Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #289#


__ADS_3

Irfan melihat Aliyaa dengan wajah pucat nya, dia terbaring di tempat tidur.


"Apa yang sudah terjadi dengan mu Al, pasti kamu sekarang sedang menyimpan sesuatu hal yang belum bisa kamu ceritakan."


Irfan mendekati Aliyaa dia begitu sangat hawatir melihat kondisi Aliyaa.


Aliya pun merasa tidak bisa berbohong karena dia yang tidak mau memendam nya sendiri.


"Kak Fabian, dia memberikan cincin pernikahan dalam kotak putih yang dia berikan kepada ku. Sekarang aku tinggal menunggu kapan dia mengajukan berkas-berkas untuk perpisahan kita berdua."


Miranda pun baru mengetahui nya.


"Kau masih mencintainya,?"


Tatapan Irfan yang begitu sangat tajam sekali kepada Aliyaa.


"Aku mencoba untuk melupakan nya."


Ifan pun langsung memandangi wajah Miranda, Miranda yang seakan tidak mau mereka berdua untuk bisa bersama.


"Aliya dan Fabian tidak akan pernah bisa bersama, Aliyaa yang tidak memberikan apa yang di inginkan oleh Fabian. Rumah tangga mereka berdua akan selalu bermasalah dengan permasalahan yang sama."

__ADS_1


Irfan pun satu pemikiran dengan Miranda.


"Apakah kamu sekarang sedang dekat dengan Dokter El-Rivan,? kamu sudah membuka hati kamu untuk dia?."


Aliya pun akhirnya mengetahui jika ini yang membuat mereka semua membenci dirinya, mereka berpikir dirinya yang sudah membuka hati untuk lelaki lain dengan mudah nya.


"Aku tidak sedang dekat dengan siapa pun, aku ingin ingin fokus dengan kuliah ku. Aku sempat ingin membuka hati ku tapi rasa itu hanya sebuah pelampiasan rasa sakit hati saja."


Aliya pun melihat ada Dokter El-Rivan di balik pintu ruangan.


"Dokter El-Rivan tidak mungkin mempunyai hubungan terhadap ku, ada yang memberitahu ku jika dia juga tergoda pada Veronica. Veronica yang sebagian idola para Lelaki tampan karena Veronica yang sangat cantik dan seksi sekali."


"Mam, kita tunggu sampai satu minggu. Jika Kak Fabian tidak mengurus berkas-berkas perceraian kita saja yang mengurus nya karena aku ingin cepat terbebas dalam ikatan pernikahan ini."


Irfan merasa Aliyaa yang sudah sangat mantap sekali dengan perpisahan nya, sudah tidak ada lagi bayangan masa lalu perjuangan cinta mereka berdua.


"Jika ini memang yang terbaik, Om Irfan hanya ingin kamu bahagia Aliyaa."


Dokter Nadia pun masuk ke dalam dia pun tidak mau terlihat hanya berpihak pada Siska.


"Aliya kamu baik-baik saja kan,? tidak penyakit serius yang kamu rasakan?."

__ADS_1


Dokter Nadia memegang Aliyaa yang badan nya terasa sangat hangat.


"Aku lupa sarapan pagi Dokter, bagaimana dengan kalian berdua. Semoga kalian berdua selalu bahagia yaa, jangan seperti aku yang gagal dalam berumah tangga."


Irfan memilih untuk keluar dari ruangan dia membiarkan Aliyaa bersama dengan Istrinya, begitu juga Miranda yang memilih juga untuk keluar bersama dengan Irfan.


"Aliya, kamu harus bisa menjaga kesehatan kamu yaa sayaaaaang, jangan seperti ini membuat hawatir sekali."


Dokter Nadia pun memegang tangan Aliyaa.


"Dokter Nadia tidak membenci ku kan,?"


Dokter Nadia pun begitu sangat terkejut sekali mendengar perkataan Aliyaa.


"Kenapa kamu sampai berbicara seperti Aliyaa,? Dokter selalu sayaaaaang sama kamu."


Aliya pun langsung tersenyum ketika mendengar perkataan Dokter Nadia.


"Terimakasih banyak Dokter Nadia, aku sangat senang sekali mendengar nya."


Dokter Nadia merasa ada yang aneh dengan kesehatan Aliyaa.

__ADS_1


__ADS_2