
Jadwal kuliah Aliyaa yang sudah selesai dia pun melihat ada panggilan telephone masuk dan juga pesan masuk.
Aliya langsung membuka pesan tersebut dia pun membalas pesan dari Mama nya.
*Maafkan aku yang baru bisa membalas pesan dari Mama, aku tidak tahu jika suami yang tidak masuk berkerja karena tadi pagi dia yang sudah rapih*
Aliya tidak mau membahas tentang rumah tangga nya, dia pun lebih membalas seperti itu.
*Tidak apa-apa, Mama bersyukur sekali Veronica bisa menggantikan posisi Fabian dengan sangat sempurna sehingga kita tidak kehilangan proyek besar*
Membaca balasan pesan dari Mama nya, Aliyaa merasa sangat kesal sekali.
"Oh ternyata sekarang Veronica yang sudah bisa membuat Mama bangga kepada nya, sehingga banyak yang melindungi nya sekarang. Sangat menyebalkan sekali dia."
Aliya pun memilih untuk menunggu taksi karena dia yang akan bertemu dengan Dokter El-Rivan di Restoran dekat rumah sakit.
Di perjalanan menuju ke tempat tersebut Aliyaa terlihat sangat gelisah sekali dia bahkan merasa sangat emosional sekali dia seperti ingin berteriak-teiak sepuasnya.
"Licik sekali wanita itu, belum pernah aku melihat wanita yang sangat licik seperti dia. Dia sekarang yang sudah bisa membuat Mama mengangumi nya dah itu supaya dia aman bisa berkerja karena sudah menunjukkan kemampuan nya."
__ADS_1
Aliya mendapatkan pesan dari Dokter El-Rivan.
*Aliya saya sudah berada di Restoran dekat Rumah Sakit*
*Iya Dok, saya sekarang sedang di perjalanan menuju ke sana. Maafkan jika saya datang telat yaa*
Aliya yang tidak mau membuat Dokter El-Rivan menunggu lama sampai dia meminta supir nya untuk lebih cepat mengendarai taksi nya.
Aliya pun akhirnya sampai di Restoran tersebut dan tidak butuh waktu yang lama Aliyaa pun langsung menemukan Dokter El-Rivan.
"Maafkan saya yaa Dokter El-Rivan saya membuat Dokter menunggu lama."
"Tidak apa-apa Aliyaa karena hari ini saya sudah menyelesaikan jadwal praktek jadi setelah ini saya langsung pulang."
Aliya pun merasa sangat tenang sekali ketika mendengar perkataan Dokter El-Rivan.
Dokter El-Rivan memperhatikan Aliyaa yang seperti sedang mempunyai masalah dan Aliya pun lebih memilih untuk menceritakan semuanya kepada Dokter El-Rivan.
"Dokter El-Rivan, saya merasa sangat ragu sekali dalam menjalankan program kehamilan ini. Karena ternyata permasalahan rumah tangga ku yakin sangat sulit sekali aku sekarang sering bertengkar dengan suami ku dan sangat tidak punya waktu untuk berduaan."
__ADS_1
Aliya sampai menundukkan kepalanya dia merasa sangat malu sekali ketika harus mengatakan yang sebenarnya kepada Dokter El-Rivan.
"Apa yang membuat kamu bertengkar dengan suami mu,? apakah karena posisi kamu yang kesulitan dalam mengandung anak?."
Dokter El-Rivan merasa sangat penasaran sekali dengan apa yang terjadi pada rumah tangga Aliyaa.
Sedangkan bapak mertua yang menginginkan Aliyaa untuk bisa menjalankan program kehamilan ini karena dia juga yang menginginkan cucu dari pernikahan Aliyaa dan Fabian.
"Aku merasa selalu berpikiran negatif terhadap suami ku di kantor, aku tidak tahu kenapa perasaan ini datang ketika aku yang di vonis kesulitan dalam mengandung."
Dokter El-Rivan merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar nya karena menurut Dokter Putra, Fabian yang begitu sangat mencintai Aliyaa tapi kenapa Aliyaa sampai mempunyai pikiran negatif terhadap suaminya.
"Dia memiliki sekertaris cantik dan seksi di kantor nya, dan aku merasa jika sekertaris itu memiliki perasaan terhadap suami ku walaupun sekarang aku sendiri yang tidak mempunyai bukti nya."
Aliya sampai meneteskan air mata nya dia begitu sangat tidak mau kehilangan Fabian.
"Aliya cobalah untuk berpikiran positif terhadap suami kamu, lebih baik sekarang kamu jujur saja pada suami kamu jika kamu yang sedang menjalani program kehamilan agar kalian berdua bisa berusaha bersama-sama."
Aliya tidak mau membuat suaminya merasa kecewa ketika program kehamilan itu sampai gagal.
__ADS_1