
Siska melihat Miranda yang masuk ke dalam mobil nya.
"Itu Tante Miranda kan, kenapa dia sudah pulang. Andai saja Tante Miranda mengetahui jika Aliya terkena penyakit kista dan dia sangat sedih sekali karena takut tidak bisa memberikan keturunan untuk Fabian."
Rendy begitu sangat terkejut sekali ketika Siska mengatakan hal tersebut.
"Aliya terkena penyakit kista, Astaga kasihan sekali Aliya."
Siska melihat ekpresi wajah Rendy yang sangat terkejut sekali.
"Aku merasa Aliya sudah mengetahui dari semua gejala nya, karena tidak mungkin Aliya tidak mencari tahu tentang penyakit dan itu yang menyebabkan Aliya yang tidak mau untuk pergi berobat ke Rumah Sakit besar."
Rendy langsung memikirkan perasaan Fabian jika sampai dia mengetahui ini semua.
"Apakah Aliya berniat untuk memberitahu kepada Fabian dengan penyakit nya ini, aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Fabian dia pasti sangat sedih sekali karena dia begitu menginginkan anak dari Aliya."
Siska pun berpikir ke arah sana Aliya harus pintar menyembunyikan penyakit nya ini.
"Aliya tidak menginginkan Kak Fabian mengetahui nya, dia ingin berjuang untuk menyembuhkan nya dan setelah itu mungkin dia akan menceritakan semuanya."
__ADS_1
Rendy pun memegang tangan Siska.
"Tetap setia bersama dengan Aliya, aku sangat menyayangi Aliya karena dia adalah teman baik ku sejak kecil. Apapun yang terbaik untuk Aliya akan aku lakukan termasuk jika Aliya menginginkan untuk pergi ke luar negeri untuk berobat."
Siska merasa tidak percaya jika Rendy begitu sangat baik sekali, dia benar-benar menginginkan kesembuhan untuk Aliyaa.
"Aku akan terus bersama dengan Aliya, kalau perlu jika nanti aku menikah dan mempunyai anak kembar aku akan meminta Aliya untuk mengurus anak ku. Agar Aliya bahagia walaupun aku percaya keajaiban itu pasti ada."
Karena tidak mau di curigai terlalu lama di luar, Siska dan Rendy pun masuk kembali ke dalam.
Dia melihat Irfan yang sedang berdansa dengan Dokter Nadia.
"Lihat seperti nya mereka memang sangat cocok sekali yaa, aku rasa mereka berdua adalah pasangan yang serasi."
"Ihhh, apa sih. Aku nggak mau ahhh kamu saja dansa sendiri.".
Siska melepaskan genggaman tangan Rendy dan Siska pun berjalan menghampiri Fabian yang duduk sendiri tanpa Aliya.
"Kak Bian, Aliya mana ? kenapa Aliyaa tidak bersama dengan Kakak."
__ADS_1
Siska terus saja melirikan mata untuk mencari Aliya.
"Aliya pergi ke toilet tadi tapi sudah lama juga dia belum kembali."
Siska pun seketika langsung hawatir dengan Aliya dia langsung menuju ke toilet untuk menyusul Aliya.
Melihat Siska yang tiba-tiba saja pergi, Rendy pun langsung menghampiri Fabian.
"Tadi aku lihat Tante Miranda pergi, kenapa dia pulang. Apa alasan yang dia berikan kepada Aliya?."
Fabian tersenyum manis sambil memegang kepalanya.
"Dia bilang dia pusing hipertensi nya kambuh, ntah lah dia kenapa seperti itu. Padahal hari istimewa ini hanya setahun sekali saja tapi dia tetap saja seperti itu."
Rendy merasa jika Miranda yang memang belum berubah, dia merasa cemburu melihat Aliya bersama dengan Fabian yang begitu sangat romantis sekali.
"Sudahlah Fabian, yang penting kamu setia kepada Aliya karena sangat menyakitkan sekali jika sampai Tante Miranda di beri celah untuk bisa masuk itu sangat bahaya sekali."
Fabian mengerti apa yang di katakan oleh Rendy.
__ADS_1
"Aku tidak mungkin bersama dengan Miranda, itu tidak akan pernah terjadi. Aku sudah tidak punya perasaan terhadap Miranda, maka dari itu ini adalah alesan aku untuk ingin bisa mempunyai anak dari Aliya agar Miranda berpikir ketika dia yang sudah mempunyai cucu mungkin dia akan kembali sayaaaaang kepada Aliyaa karena kehadiran malaikat kecil di antara kita berdua."
Ketika mendengar perkataan tersebut, Rendy merasa ini alasan Aliya pergi tidak ada di samping Fabian.