Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #261#


__ADS_3

Irfan dan Dokter Nadia pun pergi tempat untuk mempersiapkan undangan dan yang lain-lain nya.


"Kamu sungguh-sungguh melakukan nya,? aku sangat terharu sekali melihat nya."


Dokter Nadia yang masih tidak menyangka jika dirinya akan segera menikah secepatnya dengan Irfan.


"Aku sudah lama bisnis dan mengumpulkan uang, jadi jika untuk menikah semua sudah di sediakan."


Mereka berdua pun turun di tempat yang sangat mewah sekali, Irfan ingin membelikan kalung berlian untuk Dokter Nadia.


Ketika mereka berdua masuk ke dalam dia melihat Kania dengan seorang wanita cantik dan Dokter Nadia pun langsung berpikiran negatif terhadap wanita tersebut.


"Lihat lah dia bersama dengan wanita cantik, apakah wanita itu yang akan di jodohkan dengan Rendy."


Dokter Nadia merasa sangat emosional setiap dia melihat wajah Kania.


"Jika sampai iya pun tega sekali dia melakukan hal yang, coba kita dekati mereka berdua."


Dokter Nadia dan Irfan pun mendekati mereka berdua dan Kania menyadari nya.

__ADS_1


"Wah Mama nya Rendy, kebetulan sekali yaa kita bisa bertemu di sini."


Kania merasa tidak senang sekali ketika dia harus bertemu dengan Dokter Nadia, apalagi dia yang sedang bersama dengan Bianca.


"Iya, ada apa nya kalian berdua ada di tempat mewah seperti ini."


Ucapan Kania terdengar sangat sombong sekali.


"Untuk merencanakan pernikahan kita nanti Minggu depan yaa, datang yaa bersama dengan Rendy dan juga ini siapa yaa?."


Dokter Nadia mencoba untuk membuat kesal Kania dan Irfan pun hanya tersenyum saja.


Begitu sangat terkejut nya Dokter Nadia dan Irfan ketika mengetahui hal tersebut.


"Wanita yang akan di jodohkan untuk Rendy,? apakah aku tidak salah mendengar nya Ibu Kania yang cantik dan kaya raya."


Bianca merasa jika mereka berdua yang seperti mempunyai permasalahan.


Kania pun langsung menarik tangan Dokter Nadia dia ingin berbicara berdua saja dengan Dokter Nadia.

__ADS_1


Dokter Nadia melepaskan genggaman tangan dari Kania yang begitu sangat sakit sekali.


"Dokter Nadia, saya tidak mempunyai permasalahan dengan anda yaa. Jadi jangan sampai membuat Bianca berpikiran negatif terhadap Rendy."


Dokter Nadia pun tersenyum ketika mendengar perkataan Kania yang seperti sangat ketakutan sekali.


"Kamu tahu Siska sekarang usia kandungan sudah mau lima bulan, dia sekarang sedang mengandung anak kembar yang berjenis kelamin laki-laki. Jika kamu membenci Siska tapi jangan dengan anak yang ada di dalam kandungan nya, dia lelaki loh bisa menjadi penerus perusahaan kalian."


Kania pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Siska.


"Apakah kamu tidak belajar dari Aliyaa,? dia yang sangat menginginkan anak tapi dia tidak seperti Siska yang mendapatkan anak begitu sangat mudah nya. Bahkan Siska berencana untuk memberikan salah satu anak kepada Aliyaa agar anak bisa merasakan hidup dengan layak. Dan mungkin anak itu yang akan jadi penyelamat dari perusahaan milik Aliyaa."


Sudah merasa sangat puas dengan perkataan nya dengan Kania, Dokter Nadia pun langsung menghampiri Irfan.


"Lebih baik kita pergi dari tempat ini, kita cari yang lain saja. Aku merasa sangat emosional sekali sekarang."


Dokter Nadia pun menarik tangan Irfan dan mereka berdua pun langsung pergi dari tempat tersebut.


Kania memikirkan perkataan Dokter Nadia, jika Siska yang akan memberikan anak kepada Aliyaa.

__ADS_1


__ADS_2