
Aliya terbangun dari tidurnya, dia pun segera pergi mandi dan bersiap untuk kuliah.
Aliya menyemangati diri nya, karena dia harus berjuang demi kesembuhan nya.
"Aku harus berjuang, aku tidak boleh kalah dengan penyakit ku ini. Aku juga calon Dokter jadi aku harus bisa sembuh dari sakit ku ini."
Fabian melihat istrinya yang sudah tidak ada di samping nya.
"Aliya bangun sangat pagi sekali ya, kasihan dia pasti capek sekali."
Fabian menunggu Aliya selesai dari kamar mandi, dan dia tersenyum manis kepada Aliyaa.
"Sayaaaaang kemari lah duduk di sini."
Aliya pun duduk di samping suami nya, tidak biasanya Fabian seperti ini kepada nya.
"Aku rasa bagaimana jika membeli rumah yang lebih luas dari ini, rumah yang sebenarnya. Agar ada asisten rumah tangga yang membereskan pekerjaan rumah, jadi kamu tidak perlu capek-capek seperti ini karena kamu juga harus kuliah."
Fabian mencium tangan istrinya dan Aliya pun mulai memikirkan nya.
"Tidak perlu Mas, aku ingin bisa sampai lulus kuliah di rumah ini karena rumah ini menjadi saksi bisu perjuangan kita berdua."
__ADS_1
Aliya pun beranjak dan keluar dari kamar nya, dia bersiap-siap untuk membuat kan sarapan pagi untuk nya dan suami nya.
"Aliya, aku melihat wajah mu yang pucat dan badan mu yang semakin kurus. Apakah itu karena kamu yang terlalu capek atau ada sesuatu yang kamu sembunyikan."
Fabian pun bersiap-siap untuk berangkat ke kantor nya.
"Apakah Mas Fabian, melihat perbedaan dari tubuh ku. Tapi aku rasa penyakit ini baru datang nya dan tidak mungkin kan kelihatan perbedaan nya."
Aliya pun memilih untuk mencari tahu tentang makanan apa yang baik di kota untuk nya.
Agar badan nya tetap kelihatan sehat seperti semula.
Mereka berdua langsung menikmati makanan tersebut dan Fabian melihat Aliya yang makan sangat banyak sekali.
Fabian merasa sangat kaget sekali karena Aliya yang tidak seperti biasanya seperti ini.
"Aliya, makan kamu banyak sekali tidak seperti biasa nya loh."
Tanya Fabian dengan wajah heran nya.
"Iya Mas, aku sekarang ingin sekali mengemukakan badan ku. Aku pun sekarang sedang minum vitamin untuk tubuh ku yang kadang mudah lelah."
__ADS_1
Aliya memanfaatkan kesempatan ini agar dia bisa minum obat dari Dokter tidak perlu sembunyikan kepada Fabian.
Tapi Fabian merasa tidak percaya dengan perkataan Aliya.
"Kemarin aku dan Siska kita berdua pergi ke Rumah Sakit dan aku konsultasi tentang kondisi aku yang gampang capek dan lemas. Aku pun di berikan vitamin untuk daya tahan tubuh ku."
Setelah makan Aliya pun langsung meminum obat tersebut di hadapan Fabian.
"Sebanyak itu kah vitamin daya tahan tubuh,? kamu serius Aliya?."
Aliya mencari cara bagaimana suaminya yang mau percaya terhadap dirinya.
"Iyaaa Mas, untuk apa sih aku berbohong sama kamu. Kita sekarang langsung berangkat kerja yaa kamu semangat yaa kerja nya."
Aliya mencoba untuk bersemangat di hadapan suami nya, padahal dia harus menahan rasa sakit di tubuh nya.
"Oke, aku berangkat yaa. Kamu juga Semangat kerja nya dan semoga jadi seorang Dokter yang hebat yaa sayang."
Fabian mencium kening Aliya ketika dia mau pergi ke kantor.
Aliya pun tersenyum manis kepada suaminya, Fabian merasa Aliya begitu sangat cantik sekali pagi ini.
__ADS_1