
Miranda memandang Veronica dan juga Fabian.
"Kenapa aku merasa mereka berdua yang sudah saling mengenal sebelumnya yaa, apakah itu hanya perasaan aku saja."
Fabian terdiam ketika Veronica tersenyum manis kepada nya.
"Fabian, aku tidak pernah menyangka jika kita berdua bisa di pertemukan kembali dalam satu pekerjaan."
Veronica terlihat sangat bahagia sekali.
"Veronica, ingat aku yang sudah mempunyai seorang istri yang menuggu ku di rumah dan ibu mertua ku adalah Ibu Miranda. Apakah kamu mau di pecat sebelum gajian."
Veronica pun langsung berlari menuju ke tempat kerja nya.
Fabian menghelakan nafas panjang nya, dia mengambil handphone nya.
"Aku rindu sekali Aliya, semoga saja dia sedang jam istirahat."
*Aliya, kamu jangan lupa makan yang banyak ya. Makan yang bergizi yaa sayaaaaang*
Setelah mengirimkan pesan kepada Aliya, Fabian pun kembali melanjutkan perkerjaan nya.
__ADS_1
Di sisi lain, Kania seperti mencari tahu tentang siapa wanita yang di sukai oleh Rendy.
Dan dia pun melihat jika mobil nya tidak ada satu.
"Mobil itu tidak ada lagi, apakah mobil itu sedang di pakai wanita itu yaa. Hmmmm sudah ku duga wanita itu hanya memanfaatkan Rendy saja seperti nya dia adalah wanita biasa-biasa saja."
Kania pun langsung menelephone salah satu supir pribadi nya, dia menayakan keberadaan mobil nya.
*Hallo Pak, sekarang sedang berada di mana yaa. Mobil sedang di pakai oleh siapa yaa*
*Maafkan saya yaa Bu, mobil sedang di pakai oleh teman wanita Tuan Rendy. Tadi saya mengantar kan nya ke Rumah Sakit Permata dan sekarang dia meminta untuk diantarkan ke rumah nya*
*Rumah Sakit Permata, itu adalah Rumah Sakit Besar kan. Siapa teman yang di maksud ini yaa*
*Yasudah yah, lebih baik saya tanyakan langsung dengan Rendy*
Kania mengakhiri panggilan telephone nya.
"Rumah mewah dan besar, lalu kenapa dia sampai ingin di antarkan oleh supir pribadi kita yaa."
Kania pun langsung terdiam sambil memikirkan nya.
__ADS_1
"Kenapa aku jadi penasaran sekali ya, teman wanita Rendy itu yaa cuma Aliya sedangkan Aliya dia sehat kan."
Kania pun langsung memilih untuk pergi dari rumah nya, dia berniat untuk datang ke perusahaan Rendy.
"Daripada aku bingung sendiri lebih baik aku tanyakan langsung saja."
Di perjalanan menuju ke kantor Rendy, Kania memandangi di setiap perjalanan.
Sampai akhirnya dia sampai di depan perusahaan besar milik Rendy.
"Rendy begitu sangat hebat sekali, dia bisa membuat perusahaan sendiri. Dan aku masih sakit hati dengan Reno dia membohongi ku dia yang ternyata sebelum nya sudah menikah dan mempunyai anak perempuan. Veronica Leticia karena aku yang kasihan sampai membiayai dia kuliah di luar negeri."
Kania mengingat kembali kenangan masa lalu nya, dan dia dengan sangat cepat berjalan menuju ke ruangan Rendy.
Kania langsung membuka pintu ruangan dan membuat Rendy merasa kaget sekali.
"Mama, ada apa Mama datang ke sini. Tidak seperti biasa nya dan jarang sekali terjadi."
Kania duduk di kursi berhadapan dengan Rendy.
"Mama mau menanyakan tentang salah satu mobil kita yang sering Mama pakai kenapa tidak ada yaa di tempat parkiran."
__ADS_1
Rendy pun tidak menyangka jika Mama nya sampai menayakan mobil tersebut, padahal koleksi mobil nya banyak.