian, berarti Kak Fabian ada di dalam."


Dokter Nadia dan Siska pun keluar dari mobil nya dan berjalan menuju ke dalam rumah.

__ADS_1


Melihat kedatangan Siska dan Dokter Nadia membuat Aliyaa begitu sangat senang sekali, Siska yang langsung mendekati Aliyaa dan Dokter Nadia yang langsung masuk ke dalam kamar Miranda.


Aliya menangis di hadapan Siska dia seperti sangat sedih sekali.


"Aku gagal dalam menjalankan rumah tangga, aku tidak bisa mempertahankan rumah tangga ku jika suami ku yang terus menerus menginginkan keturunan dari ku."


Siska memegang tangan Aliyaa, dia merasa apa yang di rasakan oleh Aliyaa.


"Aliya kamu jangan sedih yaa, aku sekarang sedang hamil anak kembar. Kamu bisa mengurus salah satu dari anak ku ini, maksud ku kamu bisa membantu aku untuk merawat anak ku karena aku merasa tidak sanggup dari faktor ekonomi jika harus terus seperti ini. Orang tua ku yang tidak peduli dengan ku dan kehamilan ku ini."


Aliya begitu sangat bahagia sekali ketika mendengar perkataan Siska.


"Benarkah Siska,? kamu mau mengijinkan aku untuk bisa merawat salah satu anak mu nanti. Terimakasih banyak Siska aku sangat bahagia sekali."


Aliya memegang perut Siska yang sudah terlihat sangat besar, dan Siska pun merasa jika salah satu anak bisa di rawat oleh Aliyaa dia bisa mendapatkan kehidupan yang layak.


"Iya Aliyaa, aku melakukan ini karena terpaksa. Karena aku merasa jika salah satu anak ku di urus oleh kamu maka dia akan mendapatkan kebahagiaan karena hidup dengan berkecukupan bersama dengan kamu."

__ADS_1


Aliya merasa sangat sedih sekali ketika Siska harus melakukan ini semua demi kebahagiaan anak nya, Aliyaa merasa Kania yang begitu sangat keterlaluan sekali tidak mempunyai perasaan.


__ADS_2